Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

NTP NTT Agustus 2026 Naik 1,10 Persen, Daya Tukar Petani Semakin Menguat

September 4, 2026September 4, 2026 Artikel

Kupang, NTT — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) NTT pada Agustus 2026 mencapai 101,29 atau meningkat 1,10 persen dibandingkan Juli 2026 yang berada pada angka 100,19. Peningkatan tersebut terjadi karena kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 0,99 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami penurunan sebesar 0,10 persen.

Capaian ini menunjukkan adanya perbaikan posisi ekonomi petani, di mana peningkatan nilai hasil produksi pertanian lebih besar dibandingkan perubahan biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan usaha tani.

Nilai Tukar Petani NTT Mengalami Penguatan

NTP menjadi salah satu indikator penting untuk melihat tingkat kemampuan daya beli petani melalui perbandingan antara harga yang diterima petani dari hasil produksinya dengan harga yang dibayarkan untuk kebutuhan konsumsi dan biaya produksi.

Pada Agustus 2026, peningkatan NTP NTT dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,99 persen. Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar 0,10 persen.

Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) NTT juga mengalami peningkatan menjadi 105,92 atau naik 0,88 persen dibandingkan Juli 2026. NTUP menggambarkan kemampuan sektor usaha pertanian karena memperhitungkan perbandingan antara harga produksi pertanian dengan biaya produksi serta penambahan barang modal.

Empat Subsektor Pertanian Mengalami Kenaikan

Perkembangan positif NTP NTT pada Agustus 2026 didukung oleh peningkatan pada sebagian besar subsektor pertanian. Empat dari lima subsektor tercatat mengalami kenaikan, yaitu:

  • Tanaman perkebunan rakyat meningkat sebesar 2,05 persen
  • Tanaman pangan meningkat sebesar 1,05 persen
  • Perikanan meningkat sebesar 1,00 persen
  • Peternakan meningkat sebesar 0,06 persen

Sementara itu, subsektor hortikultura mengalami penurunan sebesar 0,26 persen yang dipengaruhi oleh perubahan harga pada kelompok sayuran dan buah-buahan.

Komoditas yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan NTP antara lain gabah, kakao atau biji cokelat, jambu mete, dan jagung. Komoditas tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan sektor pertanian lokal NTT yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Biaya Rumah Tangga Petani Mengalami Penurunan

Dari sisi pengeluaran petani, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) pada Agustus 2026 mengalami penurunan sebesar 0,13 persen. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh turunnya harga beberapa komoditas pangan seperti bawang merah, sawi hijau, dan tomat sayur.

Namun demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, di antaranya beras dan tarif angkutan. Secara tahunan, perkembangan IKRT petani NTT tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 2,6 persen.

Perubahan harga pangan dan biaya produksi menjadi salah satu aspek yang terus mendapat perhatian dalam menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan masyarakat.

Penguatan Pertanian Lokal melalui Efisiensi Rantai Pasok

Peningkatan NTP dan NTUP NTT menjadi gambaran bahwa sektor pertanian daerah terus memiliki ruang penguatan, baik dari sisi produksi maupun pengelolaan usaha tani. Kondisi ini sejalan dengan upaya pembangunan pertanian NTT yang diarahkan pada peningkatan produktivitas, penguatan komoditas unggulan daerah, serta peningkatan nilai tambah hasil pertanian.

Penguatan rantai pasok yang lebih efisien, pemanfaatan teknologi pertanian, pengembangan sistem produksi yang berkelanjutan, serta kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi petani.

Dengan potensi sektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang dimiliki NTT, peningkatan daya saing produk lokal menjadi peluang untuk memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Kolaborasi untuk Pertanian NTT yang Lebih Tangguh

Perkembangan NTP Agustus 2026 menunjukkan bahwa sektor pertanian NTT terus bergerak menuju kondisi yang lebih baik. Penguatan hasil produksi, pengendalian biaya usaha tani, serta peningkatan pelayanan kepada petani menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan pertanian.

Melalui sinergi lintas sektor dan pengelolaan pertanian yang semakin modern, NTT memiliki peluang besar untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan pelaku usaha perikanan di seluruh wilayah provinsi.

Post navigation

Previous Previous
Gubernur Melki Dorong Kerja Sama NTT–Timor-Leste dalam Penanganan Stunting dan Ketahanan Pangan
NextContinue
Bawang Merah Goreng Sumlili Diluncurkan, Dorong Hilirisasi Produk Pertanian NTT Bernilai Tambah
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search