Jelang Penyaluran Benih Padi PM-AAS, Distankp NTT Cek Kesiapan Gudang di Ngada

NGADA – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) melakukan koordinasi dan pengecekan kesiapan benih padi untuk mendukung pelaksanaan program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kabupaten Ngada, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada serta Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Kabupaten Ngada. Koordinasi difokuskan pada kesiapan pelaksanaan program dan rencana penyaluran bantuan benih padi sebanyak 63,49 ton untuk mendukung kegiatan pada lahan seluas 907 hektare.
Pastikan Kesiapan Benih dan Pengawalan Penyuluh
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah provinsi dan kabupaten membahas langkah-langkah persiapan penyaluran bantuan agar pelaksanaan PM-AAS dapat berjalan sesuai rencana. Salah satu hasil koordinasi adalah kesepakatan pengawalan kegiatan oleh penyuluh pertanian di tiga kecamatan, yakni Bajawa, Bajawa Utara, dan Golewa Selatan.
Pengawalan penyuluh menjadi bagian penting dalam memastikan kelompok tani penerima bantuan memperoleh pendampingan selama pelaksanaan kegiatan, termasuk dalam penerapan teknologi budidaya padi yang sesuai dengan kondisi lahan.
Usai koordinasi, tim Bidang TPH Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bersama Kepala Bidang TPH Kabupaten Ngada melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan benih di gudang CV. Wilmourt Pratama selaku penyedia benih padi.
Pengecekan tersebut merupakan bagian dari persiapan distribusi untuk memastikan ketersediaan benih sebelum disalurkan kepada kelompok tani penerima bantuan.
Sesuai hasil koordinasi, penyaluran benih padi dijadwalkan berlangsung pada Senin, 2 November 2026, dengan pengawalan oleh penyuluh pertanian.
Dukung Pertanian Modern dan Peningkatan Produktivitas Padi
Program PM-AAS merupakan pendekatan budidaya padi modern yang dikembangkan Kementerian Pertanian untuk mendorong peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi, pengaturan sistem tanam, serta pengelolaan usaha tani yang lebih efisien.
Pendekatan ini antara lain menekankan penggunaan benih unggul bermutu, sistem tanam benih langsung, pengaturan populasi tanaman, dan pemanfaatan mekanisasi pertanian sesuai kebutuhan dan kondisi lahan.
Di Kabupaten Ngada, dukungan benih padi seluas 907 hektare menjadi salah satu langkah dalam mempersiapkan penerapan program tersebut di tingkat petani. Ketersediaan benih yang memadai, ketepatan waktu penyaluran, serta pendampingan teknis diharapkan dapat membantu petani melaksanakan kegiatan budidaya secara lebih terarah.
Koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, penyuluh pertanian, dan penyedia benih juga menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kepada kelompok tani sekaligus mendukung kelancaran distribusi sarana produksi pertanian.
Melalui kesiapan penyaluran bantuan benih dan pengawalan pelaksanaan PM-AAS, Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong penerapan pertanian yang lebih produktif dan efisien. Sinergi lintas sektor ini diharapkan memberikan manfaat bagi petani, memperkuat produksi padi daerah, serta mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.
