Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Eco-Enzyme dan Sawah Pokok Murah Perkuat Pertukaran Pengetahuan Pertanian TTU–Pesisir Selatan

September 24, 2026September 24, 2026 Artikel
Eco-Enzyme dan Sawah Pokok Murah Perkuat Pertukaran Pengetahuan Pertanian TTU–Pesisir Selatan

Kefamenanu, TTU – Petani dan penyuluh pertanian dari Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, melakukan kunjungan belajar ke Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan antardaerah untuk mempelajari pengembangan pertanian berbasis Eco-Enzyme model TTU, sekaligus melihat penerapan Sawah Pokok Murah (SPM) atau Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT) yang mulai diadaptasi di TTU.

Rangkaian pertukaran pengetahuan di TTU juga diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) mengenai hasil penelitian pertanian serta pembelajaran SPM/MTOT dan Eco-Enzyme. Pemerintah Kabupaten TTU mencatat kegiatan tersebut melibatkan delegasi Kabupaten Pesisir Selatan, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, peneliti, serta mitra pembangunan.

Pertukaran Pengetahuan Berlanjut dari Pesisir Selatan ke TTU

Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari proses saling belajar yang telah berlangsung antara TTU dan Pesisir Selatan. Pada 11–13 Agustus 2026, delegasi TTU sebelumnya mengunjungi Pesisir Selatan untuk mempelajari secara langsung metode MTOT/SPM, sementara Pesisir Selatan mendapatkan pembelajaran mengenai pengembangan Eco-Enzyme yang telah diterapkan di TTU.

Dengan pola tersebut, pertukaran pengetahuan berlangsung dua arah. Pesisir Selatan membawa pengalaman dalam penerapan Sawah Pokok Murah, sedangkan TTU berbagi praktik pemanfaatan Eco-Enzyme untuk mendukung pengelolaan pertanian yang lebih berkelanjutan.

Pada kunjungan kali ini, peserta tidak hanya mengikuti pembahasan teknis, tetapi juga melihat lebih dekat praktik pertanian yang sedang dikembangkan di TTU. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan interaksi antara peserta kunjungan dengan petani serta pengamatan terhadap fasilitas dan bahan yang digunakan dalam pengembangan Eco-Enzyme.

Eco-Enzyme di TTU dikembangkan melalui fermentasi bahan organik dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk sebagai bahan pendukung pertanian, pupuk dan pestisida alami, serta dekomposer dalam pengelolaan bahan organik. Dalam rangkaian pertukaran pengetahuan sebelumnya, praktik Eco-Enzyme TTU juga telah diperkenalkan melalui pembelajaran langsung kepada peserta dari Pesisir Selatan.

Sawah Pokok Murah Mulai Diadaptasi di TTU

Selain mempelajari Eco-Enzyme, kunjungan ini menjadi kesempatan bagi rombongan Pesisir Selatan untuk melihat perkembangan penerapan Sawah Pokok Murah atau MTOT di TTU.

Metode tersebut sebelumnya dipelajari langsung oleh petani dan penyuluh TTU di Pesisir Selatan. MTOT mengurangi pengolahan tanah serta memanfaatkan jerami sebagai mulsa dan sumber bahan organik. Pendekatan ini dikembangkan untuk menekan kebutuhan input dan biaya budidaya dengan tetap memperhatikan produktivitas lahan.

Setelah pembelajaran di Sumatera Barat, TTU menyiapkan sejumlah lokasi awal untuk mencoba dan menyesuaikan metode tersebut dengan karakteristik lahan serta kondisi agroklimat setempat. Pemerintah Kabupaten TTU menegaskan bahwa penerapan teknologi pertanian perlu disesuaikan dengan kondisi geografis, sumber daya, dan tantangan masing-masing wilayah.

Dengan demikian, SPM/MTOT tidak sekadar dipindahkan dari satu daerah ke daerah lain, tetapi melalui proses uji coba dan adaptasi agar sesuai dengan kebutuhan petani di TTU.

Dorong Pertanian Efisien Berbasis Sumber Daya Lokal

Pertukaran pengetahuan antara TTU dan Pesisir Selatan memperlihatkan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam mempercepat penyebaran praktik pertanian yang telah tumbuh dan berkembang dari pengalaman petani.

Bagi Nusa Tenggara Timur, pembelajaran semacam ini dapat memperluas pilihan teknologi budidaya yang lebih efisien, sekaligus mendorong pemanfaatan bahan organik dan sumber daya lokal. Penguatan kapasitas penyuluh juga menjadi bagian penting agar pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada kelompok tani dan dikembangkan sesuai kondisi wilayah.

Kolaborasi tersebut juga mempertemukan petani, penyuluh, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, peneliti, serta mitra pembangunan dalam satu ruang pembelajaran. Pola kerja bersama seperti ini membuka peluang bagi inovasi pertanian untuk diuji di tingkat lapangan sebelum dikembangkan dalam skala yang lebih luas.

Dari Eco-Enzyme yang berkembang di TTU hingga Sawah Pokok Murah yang berasal dari pengalaman Pesisir Selatan, keduanya menunjukkan bahwa inovasi lokal dapat menjadi sumber pembelajaran lintas daerah. Pertukaran pengalaman yang berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat produktivitas, menekan biaya usaha tani, meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal, serta mendukung pembangunan pertanian NTT yang semakin adaptif dan berkelanjutan.

Post navigation

Previous Previous
Gerdal Hama Tikus di Bereliku, POPT dan PPL Bergerak Bersama Lindungi Pertanaman Padi
NextContinue
OKKPD NTT Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan Segar di Pasar Inpres Soe
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search