Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Hari Kesaktian Pancasila 2026, Gubernur NTT Ajak Masyarakat Hidupkan Kepedulian dan Keadilan Sosial

October 1, 2026October 1, 2026 Artikel

Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 melalui upacara tingkat Provinsi NTT yang berlangsung di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kamis (1/10/2026) pagi. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bertindak sebagai Inspektur Upacara, didampingi Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma serta dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, perguruan tinggi, ASN, TNI-Polri, dan perwakilan pelajar.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema yang sama digunakan secara nasional dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026.

Momentum 1 Oktober menjadi kesempatan untuk kembali meneguhkan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan menjalankan pembangunan.

Pancasila Harus Hadir dalam Kehidupan Nyata

Usai upacara, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menekankan bahwa Pancasila merupakan nilai dasar dan fundamental sekaligus panduan hidup yang perlu digunakan dalam berbagai bidang kehidupan. Menurutnya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga perlu dimaknai dalam hubungannya dengan berbagai tantangan yang sedang dihadapi masyarakat Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur.

Karena itu, pengamalan Pancasila tidak cukup berhenti pada tataran konsep maupun seremoni. Nilai kemanusiaan, persatuan, gotong royong dan keadilan sosial perlu diterjemahkan melalui tindakan serta kebijakan yang memberi manfaat nyata kepada masyarakat.

Salah satu perhatian yang ditekankan Gubernur adalah kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Ia menyebut korban gempa di Flores, korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta masyarakat NTT yang masih mengalami kesulitan hidup sebagai kelompok yang perlu terus mendapat perhatian dan penanganan bersama.

Perhatian tersebut menjadi bagian dari pemaknaan Pancasila yang tidak hanya ditempatkan sebagai simbol, tetapi dihadirkan dalam keberpihakan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Teruslah saling berbagi, saling peduli, saling memperhatikan sekitar kita agar melalui Hari Kesaktian Pancasila ini, kita hidupkan nilai-nilai Pancasila,” pesan Gubernur.

Kepedulian itu, menurut Gubernur, dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan memperhatikan keluarga, tetangga, masyarakat sekitar, dan lingkungan tempat tinggal. Semangat perjuangan para pahlawan yang mempertahankan Pancasila dengan demikian dapat diteruskan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi orang lain.

Pembangunan Bermuara pada Keadilan Sosial

Dalam konteks pembangunan NTT, Gubernur juga menekankan pentingnya memandang nilai-nilai Pancasila sebagai satu kesatuan yang tercermin dalam arah program dan kebijakan pemerintah daerah.

Persatuan, kemanusiaan, gotong royong hingga keadilan sosial menjadi nilai yang harus hadir dalam proses pembangunan. Keberagaman masyarakat NTT perlu terus dirawat sebagai kekuatan, bukan sebagai sumber perpecahan, dengan menjadikan persaudaraan dan gotong royong sebagai energi bersama untuk membangun daerah.

Pada akhirnya, menurut Gubernur, berbagai ikhtiar pembangunan harus bermuara pada terwujudnya keadilan sosial bagi masyarakat. Program pemerintah perlu memberikan manfaat sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Pesan tersebut juga diarahkan kepada aparatur pemerintahan. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat agar nilai-nilai Pancasila tercermin dalam pelaksanaan tugas, penyusunan kebijakan, serta pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan, nilai tersebut relevan dengan upaya memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Penguatan produksi dan pemanfaatan hasil pertanian, peternakan, serta sumber pangan lokal, peningkatan akses masyarakat terhadap pangan, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan pelayanan kepada petani membutuhkan kerja bersama dan kolaborasi lintas sektor.

Semangat gotong royong juga menjadi penting dalam membangun rantai pasok yang semakin efisien, memperluas nilai tambah produk lokal, serta memastikan pembangunan pertanian memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat NTT.

Upacara Teguhkan Komitmen terhadap Pancasila

Rangkaian Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Provinsi NTT turut diisi dengan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko dan pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila oleh Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni.

Pembacaan ikrar menjadi bagian dari peneguhan komitmen untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Upacara turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko, Kajati NTT Roch Adi Wibowo, Danlanud El Tari Kupang Marsma TNI Somad, Komandan Kodaeral VII Laksda TNI Joni Sudianto, Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, pimpinan perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD, dunia usaha, perguruan tinggi, ASN, TNI-Polri, serta perwakilan pelajar.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 pada akhirnya menjadi pengingat bahwa kekuatan Pancasila terletak pada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian kepada masyarakat yang mengalami kesulitan, pelayanan publik yang semakin baik, kerja bersama lintas sektor, serta pembangunan yang memberi ruang bagi peningkatan kesejahteraan menjadi bagian dari upaya menghadirkan nilai Pancasila secara nyata.

Melalui semangat saling berbagi, peduli, dan memperhatikan sesama, nilai-nilai Pancasila diharapkan terus menjadi landasan untuk menjaga persatuan sekaligus mendorong pembangunan Nusa Tenggara Timur yang memberi manfaat semakin luas bagi masyarakat.

Post navigation

Previous Previous
Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Menjadi Acuan Penentuan Musim Tanam dan Antisipasi OPT di NTT
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search