Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

UPTD PSB NTT Tinjau Lahan di Baumata, Siapkan Kerja Sama Hortikultura dengan Kampus Belanda

October 7, 2026October 8, 2026 Artikel
UPTD PSB NTT Tinjau Lahan di Baumata, Siapkan Kerja Sama Hortikultura dengan Kampus Belanda

KABUPATEN KUPANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Benih (PSB) melaksanakan kunjungan lapangan ke lahan kelompok tani di wilayah Baumata, Kabupaten Kupang, pada Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang dilaksanakan Kepala UPTD PSB bersama staf ini bertujuan meninjau kondisi dan kesiapan lahan sebagai calon lokasi pelaksanaan program kerja sama dengan Van Hall Larenstein University of Applied Sciences, Belanda, dalam mendukung pengembangan sektor hortikultura di NTT.

Peninjauan dilakukan secara langsung di lahan pertanian untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi lokasi yang direncanakan menjadi bagian dari program kerja sama tersebut. Kegiatan ini menjadi langkah persiapan sebelum pelaksanaan program, sekaligus memastikan rencana pengembangan hortikultura mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Peninjauan Lahan Jadi Tahap Awal Persiapan Kerja Sama

Melalui kunjungan ini, UPTD PSB NTT melakukan pengamatan terhadap kondisi lahan kelompok tani yang diproyeksikan sebagai lokasi kegiatan. Kesiapan lahan menjadi salah satu aspek penting dalam merencanakan pengembangan hortikultura, terutama untuk menentukan pendekatan budidaya yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

NTT memiliki kondisi agroklimat yang beragam, sehingga pengembangan komoditas hortikultura perlu mempertimbangkan kesesuaian lahan, ketersediaan air, serta penerapan teknologi pertanian yang efisien dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Hasil peninjauan lapangan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan langkah teknis selanjutnya, termasuk mengidentifikasi kebutuhan pendukung agar rencana kegiatan dapat memberikan manfaat bagi kelompok tani yang terlibat.

Membuka Peluang Pengembangan Hortikultura Berbasis Pengetahuan dan Teknologi

Rencana kerja sama dengan Van Hall Larenstein University of Applied Sciences membuka peluang pemanfaatan pengetahuan dan pendekatan pertanian terapan dalam mendukung pengembangan hortikultura di NTT.

Van Hall Larenstein merupakan perguruan tinggi ilmu terapan di Belanda yang memiliki pengalaman kerja sama pendidikan dan penelitian pertanian dengan sejumlah lembaga di Indonesia, termasuk Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Berdasarkan informasi resmi perguruan tinggi tersebut, bidang kerja samanya mencakup pertanian adaptif terhadap iklim, pengelolaan lahan dan air, serta pengembangan sistem pertanian berkelanjutan.

Pengalaman tersebut menjadi konteks yang relevan bagi rencana pengembangan hortikultura di NTT, khususnya dalam mempertemukan kebutuhan petani dengan pengetahuan dan inovasi pertanian yang dapat diterapkan sesuai kondisi setempat.

Keterlibatan kelompok tani sebagai calon lokasi kegiatan juga diharapkan dapat membuka ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas petani apabila kerja sama tersebut dilanjutkan ke tahap pelaksanaan.

Melalui persiapan yang dilakukan sejak tingkat lapangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT terus mendorong pengembangan pertanian yang berbasis pada kebutuhan wilayah dan potensi sumber daya lokal.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan lembaga pendidikan diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas hortikultura, pemanfaatan teknologi yang lebih efisien, serta penguatan sektor pertanian yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.

Post navigation

Previous Previous
BBI Tarus Panen Jagung Hibrida R118, Perkuat Produksi Benih Tanaman Pangan
NextContinue
Bupati Lembata Pastikan Gudang Bawang Siap Jaga Stabilitas Harga
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search