BBI Tarus Panen Jagung Hibrida R118, Perkuat Produksi Benih Tanaman Pangan

Kupang, 7 Oktober 2026 – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT melaksanakan panen jagung hibrida varietas R118 di Blok 1 Balai Benih Induk (BBI) Tarus, UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan panen merupakan bagian dari upaya pengembangan dan penyediaan benih jagung hibrida yang bermutu untuk mendukung kebutuhan budidaya tanaman pangan. Pelaksanaan panen dilakukan secara bersama-sama dengan memperhatikan ketepatan umur panen dan kualitas hasil sebagai tahapan penting sebelum memasuki proses penanganan benih selanjutnya.
Dari Budidaya hingga Panen R118 di BBI Tarus
Varietas R118 bukan merupakan tanaman yang baru diperkenalkan di BBI Tarus. Dalam kegiatan Gelar Teknologi Jagung Hibrida Tahun 2026, R118 menjadi salah satu varietas yang ditanam dan diamati perkembangannya bersama sejumlah varietas jagung hibrida lainnya.
Pemantauan pada Juni 2026 mencatat varietas R118 berada pada petak pengembangan PT Soebandi Raja Agriculture. Keberadaan berbagai varietas dalam satu kawasan BBI Tarus memberikan ruang untuk mengamati pertumbuhan, perkembangan, serta respons tanaman dalam kondisi lahan yang sama.
Rangkaian tersebut menjadi bagian dari fungsi BBI Tarus sebagai tempat pengembangan perbenihan sekaligus lokasi penerapan teknologi pertanian. Sebelumnya, Gelar Teknologi di BBI Tarus juga melibatkan pemerintah daerah, produsen benih, penyedia pupuk, lembaga teknis, perguruan tinggi, penyuluh dan petani.
Panen R118 pada 7 Oktober 2026 menjadi tahapan lanjutan dari proses budidaya tersebut. Pada tahap ini, ketepatan waktu panen perlu diperhatikan untuk menjaga mutu hasil dan mendukung proses penanganan calon benih selanjutnya.
Perkuat Ketersediaan Benih Tanaman Pangan
Produksi benih merupakan salah satu mata rantai penting dalam pengembangan tanaman pangan. Ketersediaan benih yang bermutu membantu petani memperoleh bahan tanam yang lebih terjamin untuk mendukung proses budidaya dan peningkatan produktivitas.
Melalui UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura, pengembangan produksi benih di BBI Tarus diarahkan untuk memperkuat ketersediaan benih dari daerah sekaligus mendekatkan sumber benih dengan wilayah pertanian dan petani yang membutuhkannya.
Penguatan fungsi BBI Tarus dalam produksi benih juga telah dilakukan melalui berbagai kegiatan perbenihan sebelumnya. Pada Maret 2026, BBI Tarus melaksanakan panen jagung varietas Lamuru untuk mendukung penyediaan benih, menunjukkan bahwa kegiatan produksi dan perbanyakan benih menjadi bagian berkelanjutan dari pengelolaan balai tersebut.
Selain menjadi lokasi produksi, BBI Tarus juga terus dikembangkan sebagai ruang pembelajaran penerapan teknologi budidaya. Pendekatan ini memungkinkan proses dari penanaman, pemeliharaan, pengamatan pertumbuhan hingga panen dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan komoditas tanaman pangan berikutnya.
Mendukung Pertanian yang Produktif dan Adaptif
Panen jagung hibrida R118 menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat sistem perbenihan tanaman pangan di Nusa Tenggara Timur. Produksi benih yang semakin dekat dengan wilayah pengembangan diharapkan dapat membantu memperpendek rantai penyediaan sarana produksi sekaligus mendukung pelayanan perbenihan bagi petani.
Pengembangan benih juga perlu berjalan bersama penerapan teknologi budidaya, penguatan kapasitas petani dan penyuluh, serta kolaborasi dengan produsen benih dan berbagai mitra pertanian. Dengan pendekatan tersebut, hasil pengembangan di BBI tidak hanya berhenti pada panen, tetapi dapat menjadi bahan pembelajaran untuk mendukung pertanian yang semakin produktif dan sesuai dengan kondisi wilayah.
Melalui pengelolaan perbenihan yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi lintas sektor, BBI Tarus diharapkan terus mengambil peran dalam memperkuat ketersediaan benih tanaman pangan dan mendukung peningkatan produksi pertanian di Nusa Tenggara Timur.
