Jelang Panen Desember, Dinas Pertanian NTT Intensifkan Pemeliharaan Jagung Hibrida di Oepura

KUPANG, 28 Oktober 2026 – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) terus mengintensifkan pemeliharaan Demplot Ke-2 Gelar Teknologi Budidaya Jagung Hibrida di lahan Kelompok Tani (Poktan) P3A Nekamese, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Memasuki akhir Oktober 2026, kegiatan pemeliharaan difokuskan pada pengairan rutin dan pembersihan gulma untuk menjaga pertumbuhan tanaman jagung hibrida yang saat ini telah berumur sekitar 55 hari setelah tanam (HST). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju panen yang diperkirakan berlangsung pada minggu pertama Desember 2026.
Pengairan Rutin dan Pembersihan Gulma Jaga Pertumbuhan Jagung
Pengairan dilaksanakan setiap hari pada seluruh petak pertanaman jagung hibrida yang dikembangkan dalam kegiatan demplot. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tanaman memperoleh pasokan air yang memadai selama masa pertumbuhan, terutama menjelang tahapan pembentukan dan pengisian biji.
Selain pengairan, tim Bidang TPH juga melakukan pembersihan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman. Keberadaan gulma perlu dikendalikan karena dapat bersaing dengan tanaman jagung dalam memperoleh air, unsur hara, cahaya matahari, dan ruang tumbuh.
Pemeliharaan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi pertanaman sekaligus mengurangi risiko gangguan yang dapat memengaruhi produktivitas menjelang panen.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pemeliharaan Demplot Ke-2 Gelar Teknologi Jagung Hibrida Oepura yang telah dilaksanakan sejak penanaman secara bertahap pada akhir Agustus 2026. Berbagai tahapan sebelumnya meliputi penyulaman, pemupukan, pengamatan pertumbuhan, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Libatkan 12 Produsen Benih Jagung Hibrida
Demplot Jagung Hibrida Oepura melibatkan 12 produsen benih dengan berbagai varietas jagung hibrida yang ditanam pada petak-petak percontohan.
Berdasarkan data kegiatan, terdapat 23 varietas yang dilaporkan dalam pelaksanaan demplot. Varietas yang tercatat antara lain BTS 7, Nusa 01, R 118, Nusa RIKUB, R1 Nusantara, R3 Semesta, KH 1, Jafran 1, Jafran 8, Dewo 99, Widji 99, Bhayangkara, Sage 01, Jenderal, Asian Gold 77, Nusantara 3, Thunder R101, Maxxi 02 Cuan, Protani Jumbo, serta Bioseed B59, B89, dan B54. Selain itu, terdapat petak pertanaman menggunakan benih produksi Syngenta.
Keberagaman benih yang dikembangkan dalam satu lokasi memberikan kesempatan untuk mengamati pertumbuhan dan perkembangan masing-masing varietas pada kondisi lingkungan dan pengelolaan lahan yang relatif sama.
Melalui kegiatan gelar teknologi ini, pemerintah daerah bersama produsen benih dan petani dapat memperoleh pengalaman lapangan mengenai karakteristik pertumbuhan tanaman, kebutuhan pemeliharaan, serta potensi adaptasi varietas terhadap kondisi pertanian di NTT.
Hasil pengamatan hingga masa panen nantinya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan pilihan varietas dan penerapan teknologi budidaya jagung yang sesuai dengan karakteristik wilayah.
Persiapan Panen Desember dan Penguatan Produksi Jagung NTT
Dengan umur tanaman yang saat ini berkisar 55 HST, pemeliharaan demplot terus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan hingga memasuki masa panen yang diperkirakan berlangsung pada minggu pertama Desember 2026.
Perkiraan waktu panen tersebut masih bergantung pada perkembangan masing-masing varietas, kondisi tanaman, serta faktor lingkungan selama masa pertumbuhan.
Demplot Jagung Hibrida Oepura tidak hanya menjadi lokasi percontohan budidaya, tetapi juga sarana pembelajaran dan pengembangan teknologi pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas teknis petani maupun aparatur pertanian.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan produsen benih dalam mengembangkan sistem budidaya yang lebih produktif, efisien, dan sesuai dengan kondisi setempat.
Melalui penerapan teknologi budidaya, pengelolaan air yang tepat, dan pemilihan varietas yang adaptif, pengembangan jagung hibrida diharapkan dapat mendukung peningkatan hasil pertanian lokal serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT terus mendorong pemanfaatan lahan percontohan sebagai sarana pengembangan inovasi pertanian yang memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendukung pembangunan sektor pertanian Nusa Tenggara Timur secara berkelanjutan.
