Gerdal Hama Tikus di Bereliku, POPT dan PPL Bergerak Bersama Lindungi Pertanaman Padi

Malaka – Upaya pengendalian serangan hama tikus pada pertanaman padi di Kecamatan Malaka Tengah kembali dilakukan. Pada Rabu, 23 September 2026, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Malaka Tengah, bersama kelompok tani terdampak melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus di Desa Bereliku, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.
Kegiatan lapangan ini dilakukan menyusul tingginya serangan hama tikus yang dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Malaka Tengah. Berdasarkan informasi lapangan, serangan telah ditemukan di hampir seluruh desa di kecamatan tersebut sehingga diperlukan penanganan bersama untuk menekan perkembangan populasi tikus sekaligus melindungi pertanaman padi petani.
Gerdal di Bereliku melibatkan Kelompok Tani Kafatu bersama petugas pertanian. Kehadiran POPT, PPL, dan petani dalam satu gerakan menjadi penting karena pengendalian tikus akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama dan terkoordinasi dalam satu hamparan.
Pengendalian Berlanjut di Malaka Tengah
Pelaksanaan Gerdal di Desa Bereliku merupakan kelanjutan dari upaya pengendalian OPT tikus yang dalam beberapa hari terakhir dilakukan di sejumlah lokasi di Kecamatan Malaka Tengah. Sebelumnya, pada 21–22 September 2026, POPT, PPL, dan kelompok tani juga melaksanakan pengendalian pada pertanaman padi di Desa Suai dan Desa Umanen Lawalu sebagai respons terhadap serangan tikus pada musim tanam kedua.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengamatan dan respons lapangan secara berkelanjutan, terutama ketika serangan tidak hanya terkonsentrasi pada satu titik tetapi telah ditemukan di beberapa wilayah pertanaman.
Pengendalian secara kolektif juga sejalan dengan pendekatan Pengendalian Hama Tikus Terpadu. Literatur teknis Kementerian Pertanian menekankan bahwa pengendalian tikus perlu dilakukan sejak dini, secara intensif, berkelanjutan, serta terkoordinasi pada skala hamparan. Pendekatan tersebut dapat mengombinasikan berbagai metode sesuai kondisi lapangan, antara lain sanitasi habitat, pengendalian massal, pengelolaan waktu tanam, perangkap, hingga pemanfaatan musuh alami.
Jaga Pertanaman dan Produksi Padi Petani
Serangan tikus perlu mendapat perhatian karena hama ini dapat menyerang tanaman padi pada berbagai fase pertumbuhan dan berpotensi menyebabkan kehilangan hasil apabila tidak ditangani dengan baik. Karena itu, keterlibatan petani dalam pengamatan serta pengendalian bersama menjadi bagian penting dalam menjaga pertanaman di tingkat hamparan.
Kolaborasi antara POPT, penyuluh, dan kelompok tani juga memungkinkan kondisi di lapangan diketahui lebih cepat sehingga langkah pengendalian dapat disesuaikan dengan tingkat serangan dan perkembangan populasi hama.
Selain tindakan pengendalian, pengamatan lanjutan tetap diperlukan untuk mengetahui perkembangan serangan pada pertanaman yang telah ditangani maupun wilayah sekitarnya. Dengan koordinasi yang terjaga, upaya perlindungan tanaman diharapkan tidak berhenti pada penanganan ketika serangan meningkat, tetapi berkembang menjadi pengendalian yang lebih dini dan terencana.
Gerakan bersama di Bereliku menjadi bagian dari upaya menjaga hasil pertanian lokal dan keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Malaka. Perlindungan tanaman yang dilakukan secara cepat dan kolaboratif akan membantu petani mempertahankan pertanaman, sekaligus mendukung ketersediaan pangan dan penguatan sektor pertanian di Nusa Tenggara Timur.
