Panen Raya Jagung di Sulamu Tembus 10 Ton per Hektar, Bupati Kupang Garansi Hasil Panen Dibeli Pemerintah

Pemerintah Kabupaten Kupang bersama kelompok tani, Bo’oen, Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, menggelar panen raya jagung pada musim tanam kedua. Di tengah tantangan cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang berkepanjangan, para petani setempat mampu mencatatkan hasil produktivitas yang signifikan mencapai 8 hingga 10 ton per hektar.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, Sabtu (26/9) di Desa Pantulan.
“Hari ini kita melakukan panen raya bersama kelompok tani Bo’oen di Desa Pantulan. Dari total 30 hektar lahan yang dipanen hari ini, per hektarnya mampu menghasilkan kurang lebih 8 hingga 10 ton,” ujar Yosef Lede di lokasi panen.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor serta komitmen daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto hingga ke tingkat desa.
Penggunaan bibit unggul varietas Pertiwi 3 dinilai sangat cocok dengan karakteristik lahan setempat sehingga mampu menghasilkan produksi panen yang maksimal.
Terkait dengan pemasaran dan kekhawatiran petani akan anjloknya harga jual saat panen melimpah, Bupati Kupang memberikan jaminan penuh bahwa pemerintah siap menampung seluruh hasil panen petani melalui Bulog.
”Berapa pun yang ditanam, pemerintah memberikan garansi bahwa hasil panen akan diambil. Jika ada kelebihan dari kebutuhan rumah tangga dan ingin dijual, Bulog siap menyerap sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” tegasnya.
Untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah musim kemarau, Bupati Kupang juga menjanjikan penambahan bantuan berupa 5 ton bibit jagung serta bantuan mesin pompa air kepada kelompok tani setempat dalam waktu dekat.
Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Partai Perindo, Mesak Mbura, menyampaikan dorongan moral dan semangat kepada para petani lokal agar tetap optimis serta konsisten dalam mengolah lahan pertanian mereka.
Mesak Mbura menekankan pentingnya sinergitas antara para petani, pemerintah desa, hingga Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).
Menurutnya, kolaborasi yang kuat di tingkat tapak menjadi kunci utama dalam mendorong produktivitas dan kemajuan sektor pertanian di wilayah tersebut.
”Kita berharap kelompok tani ini tetap bersemangat. Kepala Desa, PPL, dan semua pihak yang terlibat dapat terus berkolaborasi dan bekerja sama untuk memberikan dukungan nyata kepada masyarakat agar terus bekerja dengan luar biasa,” ujar Mesak Mbura.
Lebih lanjut, Mesak juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Kupang yang telah meluangkan waktu untuk hadir langsung di tengah-tengah para petani.
Kehadiran pimpinan daerah tersebut dinilai menjadi suntikan motivasi besar bagi masyarakat tani dalam meningkatkan perekonomian desa.
Marketing Executive NTT PT Agri Makmur Pertiwi, Erwin Priyambudi, menjelaskan bahwa varietas Jagung Pertiwi 3 secara khusus diperkenalkan untuk menjawab tantangan iklim di wilayah NTT yang sering mengalami kekurangan air.
Selain tahan terhadap kondisi minim air, benih ini dipasarkan dengan harga yang sangat terjangkau bagi para petani.
”Varietas Jagung Pertiwi 3 ini kami kenalkan khusus untuk daerah yang kekurangan air, khususnya di wilayah NTT.
Harganya murah dan terjangkau, tetapi mampu menghasilkan panen yang luar biasa,” ujar Erwin.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung sektor pertanian di Kabupaten Kupang, pihak perusahaan telah mendistribusikan sekitar 200 kilogram bibit jagung kepada kelompok tani setempat.
Selain dijual langsung ke petani, sebagian benih—sekitar 50 kilogram—juga dimanfaatkan untuk pembuatan percontohan lahan (demplot) guna membuktikan kualitas serta daya tahan benih tersebut di lapangan.
Erwin menegaskan, peran PT Agri Makmur Pertiwi saat ini berfokus pada penyediaan benih berkualitas dan memberikan dukungan penuh kepada program-program Pemerintah Kabupaten Kupang.
”Kami ingin membuktikan bahwa pihak swasta juga dapat berkontribusi aktif dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kupang dalam meningkatkan hasil pertanian menuju pencapaian swasembada pangan di daerah ini,” pungkasnya.
Kepala Desa Pantulan, Buce Pah, menyampaikan bahwa suksesnya pengelolaan lahan ini tak lepas dari kerja sama strategis dengan pihak Pertiwi dalam penyediaan bibit unggul.
“Melalui skema kemitraan yang meringankan, para petani dapat memperoleh bibit terlebih dahulu dan baru melunasinya setelah masa panen usai.
Menariknya, hasil panen jagung pada Musim Tanam (MT) 2 ini diserap langsung oleh pasar tanpa hambatan,” ujar Buce Pah.
Menurut Buce Pah, para pembeli dan warga sekitar datang langsung ke lokasi panen untuk membeli jagung dengan harga yang cukup kompetitif, yakni Rp7.000 per kilogram.
Proses penanaman jagung di wilayah ini dilakukan secara bertahap sejak bulan Mei, Juni, hingga Juli.
Setelah menyelesaikan siklus panen jagung, para petani Desa Pantulan bersiap memasuki Musim Tanam 3 (MT 3) dengan beralih ke komoditas kacang hijau untuk menjaga produktivitas lahan secara berkelanjutan.
Panen raya ini turut dihadiri oleh jajaran DPRD Kabupaten Kupang, unsur dinas terkait, jajaran Forkopimcam (Camat, Polsek, Koramil), tokoh masyarakat, serta perwakilan tokoh agama lokal.
