BMKG Rilis Informasi Cuaca NTT 3–5 November 2026, Seluruh Kategori Peringatan Nihil
Kupang, 3 November 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I El Tari Kupang merilis informasi peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku pada 3–5 November 2026. Berdasarkan informasi tersebut, tidak terdapat wilayah di NTT yang masuk dalam kategori peringatan dini hujan sedang hingga ekstrem maupun angin kencang selama periode tersebut.
Informasi ini menjadi acuan bagi masyarakat dalam memantau perkembangan kondisi cuaca, khususnya di tengah masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan yang mulai berlangsung di sejumlah wilayah NTT.
BMKG Tetapkan Status Nihil untuk Seluruh Kategori Peringatan
Berdasarkan informasi resmi BMKG, seluruh kategori peringatan dini cuaca di wilayah NTT pada 3, 4, dan 5 November 2026 menunjukkan status NIL atau nihil.
Status tersebut mencakup empat kategori pemantauan, yakni:
- Waspada: Potensi hujan sedang hingga lebat – nihil.
- Siaga: Potensi hujan lebat hingga sangat lebat – nihil.
- Awas: Potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem – nihil.
- Peringatan dini angin kencang: Nihil.
Informasi peringatan dini tersebut berlaku mulai pukul 08.00 WITA hingga pukul 08.00 WITA pada hari berikutnya sesuai periode masing-masing tanggal.
Meskipun tidak terdapat wilayah yang masuk kategori peringatan dini, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan cuaca harian. Status nihil bukan berarti seluruh wilayah NTT dipastikan tidak mengalami hujan, melainkan tidak terdapat wilayah yang ditetapkan dalam kategori peringatan dini sebagaimana tercantum dalam informasi BMKG tersebut.
NTT Memasuki Masa Pancaroba, Sektor Pertanian Perlu Mencermati Perubahan Cuaca
BMKG juga menginformasikan bahwa angin monsun timur mulai melemah sehingga wilayah NTT memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.
Perubahan kondisi atmosfer pada masa peralihan musim perlu menjadi perhatian masyarakat, termasuk para petani dan pelaku usaha pertanian yang sedang mempersiapkan kegiatan budidaya pada musim tanam mendatang.
Bagi sektor pertanian, informasi cuaca memiliki peran penting dalam mendukung perencanaan waktu pengolahan lahan, penanaman, pengairan, pemupukan, hingga kegiatan panen dan pascapanen.
Petani diharapkan terus mencermati perkembangan prakiraan hujan di wilayah masing-masing agar dapat menyesuaikan kegiatan budidaya dengan kondisi lapangan. Ketersediaan air, kelembapan tanah, serta kelancaran saluran drainase juga perlu diperhatikan untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan mengurangi risiko kerugian akibat perubahan cuaca.
Pemanfaatan informasi iklim dan cuaca secara tepat merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapan sektor pertanian dalam menghadapi perubahan musim sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah.
Masyarakat Diimbau Memantau Informasi Resmi BMKG
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur mengajak masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha pertanian, untuk terus mengikuti informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.
Pembaruan informasi cuaca penting diperhatikan karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu, terutama pada masa pancaroba.
Masyarakat dapat mengakses informasi melalui laman resmi www.bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, serta kanal informasi BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang. Informasi juga dapat diperoleh melalui layanan telepon (0380) 881613 dan WhatsApp 0811-3940-4264.
Dengan meningkatkan kewaspadaan, memanfaatkan informasi cuaca yang akurat, dan memperkuat koordinasi antara pemerintah, penyuluh, serta masyarakat, aktivitas pertanian di NTT diharapkan dapat berlangsung lebih terencana, adaptif, dan produktif dalam menghadapi perubahan musim.
