Kepala Dinas Pertanian NTT Tinjau Gudang Benih Padi PT KIR di Labuan Bajo

LABUAN BAJO, MANGGARAI BARAT – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Joaz Bily Oemboe Wanda, SP, bersama jajaran melaksanakan kunjungan ke Gudang Benih Padi PT Kedelai Inti Raya (PT KIR) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Kunjungan tersebut turut diikuti Kepala Perum BULOG Kantor Cabang Labuan Bajo.
Kunjungan ke Gudang Benih Padi PT KIR menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan memastikan rantai perbenihan padi di Nusa Tenggara Timur terus mendapat perhatian, mulai dari ketersediaan benih bermutu, penanganan dan penyimpanan benih, hingga dukungannya terhadap peningkatan produksi pangan.
Perkuat Ketersediaan Benih Padi Bermutu
Benih merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan keberhasilan usaha tani. Oleh karena itu, ketersediaan benih yang bermutu, sesuai varietas, serta tersedia pada waktu dan lokasi yang dibutuhkan petani menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan produksi padi.
PT Kedelai Inti Raya sebelumnya juga telah menjadi bagian dari kegiatan perbenihan yang mendapat pengawasan mutu di Nusa Tenggara Timur. Pada kegiatan pengambilan sampel benih tahun 2026, benih padi varietas INPARI 32 HDB atas nama PT Kedelai Inti Raya telah melalui tahapan pengambilan sampel sebagai bagian dari proses pengawasan mutu benih.
Kunjungan langsung ke gudang memberikan ruang bagi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bersama para pemangku kepentingan untuk melihat lebih dekat dukungan sarana perbenihan dan memperkuat koordinasi dalam penyediaan benih bagi sektor pertanian.
Sinergi Perbenihan dan Ketahanan Pangan
Kehadiran Perum BULOG Kantor Cabang Labuan Bajo dalam kunjungan tersebut juga memperkuat pentingnya sinergi lintas sektor dalam pembangunan pertanian.
Penguatan produksi pangan tidak hanya bergantung pada kegiatan budidaya di tingkat petani. Di sisi hulu, ketersediaan benih bermutu perlu dijaga. Sementara itu, di sisi hilir, penyerapan hasil produksi, pengolahan pascapanen, penyimpanan, distribusi, serta stabilisasi pasokan dan harga juga memiliki peran yang tidak kalah penting.
Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, produsen benih, Perum BULOG, petani, penyuluh, pengawas benih tanaman, serta pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk membangun ekosistem pangan yang semakin kuat.
Manggarai Barat Miliki Potensi Produksi Padi
Kabupaten Manggarai Barat merupakan salah satu wilayah produksi padi penting di Nusa Tenggara Timur. Kawasan seperti Lembor, Boleng, dan wilayah pertanian lainnya memiliki peran strategis dalam mendukung produksi padi dan penyediaan pangan.
Selain memiliki kawasan produksi padi, Manggarai Barat juga didukung kegiatan pengembangan dan perbanyakan benih. Kehadiran Balai Benih di Lembor serta produsen benih menjadi modal penting dalam memperkuat kemandirian benih di wilayah tersebut.
Peningkatan produktivitas perlu terus diikuti dengan penguatan sistem perbenihan, sarana pascapanen, pergudangan, akses pasar, dan penyerapan hasil petani. Dengan demikian, peningkatan produksi dapat memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi petani sekaligus memperkuat ketersediaan pangan daerah.
Dorong Pertanian NTT Semakin Produktif dan Berkelanjutan
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT terus mendorong pembangunan pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Penguatan perbenihan menjadi salah satu bagian penting karena penggunaan benih bermutu dapat membantu menciptakan pertumbuhan tanaman yang lebih seragam serta mendukung pencapaian produktivitas yang optimal.
Melalui kunjungan lapangan dan koordinasi dengan berbagai pihak, pemerintah daerah diharapkan memperoleh gambaran yang semakin utuh mengenai kondisi dan kebutuhan di lapangan. Selanjutnya, koordinasi tersebut dapat menjadi dasar dalam memperkuat langkah bersama untuk mendukung produksi dan ketahanan pangan.
Sinergi pemerintah, dunia usaha, Perum BULOG, petani, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus diperkuat agar sistem pangan Nusa Tenggara Timur semakin tangguh, produktif, dan berkelanjutan.
