Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Intervensi Desa Distankp NTT di Manufui, Festival B2SA Perkuat Gizi dan Ekonomi Masyarakat

September 28, 2026September 28, 2026 Artikel
Intervensi Desa Distankp NTT di Manufui, Festival B2SA Perkuat Gizi dan Ekonomi Masyarakat

Timor Tengah Selatan – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT (Distankp NTT) melaksanakan Intervensi Desa melalui Festival Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di Desa Manufui, Kecamatan Santian, Kabupaten Timor Tengah Selatan, pada 25–26 September 2026. Kegiatan ini mengintegrasikan edukasi pangan dan gizi dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan pangan lokal, pemberdayaan UMKM, Gerakan Pangan Murah, peningkatan keterampilan pengolahan pangan, serta dukungan sarana bagi masyarakat.

Selama dua hari, festival diisi dengan dialog desa, pameran UMKM, penyerahan bantuan mesin pengolahan pangan lokal, Gerakan Pangan Murah (GPM), bimbingan teknis pengolahan pangan lokal, pemberian makanan B2SA kepada 150 anak, serta pagelaran seni budaya. Rangkaian tersebut membuka ruang keterlibatan masyarakat sekaligus mendekatkan pelayanan pemerintah dengan kebutuhan dan potensi yang ada di Desa Manufui.

Pada kegiatan tanggal 26 September 2026, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menyampaikan sambutan Gubernur NTT. Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya membangun ketahanan pangan dari desa, memperbaiki kualitas konsumsi keluarga, menggali potensi pangan setempat, serta meningkatkan nilai ekonomi komoditas yang dihasilkan masyarakat. Festival B2SA sendiri secara resmi ditempatkan sebagai bagian dari pelaksanaan Intervensi Desa oleh perangkat daerah di Manufui.

Intervensi Desa Menyentuh Pangan, Gizi, dan Ekonomi Masyarakat

Intervensi Desa Menyentuh Pangan, Gizi, dan Ekonomi Masyarakat

Intervensi Desa di Manufui dirancang agar program pemerintah tidak hanya hadir dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi memberi ruang bagi pemetaan potensi, penguatan kapasitas masyarakat, serta dukungan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Dalam skema Intervensi Desa yang dijelaskan pada kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT mengalokasikan Rp100 juta per desa. Sebesar Rp50 juta diarahkan dalam bentuk bantuan barang kepada masyarakat, sedangkan bagian lainnya digunakan untuk mendukung pelaksanaan intervensi. Pendekatan ini diarahkan agar potensi desa dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang lebih nyata bagi masyarakat.

Di Manufui, pendekatan tersebut diterjemahkan melalui berbagai kegiatan yang saling berkaitan. Dialog desa menjadi ruang untuk melihat kebutuhan dan potensi masyarakat, sementara pameran UMKM menghadirkan produk yang berkembang di tingkat lokal. Bantuan mesin dan bimbingan teknis pengolahan pangan memberikan dukungan dari sisi teknologi dan keterampilan, sedangkan Gerakan Pangan Murah menyentuh aspek keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Gerakan Pangan Murah juga merupakan salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk membantu menjaga keterjangkauan pangan. Badan Pangan Nasional pada 2026 terus menempatkan GPM sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan, yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai instansi terkait.

Dengan pola tersebut, intervensi di desa tidak berdiri pada satu sektor. Pangan, gizi, teknologi pengolahan, UMKM, akses pasar dan pelayanan masyarakat ditempatkan dalam satu rangkaian yang saling mendukung.

Pangan Lokal Manufui Didorong Naik Kelas

  • B2SA Tidak Hanya Bicara Menu, tetapi Juga Potensi Desa
  • Dari Gerakan Pangan Murah hingga Makanan B2SA untuk 150 Anak
  • Pangan Lokal Manufui Didorong Naik Kelas

Salah satu fokus penting Festival B2SA adalah mendorong masyarakat melihat kembali potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. Desa Manufui memiliki singkong dan pisang yang dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi bahan baku berbagai produk olahan.

