Gubernur NTT Jalan Kaki 15 Kilometer, Pantau Rumah Warga Tak Layak Huni

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengajak masyarakat membudayakan pola hidup sehat melalui kegiatan Tour de EnTeTe 2026.
Namun, kegiatan jalan kaki sejauh 15 kilometer itu tidak sekadar menjadi ajang olahraga. Gubernur juga memanfaatkannya untuk melihat langsung kondisi rumah warga yang tidak layak huni.
Hal tersebut disampaikan Melki saat membuka kegiatan Tour de EnTeTe 2026 di depan Sekolah Dasar Katolik (SDK) Nurobo, Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, NTT, Rabu (5/11/2026).
Dalam kesempatan yang dihadiri ribuan peserta, Melki menyampaikan, Pemerintah Provinsi NTT menyiapkan bantuan rumah tidak layak huni bagi 10 warga, masing-masing lima orang di Kabupaten Malaka dan lima orang di Kabupaten Belu.
Selama perjalanan, ia bersama rombongan akan melihat langsung kondisi rumah-rumah warga yang menjadi sasaran bantuan tersebut.
“Kita membuat ini dengan jalan kaki dan lari. Sejarah pertama Tour de EnTeTe kita mulai dari Malaka. Kisah hari ini akan menjadi sejarah,” ujar Melki, yang disambut tepuk tangan ribuan peserta.
Menurut dia, kegiatan yang diikuti ribuan pelajar SD hingga SMA dari Kabupaten Malaka, Kabupaten Belu dan Kabupaten Timor Tengah Utara, merupakan gerakan bersama yang harus dilakukan dengan sukarela dan penuh kegembiraan.
Peserta diajak berjalan kaki sejauh 15 kilometer sesuai kemampuan masing-masing. Rangkaian perjalanan itu juga akan dilengkapi dengan kegiatan lari sejauh 10 kilometer.
Melki mengatakan, pemerintah tidak ingin perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi NTT hanya berlangsung sebagai kegiatan seremonial.
Perayaan tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah yang dilalui.
Karena itu, ia meminta agar setiap titik perjalanan menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi rumah warga yang membutuhkan bantuan perbaikan.
Selain persoalan rumah tidak layak huni, Melki juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan provinsi. Ia meminta agar ruas jalan yang dilalui selama kegiatan Tour de EnTeTe mendapat perhatian dan pembenahan.
“Setiap perjalanan, di setiap titik, saya minta kita melihat lima rumah. Sekaligus jalan provinsi harus dibenahi,” katanya.
Pejabat Diminta Menginap di Rumah Warga
Ada hal lain yang menjadi perhatian Melki dalam pelaksanaan Tour de EnTeTe 2026.
Ia meminta para pejabat pemerintah yang mengikuti kegiatan tersebut tidak hanya menginap di hotel, tetapi juga tinggal di rumah warga.
Para pejabat diminta membayar biaya menginap sebagaimana mereka membayar tarif hotel.
Melki menyebut, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung.
Sehingga, kehadiran rombongan pemerintah di setiap daerah diharapkan memberikan manfaat bagi warga setempat.
Selain menggerakkan perekonomian rakyat, Tour de EnTeTe juga diarahkan untuk mendorong pengembangan pariwisata dan gerakan menanam pohon.
“Kita lakukan ini juga dalam rangka menggerakkan ekonomi rakyat dan masyarakat, gerakan pariwisata, serta gerakan tanam pohon,” ujarnya.
Jangkau Tujuh Wilayah
Tour de EnTeTe 2026 merupakan rangkaian kegiatan Pemerintah Provinsi NTT dalam menyambut HUT ke-68 Provinsi NTT. Kegiatan ini berlangsung mulai 4 November hingga 12 Desember 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang dalam tujuh etape yang menjangkau berbagai wilayah, yakni Daratan Timor, Daratan Sumba, Daratan Flores, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Lembata, dan Kabupaten Alor.
Pada etape pertama di Daratan Timor, kegiatan berlangsung 4-7 November 2026 dengan agenda jalan sehat dan lomba lari 10 kilometer di sejumlah kabupaten dan kota.
Selanjutnya, etape kedua berlangsung di Pulau Sumba pada 11-14 November 2026.
Etape ketiga di Pulau Flores dijadwalkan pada 18-21 November 2026.
Setelah itu, kegiatan berlanjut ke Kabupaten Sabu Raijua pada 25-26 November, Kabupaten Rote Ndao pada 27-28 November, Kabupaten Lembata pada 2-3 Desember, serta Kabupaten Alor pada 4-5 Desember 2026.
Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Kupang Exotic Run, berupa lomba lari 10 kilometer di Kota Kupang pada 12 Desember 2026.
Melki berharap, kegiatan yang menjangkau berbagai wilayah kepulauan di NTT tersebut menjadi momentum untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkenalkan potensi daerah.
Ia menegaskan, dimulainya Tour de EnTeTe dari Kabupaten Malaka menjadi bagian dari sejarah baru perayaan hari jadi Provinsi NTT.
“Dari Malaka kita buat sejarah baru di NTT dan Indonesia. Baru pertama kali ulang tahun provinsi digelar seperti ini,” kata Melki.
Usai membuka kegiatan itu, Melki bersama Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dan Bupati Belu.
