Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Meriahkan Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya HUT RI ke-81

Kupang, 13 Agustus 2026 – Pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya NTT 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT turut hadir membawa semangat pembangunan, budaya, dan kemandirian pangan.
Kegiatan ini mengusung tema “Merajut Keberagaman, Menenun Masa Depan NTT” dengan tagline “NTT BerDAYa”, yang merupakan akronim dari BERbuDaya, bersAtu, dan berkarYa. Tagline tersebut mencerminkan semangat menjaga budaya, memperkuat persatuan, serta terus berkarya untuk pembangunan Nusa Tenggara Timur.
Semangat pawai juga selaras dengan tema HUT ke-81 RI, yaitu “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Bagi sektor pertanian, kedaulatan diwujudkan melalui penguatan produksi, ketersediaan pangan, dan kemandirian daerah.
Keadilan pembangunan berarti manfaat pertanian harus dirasakan petani, pelaku usaha, dan masyarakat di berbagai wilayah NTT. Kemakmuran diwujudkan melalui peningkatan produktivitas, pendapatan petani, dan penguatan ekonomi berbasis pangan lokal. Pertanian menjadi bagian penting dalam perjalanan NTT menuju kemandirian dan kesejahteraan.
Dalam pawai, setiap Peserta menampilkan budaya etnis sesuai hasil undian yang telah ditetapkan panitia. Peserta juga menampilkan busana adat, musik, tarian tradisional, dan kendaraan hias bertema pembangunan.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT menjadikan kendaraan hias sebagai media penyampaian pesan pembangunan pertanian. Visual tersebut menggambarkan modernisasi, kerja petani, ketahanan pangan, serta potensi komoditas unggulan daerah. Pesan pembangunan dihadirkan secara kreatif tanpa meninggalkan kekayaan budaya NTT.
Setiap Perserta juga wajib menampilkan tarian selama tiga menit pada dua titik penilaian. Kekompakan, kesesuaian tema, kostum, properti, disiplin, dan kendaraan hias menjadi bagian penting penilaian.
Melalui partisipasi ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT menegaskan bahwa budaya dan pertanian dapat berjalan beriringan. Dari keberagaman budaya, NTT terus menenun masa depan menuju daerah berdaya, mandiri pangan, adil, dan makmur.





