Perawatan Intensif Kebun Dinas Eban di TTU, DistanKP NTT Pelihara Ratusan Tanaman Kopi dan Perkebunan

TTU, 19 Oktober 2026 – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui UPTD Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan terus melaksanakan pemeliharaan tanaman perkebunan di Kebun Dinas Eban, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini mencakup penyiraman, penggemburan tanah, pemberian serasah rumput kering, perbaikan naungan bibit kopi, serta pembersihan hasil tanaman cengkeh. Pemeliharaan dilakukan untuk menjaga kondisi pertumbuhan tanaman sekaligus mendukung pengelolaan kebun dinas secara produktif dan berkelanjutan.
Pemeliharaan Ratusan Tanaman Kopi, Cengkeh, dan Lamtoro
Berdasarkan laporan kegiatan lapangan, petugas Kebun Dinas Eban melaksanakan penyiraman terhadap sejumlah komoditas perkebunan, meliputi 704 pohon kopi arabika, 106 pohon cengkeh, 110 pohon lamtoro, dan 10 pohon kopi robusta. Penyiraman juga dilakukan pada tanaman di area pembibitan (nursery).
Kegiatan penyiraman menjadi bagian penting dari perawatan rutin untuk menjaga ketersediaan air bagi tanaman, terutama dalam mendukung pertumbuhan akar, batang, dan daun.
Selain penyiraman, petugas melakukan penggemburan tanah pada 25 pohon kopi arabika. Langkah ini bertujuan memperbaiki kondisi fisik tanah, membantu penyerapan air, serta mendukung perkembangan sistem perakaran tanaman.
Perawatan juga dilanjutkan dengan pemberian serasah rumput kering pada 118 titik tanaman kopi arabika. Pemanfaatan bahan organik tersebut berfungsi sebagai mulsa alami yang membantu mempertahankan kelembapan tanah, mengurangi penguapan, dan melindungi permukaan tanah dari paparan sinar matahari secara langsung.
Perbaikan Naungan Bibit dan Penanganan Hasil Cengkeh
Tidak hanya berfokus pada tanaman yang telah tumbuh di lahan, petugas Kebun Dinas Eban juga melakukan perbaikan naungan pada 24 titik anakan kopi arabika.
Naungan memiliki peran penting dalam fase awal pertumbuhan bibit kopi karena membantu mengurangi paparan sinar matahari berlebihan dan menjaga kondisi lingkungan tumbuh yang lebih sesuai bagi tanaman muda.
Pada kegiatan yang sama, petugas turut melaksanakan pembersihan cengkeh yang dipersiapkan untuk dijual. Tahapan ini menjadi bagian dari penanganan hasil perkebunan agar kebersihan dan kondisi komoditas tetap terjaga sebelum dipasarkan.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan kebun dinas tidak hanya mencakup pemeliharaan tanaman di lapangan, tetapi juga pembibitan dan penanganan hasil perkebunan.
Mendukung Penguatan Komoditas Perkebunan Lokal NTT
Kopi arabika, kopi robusta, dan cengkeh merupakan komoditas perkebunan yang memiliki potensi ekonomi untuk terus dikembangkan di Nusa Tenggara Timur. Pengelolaan kebun dinas secara teratur menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemeliharaan tanaman dan keberlanjutan kegiatan perbenihan perkebunan.
Melalui perawatan yang konsisten, Kebun Dinas Eban diharapkan dapat terus menjalankan fungsinya sebagai unit pengelolaan tanaman perkebunan yang mendukung pengembangan komoditas unggulan daerah.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pembangunan pertanian NTT yang menekankan pemanfaatan sumber daya lokal, peningkatan kualitas budidaya, dan penguatan pengelolaan hasil pertanian serta perkebunan.
Dengan dukungan petugas lapangan dan pengelolaan teknis yang berkesinambungan, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus mendorong pengembangan sektor perkebunan yang produktif, adaptif terhadap kondisi lingkungan, dan memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi daerah.
