Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Pertanian Sumbang 30 Persen Ekonomi NTT, BPS Diminta Jangan Berhenti di Angka

September 15, 2026September 15, 2026 Artikel
Pertanian Sumbang 30 Persen Ekonomi NTT, BPS Diminta Jangan Berhenti di Angka

KUPANG — Sektor pertanian masih menjadi salah satu mesin utama ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai sekitar 28 hingga 30 persen.

Namun, besarnya kontribusi itu sekaligus menyimpan pekerjaan besar: bagaimana angka pertumbuhan pertanian benar-benar diterjemahkan menjadi peningkatan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan petani.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy saat bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengunjungi Kantor BPS Provinsi NTT, Senin (14/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, BPS NTT memaparkan sejumlah indikator pembangunan daerah, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, struktur ekonomi, pertanian, pendidikan, industri pengolahan hingga kemiskinan.

Rachmat menegaskan BPS memiliki posisi penting karena data yang dihasilkan harus mampu membantu pemerintah melihat persoalan pembangunan secara lebih nyata, bukan sekadar menjadi deretan angka dalam laporan.

Ia menyebut BPS sebagai “meteran pembangunan”. Menurutnya, pemerintah membutuhkan alat ukur yang akurat untuk mengetahui capaian pembangunan sekaligus menentukan kebijakan berikutnya.
“BPS sebagai penyedia data pembangunan tidak hanya mencatat kondisi daerah, tetapi juga mampu memberikan makna terhadap angka-angka tersebut sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan,” kata Rachmat.

Rachmat melihat peluang besar NTT berada pada sektor pertanian. Menurutnya, ketika produktivitas pertanian meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga dapat menggerakkan perdagangan, transportasi, pengolahan dan sektor ekonomi lainnya.

Ia memberikan contoh produktivitas jagung NTT yang berada di kisaran 2,6 ton per hektare. Jika produktivitas tersebut dapat didorong hingga 4 ton per hektare, maka terjadi peningkatan produksi yang cukup besar dan berpotensi memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Sumber: Fokusnusatenggara.com

Post navigation

Previous Previous
Sinergi Bappenas, BPS, dan Pemprov NTT Dorong Pemulihan Ekonomi Flores Pascagempa
NextContinue
Kebun Dinas Mainang Optimalkan Pengolahan Kopi Melalui Penggunaan Mesin Huller untuk Tingkatkan Nilai Tambah Produk
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search