Pengawasan Panen Mata Tempel Perkuat Mutu Benih Jeruk Keprok Soe di BBH Nonbes

Kupang, 05 Juni 2026 – Benih jeruk keprok Soe menjadi fokus pengawasan di Kebun Balai Benih Hortikultura Nonbes, Kecamatan Amarasi. Kegiatan ini berlangsung di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pengawasan dilakukan oleh tim teknis pengawas benih bersama pengelola lapangan.
Kegiatan tersebut mencakup pengawasan panen mata tempel dan okulasi jeruk keprok Soe. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses perbanyakan vegetatif berjalan sesuai standar operasional prosedur. Penerapan SOP menjadi aspek penting dalam menjaga mutu dan kemurnian varietas.
Pengawasan dimulai dari seleksi pohon induk di dalam rumah jaring. Setiap pohon induk diperiksa berdasarkan kondisi kesehatan, identitas varietas, dan kelayakan sumber mata tunas. Tahapan ini penting untuk mencegah penularan penyakit pada bahan perbanyakan.
Setelah seleksi, tim mengawal proses panen mata tempel secara cermat. Mata tunas dipilih dari pohon induk yang sehat dan telah memenuhi persyaratan teknis. Kebersihan alat, ketepatan pemotongan, dan penanganan bahan tanam menjadi perhatian utama.
Pengawasan kemudian dilanjutkan pada proses okulasi di area pembibitan. Teknik penempelan mata tunas dilakukan secara hati-hati agar tingkat keberhasilan tetap optimal. Pengelola lapangan juga memastikan kondisi bibit tetap terpantau selama masa pertumbuhan awal.
Melalui kegiatan ini, produksi 2.000 pohon anakan jeruk keprok Soe berhasil dikawal dengan baik. Anakan tersebut dipersiapkan sebagai benih unggul bermutu yang siap menuju proses sertifikasi.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT terus mendorong penguatan sistem perbenihan hortikultura. Upaya ini menjadi bagian dari dukungan terhadap peningkatan produktivitas jeruk keprok Soe. Selain itu, kegiatan ini memperkuat ketersediaan benih bermutu bagi petani di Nusa Tenggara Timur.




