Panen Raya Lanud El Tari Tampilkan Hasil Pengembangan Pangan dan Hortikultura

Kupang, 30 September 2026 – Semangka kuning, buncis, sayuran, hingga jagung menjadi bagian dari hasil pengembangan lahan ketahanan pangan Lanud El Tari yang ditampilkan dalam Panen Raya Produk Unggulan Lahan Ketahanan Pangan Lanud El Tari di Kupang. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT turut menghadiri kegiatan tersebut melalui Kepala UPTD Perbenihan beserta jajaran dan Pengawas Benih Tanaman (PBT) Kota Kupang.
Panen raya memperlihatkan hasil pemanfaatan lahan yang selama ini dikembangkan Lanud El Tari untuk kegiatan pertanian. Bersama jajaran Lanud El Tari dan unsur terkait lainnya, peserta kegiatan meninjau hasil budidaya berbagai komoditas yang telah memasuki masa panen.
Komoditas yang dikembangkan sebagaimana ditampilkan pada lokasi kegiatan mencakup semangka kuning, sayur buncis, berbagai jenis sayuran, serta jagung. Keberadaan beberapa jenis tanaman dalam satu kawasan memperlihatkan pemanfaatan lahan untuk menghasilkan komoditas pangan dan hortikultura yang beragam.
Dari Penanaman hingga Panen
Pengembangan pertanian di kawasan Lanud El Tari bukan kegiatan yang baru dimulai pada panen kali ini. Lahan milik Lanud telah beberapa kali dimanfaatkan untuk budidaya komoditas pertanian.
Pada Februari 2025, Lahan 48 Lanud El Tari menjadi lokasi penanaman jagung dan cabai yang turut dihadiri jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT. ANTARA juga mencatat penanaman jagung di Lanud El Tari pada periode tersebut sebagai bagian dari pengembangan kegiatan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan. Distankp
Beberapa bulan setelah penanaman tersebut, Lanud El Tari melaksanakan panen jagung varietas Lamuru di Lahan 48 pada Juni 2025. Berdasarkan informasi resmi TNI Angkatan Udara, jagung tersebut berasal dari penanaman yang dilakukan pada Februari 2025 dan sebagian hasilnya diarahkan menjadi stok benih untuk musim tanam berikutnya. Kegiatan panen saat itu juga melibatkan unsur Pengawas Benih.
Pengembangan lahan kemudian berlanjut dengan komoditas lainnya. Pada November 2025, lahan ketahanan pangan Lanud El Tari kembali menjadi lokasi panen jagung dan semangka. Merdeka
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa lahan pertanian di lingkungan Lanud El Tari telah melewati proses budidaya yang berkelanjutan, dengan komoditas yang berkembang dari jagung dan cabai hingga semangka dan sayuran.
Lahan Produktif Menambah Ruang Produksi Pangan
Pemanfaatan lahan yang tersedia untuk kegiatan pertanian menjadi penting bagi NTT karena penambahan produksi tidak selalu harus bertumpu pada pembukaan kawasan pertanian baru. Optimalisasi lahan yang telah tersedia juga dapat menjadi bagian dari upaya menambah ruang produksi pangan.
Pengalaman di Lanud El Tari menunjukkan bahwa lahan dapat dimanfaatkan untuk lebih dari satu kelompok komoditas, mulai dari tanaman pangan hingga hortikultura. Pendekatan tersebut memberi ruang bagi pengembangan sumber pangan yang lebih beragam sekaligus menjadi contoh pemanfaatan lahan secara produktif.
Pengembangan produksi yang berada dekat dengan kawasan konsumen seperti Kota Kupang juga memiliki nilai penting dari sisi distribusi. Semakin dekat lokasi produksi dengan pasar dan masyarakat, semakin terbuka peluang memperpendek perjalanan hasil pertanian dari lahan menuju konsumen, terutama pada komoditas hortikultura segar.
Panen Raya Produk Unggulan Lahan Ketahanan Pangan Lanud El Tari pada akhirnya bukan hanya menandai tanaman yang telah memasuki masa panen. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses yang telah berlangsung sejak pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga menghasilkan berbagai komoditas pangan.
Keterlibatan Lanud El Tari, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT melalui unsur perbenihan, serta pihak terkait lainnya memberikan ruang bagi pertukaran pengalaman dan dukungan teknis dalam pemanfaatan lahan. Langkah-langkah tersebut dapat terus dikembangkan untuk memperluas produksi pangan lokal, memanfaatkan lahan secara efisien, dan mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
