Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Kepala Dinas Pertanian NTT Pantau Benih Jagung Hibrida, Bawang Merah, dan Jambu Mete

October 23, 2026October 23, 2026 Artikel
Kepala Dinas Pertanian NTT Pantau Benih Jagung Hibrida, Bawang Merah, dan Jambu Mete

KUPANG – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan monitoring dan pemantauan pengembangan komoditas pertanian di Balai Benih Induk (BBI) Tarus, Kabupaten Kupang, serta kawasan Tilong, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini difokuskan pada ketersediaan benih jagung hibrida, pemeliharaan tanaman bawang merah, pengembangan benih jambu mete, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung pertanian.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan kegiatan perbenihan dan budidaya berjalan dengan baik sekaligus mengidentifikasi kondisi fasilitas serta kebutuhan pengelolaan di lapangan. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dalam memperkuat penyediaan benih bermutu dan mendorong peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Pantau Benih Jagung Hibrida dan Sarana Prasarana BBI Tarus

Kegiatan diawali dengan pemantauan kondisi dan ketersediaan benih jagung hibrida di BBI Tarus bersama salah satu produsen benih jagung hibrida. Kepala Dinas meninjau benih yang tersedia serta memeriksa sejumlah fasilitas pendukung pengelolaan perbenihan dan sarana pertanian.

Pemantauan ini penting mengingat ketersediaan benih bermutu merupakan salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan budidaya jagung. Benih dengan kualitas yang terjaga, didukung penerapan teknologi budidaya yang tepat, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan memberikan hasil yang lebih optimal bagi petani.

BBI Tarus juga menjadi salah satu lokasi pengembangan inovasi pertanian di NTT. Sebelumnya, balai ini telah dimanfaatkan untuk kegiatan Gelar Teknologi Budidaya Jagung Hibrida dan Bawang Merah Tahun 2026 yang melibatkan pemerintah daerah, produsen benih, lembaga teknis, perguruan tinggi, serta berbagai mitra pertanian.

Melalui kegiatan tersebut, berbagai varietas jagung hibrida dan teknologi budidaya diperkenalkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi serta memperkuat pengembangan komoditas jagung di NTT.

Selain memantau benih, Kepala Dinas juga meninjau kondisi sarana dan prasarana BBI Tarus. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas turut berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan lingkungan bersama staf balai.

Kegiatan pembersihan dilakukan untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keteraturan lingkungan kerja sehingga aktivitas perbenihan, pemeliharaan tanaman, serta pelayanan teknis pertanian dapat berlangsung dengan baik.

Pemeliharaan Bawang Merah di Lahan Gelar Teknologi

Rangkaian monitoring dilanjutkan dengan pemantauan kegiatan pemeliharaan tanaman bawang merah di lahan Gelar Teknologi Bawang Merah BBI Tarus.

Pada lokasi tersebut, staf hortikultura melaksanakan pembersihan gulma di sekitar pertanaman. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam menjaga kondisi lahan sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman bawang merah.

Keberadaan gulma yang tidak dikendalikan dapat menghambat pertumbuhan tanaman karena menimbulkan persaingan dalam penyerapan unsur hara, air, dan pemanfaatan cahaya matahari. Oleh karena itu, pemeliharaan secara rutin diperlukan agar tanaman dapat tumbuh dalam kondisi yang lebih optimal.

Pengembangan bawang merah di BBI Tarus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan menerapkan teknologi hortikultura yang sesuai dengan kebutuhan pertanian daerah.

Salah satu inovasi yang telah dikembangkan melalui Gelar Teknologi BBI Tarus adalah penggunaan True Shallot Seed (TSS), yakni teknologi budidaya bawang merah menggunakan benih berupa biji sebagai alternatif penggunaan umbi bibit.

Dalam rangkaian kegiatan sebelumnya, hasil ubinan bawang merah TSS pada 19 Agustus 2026 menunjukkan potensi produktivitas segar sebesar 37,6 ton per hektare. Angka tersebut merupakan potensi berdasarkan konversi hasil ubinan, bukan produksi akhir seluruh areal pertanaman.

Melalui pemantauan dan pemeliharaan yang berkelanjutan, lahan Gelar Teknologi Bawang Merah diharapkan terus berfungsi sebagai sarana pengembangan inovasi, evaluasi teknis, serta pembelajaran budidaya hortikultura di NTT.

Pengembangan Benih Jambu Mete di Tilong Turut Dipantau

Setelah menyelesaikan kegiatan di BBI Tarus, Kepala Dinas melanjutkan pemantauan ke wilayah Tilong untuk meninjau pengembangan benih jambu mete yang dilaksanakan oleh Bidang Perkebunan.

Di lokasi pembibitan, Kepala Dinas mengamati kondisi pertumbuhan bibit jambu mete serta fasilitas persemaian yang digunakan dalam proses pemeliharaan tanaman.

Pembibitan merupakan tahapan awal yang penting dalam pengembangan komoditas perkebunan. Kualitas bahan tanam, pemeliharaan bibit, kecukupan air, serta kondisi lingkungan persemaian menjadi faktor yang perlu diperhatikan sebelum bibit memasuki tahap penanaman di lapangan.

Jambu mete merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan di NTT. Penguatan sistem pembibitan diharapkan dapat mendukung ketersediaan bahan tanam bermutu bagi kegiatan pengembangan dan peremajaan tanaman perkebunan.

Pemantauan langsung juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kondisi sarana pembibitan dan memastikan kegiatan pemeliharaan tanaman berjalan sesuai kebutuhan teknis.

Perkuat Perbenihan dan Produktivitas Pertanian NTT

Rangkaian monitoring di BBI Tarus dan Tilong menunjukkan pentingnya pengelolaan perbenihan yang terencana, didukung fasilitas yang memadai serta pemeliharaan tanaman secara berkelanjutan.

Penguatan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada luas lahan dan kegiatan penanaman, tetapi juga memerlukan kesiapan benih, penerapan teknologi, pengelolaan sarana produksi, serta pengawasan rutin di lapangan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT terus mendorong optimalisasi fungsi balai benih sebagai pusat pengembangan tanaman pangan dan hortikultura, sekaligus memperkuat kegiatan pembibitan komoditas perkebunan.

Pengembangan benih dalam daerah juga menjadi langkah penting untuk mendukung efisiensi penyediaan sarana produksi pertanian serta meningkatkan kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan bahan tanam yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

Kolaborasi antara jajaran dinas, unit pelaksana teknis, staf hortikultura, Bidang Perkebunan, dan mitra produsen benih menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kualitas dan kesinambungan kegiatan pertanian.

Dengan pengelolaan benih yang semakin baik, pemeliharaan tanaman yang berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat, diharapkan produksi serta produktivitas komoditas unggulan NTT terus meningkat dan memberikan manfaat bagi petani, ketahanan pangan, serta pembangunan ekonomi daerah.

Post navigation

Previous Previous
Brigade Alsintan Dukung Pengolahan Lahan Cetak Sawah Rakyat di TTS
NextContinue
Seminar GMKI Kupang Soroti Dampak El Niño terhadap Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search