Kebun Dinas Mainang Optimalkan Pengolahan Kopi Melalui Penggunaan Mesin Huller untuk Tingkatkan Nilai Tambah Produk

Kupang – Upaya peningkatan kualitas dan nilai tambah komoditas kopi terus dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui pengelolaan pascapanen di Kebun Dinas Mainang. Seksi Pengelolaan Kebun Dinas, UPTD Pengembangan Komoditas Daerah Lahan Kering dan Hortikultura Perkebunan (PKDLHP), melaksanakan proses pengupasan kulit kopi kering menggunakan mesin huller sebagai bagian dari tahapan pengolahan biji kopi sebelum dipasarkan.
Proses pengolahan pascapanen menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga mutu kopi. Melalui penggunaan mesin huller, biji kopi gelondongan kering diproses untuk memisahkan kulit tanduk dari biji kopi sehingga menghasilkan biji kopi yang lebih bersih dan memiliki kualitas yang lebih baik.
Pengaturan Kadar Air Menjadi Tahapan Penting
Sebelum memasuki proses pengupasan, biji kopi terlebih dahulu melalui tahap pengeringan alami dengan memanfaatkan sinar matahari. Pengeringan dilakukan hingga kadar air biji kopi mencapai sekitar 12 hingga 15 persen.
Tingkat kadar air tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses pengupasan. Biji kopi yang memiliki kadar air sesuai akan membuat kulit kopi menjadi lebih rapuh sehingga lebih mudah dilepaskan saat masuk ke mesin huller. Sebaliknya, kondisi biji yang terlalu kering berisiko menyebabkan biji kopi pecah ketika dilakukan penggilingan.
Tahapan pengeringan yang tepat juga berperan dalam mempertahankan kualitas fisik biji kopi agar tetap memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.
Pemanfaatan Mesin Huller untuk Efisiensi Pengolahan
Dalam proses pengoperasian mesin huller, petugas terlebih dahulu melakukan penyetelan pisau mesin agar dapat bekerja secara optimal dalam mengupas kulit kopi tanpa merusak bagian bijinya.
Selanjutnya, biji kopi gelondongan kering dimasukkan melalui corong mesin huller. Mesin tersebut bekerja dengan melepaskan dan memisahkan kulit tanduk dari biji kopi sehingga diperoleh hasil berupa biji kopi yang siap untuk masuk ke tahap pengolahan berikutnya.
Pemanfaatan teknologi pascapanen seperti mesin huller membantu meningkatkan efisiensi pengolahan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap proses manual yang membutuhkan waktu lebih lama.
Mendorong Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Kopi NTT
Pengolahan kopi melalui tahapan pascapanen yang baik menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan daya saing produk pertanian daerah. Biji kopi yang telah melalui proses pengupasan dengan baik memiliki peluang memperoleh nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan kopi yang masih dalam bentuk gelondongan.
Kegiatan di Kebun Dinas Mainang juga menjadi bagian dari upaya penguatan sektor pertanian NTT melalui penerapan teknologi sederhana namun tepat guna, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas hasil perkebunan dan efisiensi rantai produksi.
Dengan pengelolaan pascapanen yang semakin baik serta pemanfaatan sarana pendukung pertanian, komoditas kopi NTT diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi pengembangan usaha tani dan penguatan produk lokal.
