Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

​Lahan Tidur 77 Hektar Disulap Jadi Sawah Baru, Bupati Kupang: Jangan Takut Harga Pasaran, Bulog Siap Beli

July 8, 2026July 8, 2026 Artikel
Lahan Tidur 77 Hektar Disulap Jadi Sawah Baru, Bupati Kupang

KUPANG, 08 Juli 2026 – Angin segar berembus bagi para petani di Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur. Lahan tidur seluas 77 hektar yang selama belasan tahun telantar dan dipenuhi semak belukar, kini resmi disulap menjadi area persawahan produktif.

​Pencanangan program Cetak Sawah Baru ini dipimpin langsung oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, pada Selasa (7/7).

Program strategis ini merupakan kolaborasi apik antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Kupang.

Peluang Emas yang Harus Dimanfaatkan​Dalam sambutannya di lokasi cetak sawah, Yosef Lede menegaskan bahwa masyarakat Desa Oelatimo sangat beruntung. Pasalnya, program dari Kemenkes ini sangat selektif dan hanya dijalankan di beberapa lokasi saja di Indonesia secara bertahap.​”

Lahan yang sebelumnya tidak menghasilkan apa-apa ini, kini harus dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Jadi kita semua harus bersyukur dengan memanfaatkan lahan yang dibuka ini,” ujar Yosef menyemangati warga.​Ia juga meminta para petani untuk fokus menanam sebanyak-banyaknya tanpa perlu merisaukan masalah penjualan pascapanen.

​”Tanam sebanyak-banyaknya, jangan takut tidak ada pasar. Pemerintah lewat Bulog pasti akan membelinya!” tegas Yosef Lede meyakinkan.

Tak sekadar membuka lahan, Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen memberikan dukungan hulu hingga hilir.

Yosef Lede berjanji akan mengusahakan bantuan alat-alat pertanian (alsintan) serta infrastruktur pengairan yang krusial bagi keberlanjutan sawah baru tersebut.

”Sarana pengairan seperti bendungan dan pembuatan sumur bor akan diusahakan oleh Pemerintah Kabupaten Kupang untuk mendukung usaha pertanian masyarakat,” tambahnya.​

Kepala Desa Oelatimo, Aprianus Kono, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kementerian Pertanian dan Pemkab Kupang atas bantuan ini.

Aprianus mengisahkan bahwa lahan tersebut sebenarnya sangat subur dan menjadi tumpuan pertanian warga hingga tahun 2007. Namun, aktivitas bertani terhenti total setelah Bendungan Uel 2 rusak parah, menyebabkan kawasan tersebut krisis air dan akhirnya berubah menjadi hutan semak belukar.​

Dengan adanya program cetak sawah dan janji perbaikan sistem irigasi ini, masyarakat Oelatimo optimistis kesejahteraan mereka akan segera meningkat secara signifikan.

Sumber: Kupangberita.com

Post navigation

Previous Previous
Tortila Ubi hingga Labu, Desa Oebelo Siap Luncurkan Produk Unggulan Baru
NextContinue
Pengembangan Kawasan Durian APBN Dukung Hortikultura di Kabupaten TTS
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search