Kebijakan Kemanusiaan Gubernur Melki Pastikan Penyandang Disabilitas di Manggarai Terlayani Saat Bencana

Dalam situasi tanggap darurat bencana, kecepatan dan ketepatan respons pemerintah adalah kunci. Mewujudkan komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, mendapatkan perlindungan maksimal.
Langkah ini diwujudkan melalui kebijakan kemanusiaan Gubernur Melki Laka Lena terkait Pemenuhan Kebutuhan Makanan, Minuman, Tenda, dan Selimut pada Hari Kejadian Bencana Sebelum Adanya Bantuan. Kebijakan proaktif ini dirancang agar logistik dasar langsung tersedia di hari pertama bencana, sekaligus memastikan jangkauannya menyentuh kelompok paling rentan, termasuk penyandang disabilitas.
Bantuan Tepat Sasaran di Posko Mandiri Disabilitas
Implementasi nyata dari kebijakan ini sangat dirasakan oleh warga di Kabupaten Manggarai. Di Posko Mandiri Disabilitas yang berlokasi di Kelurahan Poco Mal, Kecamatan Langke Rembong, akses terhadap pemenuhan kebutuhan dasar berjalan lancar. Sebanyak 10 Kepala Keluarga (KK) atau 26 jiwa penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan memenuhi kebutuhan mendesak mereka melalui warung atau kios terdekat.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur, yang sudah memberikan kontribusi yang sangat luar biasa buat kami,” ujar Bernadus Jehau, tokoh yang mewakili rekan-rekan penyandang disabilitas tunanetra di posko tersebut.
Bernadus secara khusus mengapresiasi kebijakan yang sangat inklusif ini. Sistem yang diterapkan memungkinkan para penyandang disabilitas untuk berbelanja kebutuhan pokok di kios terdekat dengan pendampingan, sehingga mereka tidak perlu menunggu distribusi bantuan dari luar daerah yang membutuhkan waktu tempuh.
Gerakkan Ekonomi Lokal di Tengah Masa Kritis
Selain fokus pada penyelamatan dan pemenuhan hak dasar korban bencana, kebijakan kemanusiaan Gubernur Melki ini turut membawa dampak ganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal. Di saat aktivitas warga lumpuh, roda ekonomi skala mikro tetap bergerak.
Hal ini dialami langsung oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Melalui Kios Feri milik Ferialis Saba di Kelurahan Tenda, masyarakat terdampak dapat langsung mengambil barang sesuai keperluan darurat mereka. Sementara itu, untuk pembayaran atas barang-barang tersebut akan ditanggung dan diselesaikan oleh pemerintah sesuai dengan mekanisme yang telah diatur.
Komitmen No One Left Behind
Bagi Gubernur Melki Laka Lena, penanganan bencana di NTT harus memegang teguh prinsip No One Left Behind—tidak boleh ada satu pun kelompok masyarakat yang tertinggal. Respons jajaran pemerintah daerah dituntut untuk selalu cepat, tepat, dan mampu menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha lokal, dan masyarakat sipil, fase tanggap darurat di NTT diharapkan dapat dilewati dengan solidaritas tinggi, memastikan setiap jiwa terlindungi dengan martabat yang terjaga.
#AyoBangunNTT #IndonesiaTerang
