Monitoring Tanaman Padi dan Infrastruktur Pertanian Pascagempa di Manggarai Timur

Pada 25 Agustus 2026, dilakukan monitoring tanaman padi di persawahan Bea Lalang, Desa Tengku Leda. Kegiatan berlangsung di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Monitoring bertujuan mengetahui perkembangan tanaman serta kondisi pertanaman setelah gempa bumi.
Pemantauan mencakup kondisi pertumbuhan tanaman padi sawah di lokasi tersebut. Pengamatan dilakukan untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik sesuai kondisi lapangan. Hasil pemantauan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah tindak lanjut.
Selain pertumbuhan tanaman, dilakukan pengamatan terhadap Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Pengendalian OPT menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tanaman padi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah gangguan yang dapat menurunkan produktivitas tanaman.
Kegiatan juga mencakup pemeriksaan infrastruktur pertanian yang terdampak gempa bumi. Gempa bumi tersebut terjadi pada 15 Agustus 2026 dan berdampak pada sejumlah fasilitas pertanian. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan selanjutnya.
Lokasi pemeriksaan berada di kawasan persawahan Bea Lalang, Desa Tengku Leda. Lokasi tersebut berada di sepanjang Jalan Ruteng–Benteng Jawa, Kecamatan Lamba Leda. Pemeriksaan lapangan menjadi bagian penting dalam pendataan kondisi infrastruktur pertanian pascagempa.
Melalui kegiatan ini, kondisi tanaman dan sarana pertanian dapat dipantau secara langsung. Data lapangan diharapkan mendukung penanganan yang tepat terhadap dampak bencana. Upaya tersebut juga mendukung keberlanjutan produksi padi serta aktivitas pertanian masyarakat setempat.
