Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Kebun Dinas Mainang Optimalkan Pengolahan Kopi Melalui Penggunaan Mesin Huller untuk Tingkatkan Nilai Tambah Produk

September 15, 2026September 15, 2026 Artikel
Kebun Dinas Mainang Olah Kopi Kering dengan Mesin Huller

Kupang – Upaya peningkatan kualitas dan nilai tambah komoditas kopi terus dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui pengelolaan pascapanen di Kebun Dinas Mainang. Seksi Pengelolaan Kebun Dinas, UPTD Pengembangan Komoditas Daerah Lahan Kering dan Hortikultura Perkebunan (PKDLHP), melaksanakan proses pengupasan kulit kopi kering menggunakan mesin huller sebagai bagian dari tahapan pengolahan biji kopi sebelum dipasarkan.

Proses pengolahan pascapanen menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga mutu kopi. Melalui penggunaan mesin huller, biji kopi gelondongan kering diproses untuk memisahkan kulit tanduk dari biji kopi sehingga menghasilkan biji kopi yang lebih bersih dan memiliki kualitas yang lebih baik.

Pengaturan Kadar Air Menjadi Tahapan Penting

Sebelum memasuki proses pengupasan, biji kopi terlebih dahulu melalui tahap pengeringan alami dengan memanfaatkan sinar matahari. Pengeringan dilakukan hingga kadar air biji kopi mencapai sekitar 12 hingga 15 persen.

Tingkat kadar air tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses pengupasan. Biji kopi yang memiliki kadar air sesuai akan membuat kulit kopi menjadi lebih rapuh sehingga lebih mudah dilepaskan saat masuk ke mesin huller. Sebaliknya, kondisi biji yang terlalu kering berisiko menyebabkan biji kopi pecah ketika dilakukan penggilingan.

Tahapan pengeringan yang tepat juga berperan dalam mempertahankan kualitas fisik biji kopi agar tetap memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.

Pemanfaatan Mesin Huller untuk Efisiensi Pengolahan

Dalam proses pengoperasian mesin huller, petugas terlebih dahulu melakukan penyetelan pisau mesin agar dapat bekerja secara optimal dalam mengupas kulit kopi tanpa merusak bagian bijinya.

Selanjutnya, biji kopi gelondongan kering dimasukkan melalui corong mesin huller. Mesin tersebut bekerja dengan melepaskan dan memisahkan kulit tanduk dari biji kopi sehingga diperoleh hasil berupa biji kopi yang siap untuk masuk ke tahap pengolahan berikutnya.

Pemanfaatan teknologi pascapanen seperti mesin huller membantu meningkatkan efisiensi pengolahan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap proses manual yang membutuhkan waktu lebih lama.

Mendorong Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Kopi NTT

Pengolahan kopi melalui tahapan pascapanen yang baik menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan daya saing produk pertanian daerah. Biji kopi yang telah melalui proses pengupasan dengan baik memiliki peluang memperoleh nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan kopi yang masih dalam bentuk gelondongan.

Kegiatan di Kebun Dinas Mainang juga menjadi bagian dari upaya penguatan sektor pertanian NTT melalui penerapan teknologi sederhana namun tepat guna, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas hasil perkebunan dan efisiensi rantai produksi.

Dengan pengelolaan pascapanen yang semakin baik serta pemanfaatan sarana pendukung pertanian, komoditas kopi NTT diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi pengembangan usaha tani dan penguatan produk lokal.

Post navigation

Previous Previous
Pertanian Sumbang 30 Persen Ekonomi NTT, BPS Diminta Jangan Berhenti di Angka
NextContinue
Pemprov NTT Perkuat Dukungan Pompanisasi Hadapi Dampak Kekeringan Lahan Padi di Kabupaten Kupang
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search