BBI Noelbaki Optimalkan Pengairan Blok 3 dan Pengemasan Benih Padi

KABUPATEN KUPANG, 27 Oktober 2026 – Balai Benih Induk (BBI) Noelbaki melalui UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Seksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melaksanakan kegiatan pengairan lahan pertanaman padi di Blok 3 serta pengemasan benih padi pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, ini merupakan bagian dari upaya pemeliharaan pertanaman dan pengelolaan hasil perbenihan untuk mendukung penyediaan benih padi bermutu di NTT.
Dua kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam pengelolaan perbenihan, mulai dari menjaga ketersediaan air bagi tanaman di lapangan hingga menyiapkan hasil produksi benih melalui penanganan dan pengemasan yang tertib.
Pengairan Blok 3 untuk Menjaga Pertumbuhan Padi
Kegiatan pengairan dilaksanakan di areal pertanaman Blok 3 BBI Noelbaki dengan memanfaatkan mesin pompa air yang dihubungkan menggunakan selang untuk mengalirkan air menuju lahan persawahan.
Sejumlah petugas terlibat langsung dalam pengoperasian pompa, pemasangan selang, serta pengaturan aliran air menuju petakan sawah. Pengairan dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman padi sehingga kondisi pertanaman tetap terjaga selama proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan budidaya padi, terutama pada lahan yang digunakan untuk perbanyakan benih. Pengelolaan air yang tepat membantu menjaga kondisi tanaman, mendukung penyerapan unsur hara, serta mengurangi risiko gangguan pertumbuhan akibat keterbatasan air.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pemeliharaan pertanaman yang dilaksanakan secara berkelanjutan di BBI Noelbaki guna menjaga potensi hasil dan kualitas calon benih padi.
Pengemasan Benih Padi Mendukung Kesiapan Perbenihan
Selain pengairan di lapangan, petugas BBI Noelbaki juga melaksanakan kegiatan pengemasan benih padi di fasilitas penanganan dan penyimpanan benih.
Aktivitas tersebut meliputi penanganan karung benih, pemindahan kemasan, serta penataan benih di dalam ruangan. Pengaturan kemasan dilakukan untuk mendukung penyimpanan yang lebih tertib sekaligus mempermudah penanganan benih pada tahapan berikutnya.
Pengemasan merupakan salah satu bagian penting dalam proses pengelolaan benih setelah panen dan pengolahan. Penanganan yang baik diperlukan untuk membantu melindungi benih dari pengaruh lingkungan penyimpanan dan mengurangi risiko kerusakan selama proses pemindahan maupun pengangkutan.
Dalam sistem perbenihan, kualitas benih tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan budidaya di lapangan, tetapi juga melalui proses penanganan pascapanen, pengujian mutu, pengemasan, dan penyimpanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Oleh karena itu, kegiatan pengemasan perlu dilaksanakan secara cermat agar benih yang dihasilkan dapat dipersiapkan dengan baik untuk mendukung kebutuhan pertanian.
Perkuat Penyediaan Benih Padi Bermutu di NTT
Pelaksanaan pengairan dan pengemasan benih padi di BBI Noelbaki menjadi bagian dari penguatan pengelolaan perbenihan tanaman pangan di Nusa Tenggara Timur.
Melalui pemeliharaan pertanaman yang berkesinambungan serta pengelolaan hasil produksi yang tertib, BBI Noelbaki diharapkan dapat terus mendukung ketersediaan benih bermutu bagi petani.
Penguatan produksi benih di tingkat daerah juga memiliki peran penting dalam membangun sistem pertanian yang lebih efisien. Ketersediaan sumber benih lokal berpotensi mendekatkan kebutuhan sarana produksi kepada petani, mendukung kelancaran musim tanam, serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan benih dari luar daerah.
Upaya tersebut sejalan dengan arah pembangunan pertanian NTT yang menitikberatkan pada peningkatan produktivitas, optimalisasi sarana pertanian, dan penguatan potensi produksi lokal.
Melalui kerja sama petugas lapangan dan pengelola perbenihan, BBI Noelbaki terus menjalankan kegiatan pemeliharaan dan penanganan benih secara berkelanjutan. Konsistensi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penyediaan benih padi bermutu, peningkatan produktivitas pertanian, dan penguatan ketahanan pangan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
