DISTMart di CFD Kupang Dekatkan Bibit Unggul Hortikultura kepada Masyarakat

Kupang – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) mendekatkan pelayanan perbenihan kepada masyarakat melalui DISTMart pada kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Kupang, Sabtu, 5 September 2026. Berbagai bibit tanaman buah dan tanaman hias ditawarkan langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperluas akses terhadap bibit bermutu sekaligus mendukung penerimaan daerah dari pelayanan dan produk yang dikelola pemerintah.
Kehadiran DISTMart di ruang publik menjadi salah satu cara untuk mempertemukan pelayanan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat secara lebih mudah dan langsung. Masyarakat yang mengikuti kegiatan CFD dapat melihat jenis bibit yang tersedia sekaligus menyampaikan kebutuhan tanaman yang diminati.
Bibit Buah dan Tanaman Hias Jadi Perhatian Masyarakat
Pada kegiatan tersebut, UPTD Perbenihan TPH menyediakan sejumlah bibit hortikultura, di antaranya mangga, jeruk, rambutan, dan sukun. Selain tanaman buah, tersedia pula bunga bougenvil dalam empat pilihan warna.
Respons masyarakat tidak hanya terlihat dari pembelian bibit yang tersedia. Sejumlah pengunjung juga menyampaikan permintaan terhadap jenis tanaman lain, antara lain lengkeng, durian, jeruk nipis, dan jeruk purut.
Permintaan tersebut menjadi informasi penting bagi pengelola perbenihan dalam melihat kebutuhan masyarakat terhadap komoditas hortikultura. Informasi langsung dari masyarakat dapat menjadi salah satu bahan dalam menyesuaikan penyediaan bibit dengan kebutuhan di lapangan, dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan, proses produksi, serta standar teknis perbenihan.
UPTD Perbenihan TPH menjalankan fungsi penyediaan dan pengembangan benih serta bibit tanaman pangan dan hortikultura. Pemeliharaan tanaman, pemilihan bahan perbanyakan, serta proses produksi yang baik menjadi bagian penting untuk menghasilkan bahan tanam bermutu yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Mendekatkan Bibit Bermutu dan Mendukung Penerimaan Daerah
Penjualan melalui DISTMart memberikan manfaat bagi masyarakat karena membuka akses yang lebih langsung terhadap bibit tanaman untuk kebutuhan pekarangan, kebun, maupun pengembangan usaha budidaya. Di sisi lain, pemanfaatan hasil produksi unit pelayanan juga dapat mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai dengan mekanisme penerimaan yang berlaku.
Pelayanan langsung melalui kegiatan CFD turut memperpendek jalur informasi antara penyedia bibit dan masyarakat. Pemerintah dapat mengetahui jenis tanaman yang banyak dicari, sementara masyarakat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap informasi dan ketersediaan bibit dari unit perbenihan pemerintah.
Dalam jangka lebih luas, ketersediaan bahan tanam bermutu merupakan salah satu unsur penting dalam peningkatan produktivitas pertanian. Penyediaan bibit perlu berjalan beriringan dengan penerapan teknologi perbenihan dan budidaya yang sesuai dengan kondisi wilayah NTT sehingga tanaman yang dikembangkan memiliki peluang tumbuh dan berproduksi dengan baik.
Langkah ini sekaligus mendukung penguatan sektor pertanian dari hulu hingga hilir. Produksi bibit berkualitas di tingkat perbenihan menjadi bagian awal dari rantai produksi pertanian. Ketika bahan tanam semakin mudah diperoleh masyarakat, peluang pengembangan komoditas buah, tanaman pekarangan, dan usaha hortikultura lokal juga semakin terbuka.
Pelayanan Pertanian Semakin Dekat dengan Masyarakat
Kehadiran DISTMart di CFD menunjukkan bahwa pelayanan pertanian dapat menjangkau masyarakat melalui berbagai ruang aktivitas publik, tidak hanya di kantor maupun lokasi produksi. Pendekatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan hasil perbenihan pemerintah daerah kepada masyarakat.
Pencatatan terhadap jenis bibit yang paling banyak diminati maupun permintaan masyarakat juga dapat menjadi bahan untuk meningkatkan pelayanan yang lebih responsif. Dukungan teknologi perbenihan, penguatan produksi di unit pembibitan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi penting agar ketersediaan bahan tanam semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi masing-masing wilayah.
Melalui pelayanan yang semakin dekat, penguatan sistem perbenihan, serta pemanfaatan ruang publik sebagai titik temu dengan masyarakat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT terus mendorong sektor pertanian yang lebih produktif dan terhubung dari hulu hingga hilir.
Upaya tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap bibit bermutu, memperkuat pengembangan komoditas lokal, meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur.
