Sinergi Bappenas, BPS, dan Pemprov NTT Dorong Pemulihan Ekonomi Flores Pascagempa

Kupang – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur mendampingi Gubernur NTT dalam menerima kunjungan kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kepala Biro Ekonomi, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Pertemuan tersebut membahas kondisi perekonomian NTT pascagempa Flores, sekaligus memperkuat strategi percepatan pemulihan dan pembangunan kembali sektor-sektor ekonomi yang terdampak.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memastikan proses pemulihan berjalan secara terarah, berbasis data, serta sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Pemulihan Flores Didorong Melalui Kolaborasi Berbasis Data
Dampak gempa Flores tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi infrastruktur, tetapi juga terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, proses pemulihan membutuhkan langkah terpadu yang melibatkan berbagai sektor agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap.
Kehadiran Bappenas dan BPS menjadi bagian penting dalam memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data. Informasi kondisi ekonomi, sosial, dan sektor produktif menjadi dasar dalam menentukan kebijakan serta langkah prioritas pemulihan yang tepat sasaran.
Melalui koordinasi lintas instansi, pemerintah terus mendorong agar pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada penanganan dampak, tetapi juga diarahkan pada penguatan kembali sektor-sektor yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Sektor Pertanian Jadi Salah Satu Fondasi Kebangkitan Ekonomi
Sebagai salah satu sektor utama perekonomian NTT, pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Flores yang banyak bergantung pada aktivitas pertanian.
Penguatan sektor pertanian menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan, mempertahankan pendapatan masyarakat, serta menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat lokal.
Dalam proses pembangunan kembali, dukungan terhadap sektor pertanian terus diarahkan pada penguatan produksi, efisiensi rantai pasok, peningkatan nilai tambah hasil pertanian, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, petani, dan berbagai pihak terkait.
Di tengah upaya pemulihan tersebut, indikator ekonomi pertanian NTT juga menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Nilai Tukar Petani (NTP) NTT pada Agustus 2026 tercatat sebesar 101,29 atau meningkat 1,10 persen dibandingkan Juli 2026 yang berada pada angka 100,19.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi masyarakat pertanian mulai bergerak menuju arah yang lebih baik dan menjadi modal penting dalam mendukung pemulihan ekonomi daerah.
Membangun Kembali Flores Secara Bertahap
Pemulihan pascagempa Flores membutuhkan kerja bersama dan komitmen berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga perencana pembangunan, penyedia data, serta masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat proses pemulihan.
Melalui kolaborasi yang kuat, pembangunan NTT terus diarahkan untuk memperkuat sektor unggulan daerah, meningkatkan pelayanan masyarakat, serta menciptakan ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Dari sektor pertanian dan berbagai potensi lokal yang dimiliki, Flores dan NTT terus bergerak untuk bangkit secara bertahap.
Ayo Bangun Indonesia, Ayo Bangun NTT.
