Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

UPTD PKDLHP Pantau Produksi Baculovirus: Solusi Pengendalian Hama Oryctes pada Tanaman Kelapa

July 16, 2024July 16, 2024 Artikel

Pada Jumat, 12 Juli 2024, Tim Unit Pelaksana Teknis Daerah Perbenihan, Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan (UPTD PKDLHP) melakukan kunjungan ke Sub Laboratorium Hayati Baumata di Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Kunjungan ini dipimpin oleh Kepala UPTD, Ibu Maria I. R. Manek, M.Sc., bersama dengan staf Laboratorium Hayati dan delapan mahasiswa magang.

Rombongan kunjungan terdiri dari tiga mahasiswa magang dari Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana dan lima mahasiswa dari Fakultas Biologi UPG 45 Kupang. Kehadiran mahasiswa magang ini menunjukkan komitmen UPTD PKDLHP dalam mendukung pendidikan dan pelatihan praktis bagi calon profesional di bidang pertanian dan biologi.

Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk:

  1. Mengamati aktivitas pegawai di Sub Laboratorium Baumata
  2. Mengevaluasi persiapan produksi Agen Pengendali Hayati (APH) Baculovirus

Fokus khusus diberikan pada pemantauan persiapan APH Baculovirus yang telah dipesan oleh Kabupaten Nagekeo sebanyak 100 ekor. Dalam diskusi dengan Kepala Sub Laboratorium Baumata, Pak El Uplugi, terungkap beberapa informasi penting:

  1. Proses Pemeliharaan: Saat ini, kumbang yang berperan sebagai vektor Baculovirus sedang dalam tahap pemeliharaan intensif.
  2. Waktu Produksi: Diperkirakan dibutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan lagi sebelum APH Baculovirus siap dikirim ke Nagekeo untuk dilepaskan.
(a). Serangga Kumbang Oryctes (b). Larva Oryctes yang akan diinokulasi baculovirus

Ibu Maria I. R. Manek, M.Sc. menyatakan, “Kunjungan ini sangat penting untuk memastikan kualitas dan ketepatan waktu produksi APH Baculovirus. Kami berkomitmen untuk memenuhi permintaan Kabupaten Nagekeo dengan produk yang berkualitas tinggi untuk mengendalikan hama Oryctes pada tanaman kelapa mereka.”

Gejala serangan kumbang Oryctes

Baculovirus yang diproduksi di Sub Laboratorium Hayati Baumata memiliki manfaat spesifik dalam mengendalikan hama Oryctes, yang juga dikenal sebagai kumbang badak atau Oryctes rhinoceros. Hama ini merupakan ancaman serius bagi tanaman kelapa di berbagai wilayah, di Nusa Tenggara Timur.

Beberapa keunggulan penggunaan Baculovirus untuk mengendalikan hama Oryctes meliputi:

  1. Spesifisitas Target: Baculovirus ini khusus menyerang Oryctes, sehingga aman bagi serangga bermanfaat dan organisme non-target lainnya.
  2. Efektivitas Jangka Panjang: Virus ini dapat menyebar di populasi Oryctes, memberikan perlindungan berkelanjutan bagi tanaman kelapa.
  3. Ramah Lingkungan: Sebagai agen biologis, Baculovirus tidak meninggalkan residu berbahaya di lingkungan, menjaga keseimbangan ekosistem.
  4. Integrasi dengan PHT: Dapat diintegrasikan dengan baik dalam program Pengendalian Hama Terpadu (PHT) untuk tanaman kelapa.
  5. Mengurangi Ketergantungan pada Pestisida Kimia: Penggunaan Baculovirus membantu mengurangi penggunaan pestisida kimia, yang dapat berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia.

Mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana dan Fakultas Biologi UPG 45 Kupang mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung tentang proses produksi dan pemeliharaan APH Baculovirus, serta pentingnya pengendalian hayati dalam menjaga kesehatan tanaman.

Salah satu mahasiswa magang, David dari Fakultas Biologi UPG 45 Kupang, berkomentar, “Melihat langsung proses produksi Baculovirus ini sangat menginspirasi. Kami belajar bagaimana ilmu biologi dapat diterapkan langsung untuk mengatasi masalah pertanian secara ramah lingkungan.”

Ke depannya, UPTD PKDLHP berencana untuk:

  1. Meningkatkan kapasitas produksi APH Baculovirus untuk memenuhi permintaan yang semakin meningkat dari berbagai kabupaten di NTT.
  2. Melakukan penelitian lanjutan untuk meningkatkan efektivitas Baculovirus dalam mengendalikan hama Oryctes.
  3. Memperluas program edukasi kepada petani kelapa tentang manfaat dan cara penggunaan Baculovirus yang tepat.

Dengan upaya ini, UPTD PKDLHP terus memainkan peran penting dalam mendukung pertanian berkelanjutan di NTT, khususnya dalam perlindungan tanaman kelapa yang merupakan komoditas komersil bagi ekonomi lokal. Penggunaan Baculovirus sebagai APH tidak hanya membantu mengendalikan hama Oryctes, tetapi juga mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di wilayah ini.

BERSAMA BEKERJA!

BEKERJA BERSAMA!

BISA!!!

Post navigation

Previous Previous
UPTD PKDLHP dan Fakultas Pertanian Undana Perkuat Kolaborasi untuk Pendidikan dan Penelitian
NextContinue
UPP SDM di Gereja GMIT Kota Baru Klasis Kupang : Peningkatan Ekonomi dan Kesehatan Jemaat Melalui Sistem Penanaman Hidroponik
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search