Potensi tersebut menjadi relevan dengan pemberian bantuan mesin pengolahan pangan lokal serta pelaksanaan bimbingan teknis. Masyarakat tidak hanya didorong menghasilkan komoditas, tetapi juga meningkatkan kemampuan dalam mengolah hasil produksi menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Pengembangan singkong dan pisang di Manufui diarahkan agar komoditas tersebut dapat menghasilkan produk yang semakin berkualitas, berdaya saing dan memberikan tambahan nilai ekonomi kepada masyarakat.

Pola seperti ini juga memberi peluang lebih besar bagi UMKM desa. Ketika bahan baku tersedia di sekitar sentra produksi dan proses pengolahannya dapat dilakukan lebih dekat dengan masyarakat, rantai pasok menjadi lebih pendek dan nilai tambah hasil pertanian berpeluang lebih banyak berputar di tingkat lokal.

Pengembangan produk berbasis potensi desa tersebut sejalan dengan arah nasional percepatan penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal. Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 antara lain mendorong penguatan industri pangan lokal dan UMKM, optimalisasi pekarangan, pengembangan teknologi, serta peningkatan jangkauan distribusi dan pemasaran produk pangan olahan lokal secara lebih efisien.

Dalam pengembangan selanjutnya, produk olahan singkong dan pisang Manufui juga diharapkan mempunyai peluang pemasaran yang semakin luas, termasuk melalui jejaring pemasaran produk lokal di NTT.

B2SA Dikenalkan Sejak Anak hingga Keluarga

B2SA Dikenalkan Sejak Anak hingga Keluarga

Penguatan ekonomi masyarakat dalam festival berjalan berdampingan dengan edukasi konsumsi pangan. Salah satu bentuknya adalah pemberian makanan B2SA kepada 150 anak.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan pola konsumsi yang beragam sejak usia anak. Pangan B2SA menekankan bahwa kebutuhan tubuh tidak cukup dipenuhi hanya dari satu jenis pangan, tetapi memerlukan kombinasi sumber karbohidrat, protein, sayuran dan buah dengan jumlah yang seimbang serta aman dikonsumsi.

Badan Pangan Nasional mendefinisikan kegiatan B2SA sebagai sarana sosialisasi, edukasi dan implementasi konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman berbasis pada potensi sumber daya lokal. Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk membantu meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat.

Bagi NTT, diversifikasi pangan memiliki ruang yang besar karena daerah ini memiliki beragam sumber karbohidrat lokal. Jagung, sorgum dan umbi-umbian merupakan bagian dari sumber pangan yang sejak lama dikonsumsi masyarakat. Festival B2SA di Manufui karena itu juga menjadi sarana untuk kembali menempatkan pangan lokal sebagai bagian dari pilihan konsumsi keluarga.

Arah tersebut sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong masyarakat meningkatkan pengetahuan dan kebiasaan mengonsumsi pangan B2SA sekaligus mengarusutamakan produksi dan konsumsi pangan lokal.

Selain konsumsi, keluarga juga didorong memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi. Pemanfaatan pekarangan dapat membantu menyediakan bahan pangan segar untuk rumah tangga dan, apabila dikembangkan secara produktif, membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga.

Festival Pangan B2SA di Manufui pada akhirnya mempertemukan dua kebutuhan penting pembangunan desa: keluarga yang memperoleh pangan lebih beragam dan bergizi, serta masyarakat yang mampu memperoleh nilai ekonomi lebih besar dari potensi pangan di sekitarnya.

Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, UMKM dan berbagai unsur terkait, Intervensi Desa Distankp NTT diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan hasil pertanian lokal, memperluas keterampilan pengolahan, mendekatkan akses pangan, dan membuka ruang pemasaran yang lebih baik. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pangan NTT yang semakin kuat dari tingkat desa, dengan potensi lokal sebagai salah satu penggeraknya.

Post navigation

Previous Previous
Distankp NTT Pantau Cetak Sawah Rakyat di Oebelo, Pastikan Kesiapan Lahan dan Sumber Irigasi
NextContinue
Distankp NTT Serahkan Benih Hortikultura kepada Kelompok Tani Nazaret di Tuafanu
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search