Belajar dari Lahan, CPNS Distankp NTT Ikut Rawat Jagung Hibrida di Demplot Oepura

Kupang – Tim Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) bersama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan pemeliharaan tanaman jagung di Demplot 2 Gelar Teknologi Jagung Hibrida Oepura, Kota Kupang, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan meliputi pengendalian gulma menggunakan herbisida serta penyulaman tanaman jagung hibrida varietas Bioseed 59. Selain menjaga kondisi pertanaman, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi CPNS agar dapat memahami secara langsung tahapan pengembangan dan pemeliharaan jagung hibrida.
Sesuai arahan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, CPNS dilibatkan secara bergiliran untuk turun ke lahan. Melalui pola tersebut, para CPNS tidak hanya mengenal pelaksanaan program pertanian dari sisi administrasi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai kegiatan teknis di lapangan.
Rawat Pertanaman Jagung Bioseed 59
Pengendalian gulma menjadi salah satu bagian penting dalam pemeliharaan jagung. Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman dapat bersaing dalam memperoleh air, unsur hara, cahaya, dan ruang tumbuh sehingga perlu dikendalikan sesuai kondisi pertanaman.
Pada kegiatan di Demplot 2 Oepura, Tim Bidang TPH melakukan pengendalian gulma menggunakan herbisida pada area yang membutuhkan penanganan.
Selain itu, dilakukan penyulaman pada tanaman jagung Bioseed 59 yang tidak tumbuh atau memerlukan penggantian. Penyulaman dilakukan untuk membantu mempertahankan populasi tanaman dan menjaga kondisi pertanaman agar tetap seragam.
Tahapan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemeliharaan demplot setelah proses penanaman. Perkembangan tanaman terus diamati sehingga kebutuhan penanganan dapat diketahui sejak awal.
CPNS Belajar Langsung dari Praktik di Lapangan
Keterlibatan CPNS menjadi bagian penting dalam kegiatan kali ini. Para CPNS mendapatkan kesempatan untuk melihat dan mengikuti langsung proses pemeliharaan jagung hibrida, mulai dari mengenali kondisi tanaman hingga memahami tindakan yang diperlukan ketika ditemukan gulma maupun tanaman yang tidak tumbuh optimal.
Pembelajaran langsung di lahan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan hanya mempelajari kegiatan pertanian dari dokumen atau kegiatan perkantoran. Melalui praktik lapangan, CPNS dapat memahami bahwa pengembangan tanaman pangan membutuhkan pemantauan dan pemeliharaan secara berkelanjutan.
Kegiatan secara bergiliran juga membuka kesempatan bagi lebih banyak CPNS untuk mengenal tahapan budidaya dan pengembangan jagung hibrida. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan di sektor pertanian.
Demplot Oepura Jadi Ruang Belajar Bersama
Demplot 2 Gelar Teknologi Jagung Hibrida Oepura tidak hanya menjadi lokasi pertanaman, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk melihat penerapan teknologi budidaya secara langsung.
Melalui demplot, perkembangan tanaman dapat diamati dari waktu ke waktu, termasuk berbagai tindakan pemeliharaan yang dibutuhkan pada setiap fase pertumbuhan. Proses ini memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana teknologi budidaya diterapkan di lapangan dan bagaimana kondisi tanaman menjadi dasar dalam menentukan tindakan berikutnya.
Pengembangan jagung hibrida melalui penggunaan varietas unggul dan penerapan teknologi budidaya merupakan salah satu upaya untuk mendukung peningkatan produktivitas tanaman pangan. Demplot menjadi sarana penting untuk mempertemukan pengetahuan teknis dengan praktik langsung di lapangan.
Keterlibatan Tim Bidang TPH bersama CPNS dalam pemeliharaan Demplot 2 juga memperkuat proses transfer pengetahuan antaraparatur. Pengalaman tersebut diharapkan membentuk sumber daya manusia pertanian yang semakin memahami kondisi lapangan serta mampu menghubungkan aspek teknis, teknologi, dan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui pemeliharaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Demplot Gelar Teknologi Jagung Hibrida Oepura diharapkan terus menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan teknologi budidaya yang dapat mendukung penguatan produksi jagung di Nusa Tenggara Timur.
