Melalui Forum ENDC Subnasional, Dinas Pertanian NTT Perkuat Wawasan Pengendalian Perubahan Iklim

MATARAM – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Kepala UPTD Proteksi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Gabriel Gara Beni, S.P., mengikuti hari pertama kegiatan Implementasi Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) Subnasional Wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku yang berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Keikutsertaan dalam Forum ENDC Subnasional ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dan memperkuat pemahaman mengenai kebijakan pengendalian perubahan iklim, khususnya dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.
Pelaksanaan kegiatan hari pertama diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pemaparan materi serta diskusi kelompok bersama peserta dari berbagai provinsi. Rangkaian kegiatan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk bertukar pengetahuan, memperdalam pemahaman mengenai implementasi kebijakan iklim, serta membangun koordinasi antardaerah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Forum ENDC Subnasional Perkuat Pemahaman Kebijakan Iklim di Daerah
Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam memperkuat upaya penurunan emisi gas rumah kaca dan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Komitmen tersebut menjadi landasan penting dalam mendorong pembangunan rendah emisi yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam perkembangannya, Indonesia juga telah menyampaikan Second Nationally Determined Contribution (Second NDC) pada tahun 2025 sebagai kelanjutan penguatan komitmen iklim nasional.
Implementasi kebijakan pengendalian perubahan iklim membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah karena setiap wilayah memiliki karakteristik geografis, potensi sumber daya, serta tingkat kerentanan yang berbeda.
Melalui forum regional ini, peserta dari wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku memperoleh kesempatan untuk memperluas perspektif mengenai pentingnya penyelarasan kebijakan nasional dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Diskusi kelompok yang menjadi bagian dari kegiatan juga membuka ruang pertukaran pengalaman antarpeserta, terutama dalam memahami tantangan pelaksanaan kebijakan iklim dan pentingnya sinergi lintas sektor.
Penguatan kapasitas aparatur daerah menjadi salah satu aspek penting agar upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dapat didukung oleh perencanaan, koordinasi, serta pelaksanaan program yang semakin terarah.
Penguatan Perlindungan Tanaman dan Ketahanan Pangan NTT
Bagi Nusa Tenggara Timur, perubahan iklim menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan sektor pertanian. Kondisi iklim yang dinamis, perubahan pola musim, keterbatasan ketersediaan air pada musim kemarau, serta potensi perkembangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dapat memengaruhi keberlanjutan produksi pertanian.
Kondisi tersebut menuntut penguatan langkah antisipasi melalui sistem pemantauan yang lebih baik, pemanfaatan informasi iklim, penerapan teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi wilayah, serta pengendalian OPT secara tepat dan berkelanjutan.
Dalam kaitannya dengan tugas dan fungsi UPTD Proteksi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, peningkatan pemahaman mengenai pengendalian perubahan iklim memiliki relevansi dengan upaya perlindungan tanaman dan pengurangan risiko kehilangan hasil pertanian.
Wawasan yang diperoleh melalui forum ini diharapkan dapat menjadi bahan pendukung dalam penguatan strategi perlindungan tanaman, khususnya untuk mengantisipasi dampak perubahan kondisi iklim terhadap perkembangan OPT dan produktivitas komoditas pertanian di NTT.
Selain itu, pendekatan pembangunan pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim juga perlu didukung melalui pengelolaan sumber daya yang efisien, penguatan kapasitas petani, serta penerapan inovasi yang dapat membantu menjaga keberlanjutan produksi pertanian lokal.
Upaya tersebut menjadi penting karena ketahanan sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan komoditas, tetapi juga dengan keberlanjutan usaha tani, ketersediaan pangan, dan stabilitas penghidupan masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.
Partisipasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dalam Forum ENDC Subnasional di Mataram diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dan kolaborasi lintas daerah.
Melalui peningkatan wawasan, pemanfaatan teknologi, dan koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan, pembangunan pertanian NTT diharapkan semakin tangguh menghadapi perubahan iklim, mampu menjaga produktivitas komoditas lokal, serta memberikan manfaat nyata bagi petani dan ketahanan pangan masyarakat.
