Prospek Cuaca NTT 2-8 Juni 2026: Waspadai Angin Kencang Kering Saat Kemarau

Kupang, 2 Juni 2026 – Prospek Cuaca NTT periode 2 hingga 8 Juni 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah mulai memasuki musim kemarau. Kondisi ini ditandai dengan menurunnya pertumbuhan awan dan mulai aktifnya angin monsun timur. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap angin kencang yang bersifat kering.
Secara umum, cuaca di NTT selama sepekan ke depan diperkirakan cerah berawan hingga berawan. Beberapa wilayah masih berpotensi mengalami hujan ringan, terutama pada periode tertentu. Suhu udara diprakirakan berkisar antara 13 hingga 33 derajat Celsius. Sementara itu, kelembaban udara berada pada kisaran 45 hingga 90 persen.
Dalam Prospek Cuaca NTT tersebut, Pulau Timor berpotensi mengalami hujan ringan pada 2 hingga 8 Juni 2026. Pulau Sumba, Pulau Flores, Pulau Alor, dan Pulau Pantar juga berpotensi hujan ringan pada awal periode. Sementara itu, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Adonara, Pulau Solor, dan Pulau Lembata umumnya cerah berawan hingga berawan.
Memasuki musim kemarau, angin kencang kering perlu menjadi perhatian bersama. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Risiko tersebut lebih tinggi pada area dengan vegetasi kering, lahan terbuka, dan kawasan pertanian yang mudah terbakar.
Bagi petani, informasi cuaca mingguan penting untuk mendukung perencanaan kegiatan usaha tani. Jadwal pengairan, pemeliharaan tanaman, dan pengamanan lahan perlu disesuaikan dengan kondisi setempat. Langkah ini membantu menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau.
Dengan memahami Prospek Cuaca NTT, masyarakat dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca mingguan. Kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan, melindungi lahan pertanian, dan mengurangi risiko kebakaran di wilayah NTT.
