Panen Padi MBTP di Sikka, Produktivitas Capai 9 Ton GKP per Hektare

SIKKA – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) bersama Pengawas Benih Tanaman (PBT) serta Dinas Pertanian Kabupaten Sikka melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan Mandiri Benih Tanaman Pangan (MBTP) di Kelompok Tani Jaya Bersama, Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan produksi benih padi sekaligus mengevaluasi hasil panen yang telah dilaksanakan. Dari total areal pertanaman seluas 10 hektare, sebanyak 9 hektare telah dipanen dengan menggunakan mesin combine harvester, sementara sisa lahan seluas 1 hektare direncanakan memasuki masa panen pada November 2026.
Produktivitas Padi Ciherang Capai 9 Ton GKP per Hektare
Kegiatan MBTP di Kelompok Tani Jaya Bersama mengembangkan padi varietas Ciherang yang mulai ditanam pada 15 Juli 2026. Pertanaman tersebut telah memasuki tahap panen pada Oktober 2026 dengan hasil produktivitas yang cukup baik.
Berdasarkan hasil kegiatan, produktivitas padi mencapai 9 ton per hektare dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) dan 7,5 ton per hektare dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG).
Capaian produktivitas tersebut menjadi salah satu gambaran potensi pengembangan produksi benih padi di Kabupaten Sikka. Melalui kegiatan MBTP, hasil pertanaman diarahkan untuk mendukung penyediaan benih yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan tanaman pangan di wilayah setempat.
Pelaksanaan panen menggunakan combine harvester juga menjadi bagian dari penerapan mekanisasi pertanian. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian ini membantu mempercepat pekerjaan panen, meningkatkan efisiensi tenaga kerja, serta mendukung penanganan hasil pertanian secara lebih efektif.
Perkuat Ketersediaan Benih Padi Lokal untuk Mendukung Program Strategis
Kegiatan Mandiri Benih Tanaman Pangan merupakan salah satu upaya memperkuat kemandirian penyediaan benih melalui pengembangan produksi benih di daerah atau secara in situ.
Melalui pendekatan tersebut, wilayah penghasil padi diharapkan tidak hanya berperan sebagai sentra produksi gabah, tetapi juga mampu mendukung ketersediaan benih untuk kebutuhan pertanaman berikutnya.
Hasil produksi dari kegiatan MBTP di Kabupaten Sikka diharapkan dapat mendukung kebutuhan benih bagi berbagai kegiatan strategis pertanian, termasuk penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS), optimalisasi lahan (oplah), serta program Cetak Sawah Rakyat (CSR).
Untuk mencapai tujuan tersebut, pengelolaan hasil panen sebagai calon benih perlu memperhatikan penanganan pascapanen, pengawasan mutu, dan proses sertifikasi sesuai ketentuan perbenihan yang berlaku.
Ketersediaan benih bermutu dari wilayah sendiri menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan usaha tani. Selain memperpendek rantai pasok benih, pengembangan perbenihan lokal juga berpotensi meningkatkan ketepatan waktu penyediaan benih sesuai kebutuhan musim tanam.
Monitoring Bersama untuk Penguatan Perbenihan di NTT
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh Bidang TPH, PBT, dan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka merupakan bagian dari pengawalan kegiatan perbenihan agar pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan.
Koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan kelompok tani menjadi penting dalam memastikan hasil produksi dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama untuk mendukung kebutuhan pengembangan tanaman pangan pada musim tanam berikutnya.
Dengan masih tersisanya satu hektare lahan yang dijadwalkan panen pada November 2026, kegiatan MBTP di Kelompok Tani Jaya Bersama diharapkan dapat terus memberikan kontribusi terhadap penyediaan benih padi lokal.
Melalui penguatan produksi benih, penerapan mekanisasi pertanian, serta pendampingan yang berkelanjutan, Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong pembangunan pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berbasis potensi daerah. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani di Nusa Tenggara Timur.
