Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Bawang Merah Goreng Sumlili Diluncurkan, Dorong Hilirisasi Produk Pertanian NTT Bernilai Tambah

September 4, 2026September 4, 2026 Artikel

KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mendorong penguatan nilai tambah hasil pertanian melalui pengembangan produk olahan berbasis potensi lokal. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui Launching Produk OVOP (One Village One Product) “Bawang Merah Goreng Sumlili” yang dilaksanakan di Halaman Kantor Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pengolahan komoditas pertanian agar tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Dalam kegiatan tersebut, Kepala UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) hadir mewakili Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan produk unggulan berbasis potensi desa.

Mengubah Pola Tanam, Panen, Jual Menjadi Tanam, Panen, Olah, Kemas, Jual

Selama ini sebagian hasil pertanian masih banyak dipasarkan dalam bentuk segar dengan nilai tambah yang terbatas. Melalui pendekatan hilirisasi, masyarakat desa didorong untuk mengembangkan pola baru, dari TAPAJU (Tanam, Panen, Jual) menuju TAPAOKEJU (Tanam, Panen, Olah, Kemas, Jual).

Konsep tersebut menekankan pentingnya proses pengolahan dan pengemasan sebagai bagian dari rantai nilai pertanian. Dengan demikian, hasil produksi petani tidak hanya menjadi komoditas bahan baku, tetapi dapat berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki identitas dan daya saing.

Produk Bawang Merah Goreng Sumlili menjadi salah satu contoh pemanfaatan komoditas lokal yang dikembangkan melalui proses pengolahan pangan. Produk ini diharapkan mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran desa dalam mengelola potensi wilayahnya.

Bawang Merah Diolah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi Lebih Tinggi

Bawang merah merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki peluang pengembangan cukup besar melalui diversifikasi produk. Berdasarkan informasi dalam kegiatan launching, bawang merah segar sebanyak 3 kilogram dengan nilai sekitar Rp60 ribu setelah melalui proses pengolahan menjadi bawang goreng dapat memiliki nilai produk sekitar Rp300 ribu.

Peningkatan nilai tersebut menunjukkan bahwa pengolahan hasil pertanian memiliki peran penting dalam memperpanjang rantai ekonomi dan memberikan manfaat lebih besar bagi pelaku usaha di tingkat desa.

Selain meningkatkan nilai jual, produk olahan juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan usaha baru, mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran.

Kolaborasi Dorong Penguatan Produk Lokal Desa

Launching Produk OVOP Bawang Merah Goreng Sumlili menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan potensi pertanian lokal. Kehadiran unsur pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung inovasi pengolahan hasil pertanian.

Pengembangan produk berbasis desa menjadi salah satu pendekatan penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Setiap wilayah memiliki komoditas unggulan yang dapat dikembangkan melalui inovasi, teknologi pengolahan, peningkatan kualitas produk, serta penguatan akses pasar.

Melalui sinergi lintas sektor, pengembangan produk pertanian lokal diharapkan mampu memperkuat sistem pangan daerah, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta mendorong masyarakat untuk lebih mandiri dalam mengelola potensi yang dimiliki.

Mendorong Produk Lokal NTT Semakin Berdaya Saing

Pengembangan Bawang Merah Goreng Sumlili menjadi contoh bahwa hasil pertanian lokal memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi komoditas, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya usaha masyarakat di tingkat desa.

Melalui semangat TAPAOKEJU, hasil pertanian NTT diharapkan semakin mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi petani, pelaku UMKM, dan masyarakat.

Potensi daerah yang diolah dengan baik akan menjadi kekuatan dalam membangun pertanian NTT yang semakin maju, inovatif, dan berkelanjutan.

Post navigation

Previous Previous
NTP NTT Agustus 2026 Naik 1,10 Persen, Daya Tukar Petani Semakin Menguat
NextContinue
LL Sikka dan Sublab Nita UPTD PKDLHP Produksi POC dari Limbah Sabut Kelapa untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search