Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Petani Milenial Sulap Bukit Batu Baumata Jadi Sentra Melon

June 4, 2026June 5, 2026 Artikel
Petani muda Jhote Asamou sukses kembangkan kebun melon modern

Semangat petani muda dalam mengembangkan sektor pertanian kembali terlihat di Kabupaten Kupang. Di tengah hamparan bukit berbatu di desa Baumata, seorang petani milenial Nusa Tenggara Timur, Jhote Asamou, berhasil mengubah lahan yang sebelumnya dianggap kurang produktif menjadi kawasan budidaya melon yang menjanjikan.

Hal itu terlihat dalam kunjungan lapangan yang berlangsung pada Rabu (3/6/2026). Sejumlah pemangku kepentingan hadir untuk melihat langsung perkembangan budidaya melon yang kini menjadi salah satu contoh praktik pertanian modern di Kabupaten Kupang.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, perwakilan Bank Indonesia, Biro Ekonomi Provinsi NTT, Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, serta akademisi dari perguruan tinggi NTT.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, menegaskan bahwa kemajuan sektor pertanian tidak dapat dibangun secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, lembaga keuangan, dan petani.

“Pertanian yang maju harus dibangun melalui kerja sama yang terintegrasi. Perbankan, perguruan tinggi, pemerintah, dan petani harus berjalan bersama. Jika ekosistem ini terbentuk dengan baik, maka dampaknya tidak hanya pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga terhadap penguatan ekonomi daerah dan pengendalian inflasi,” ujarnya.

Menurut Joaz, Pemerintah Provinsi NTT saat ini terus mendorong pengembangan sistem pertanian yang terintegrasi, mulai dari proses produksi hingga pemasaran hasil panen. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam pertemuan ini, Pemprov NTT juga menegaskan komitmennya membangun ekosistem pertanian yang mampu meningkatkan kapasitas produksi, menjamin keberlanjutan usaha, serta memperluas akses pasar bagi petani.

Berbagai praktik baik yang telah diterapkan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan dukungan Bank Indonesia akan menjadi referensi pengembangan di NTT. Salah satunya melalui digitalisasi pemasaran hasil pertanian serta penerapan sistem pelelangan komoditas hortikultura melalui koperasi petani.

Model tersebut diyakini mampu menjaga stabilitas harga, memperluas jaringan pemasaran, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi yang diterima petani.

Selain itu,lanjutnya perhatian pemerintah juga diarahkan pada pengembangan petani milenial sebagai motor penggerak pertanian modern.

Sementara itu, Jhote Asamou petani Milenial NTT mengungkapkan bahwa usaha pertanian melon yang dikembangkannya selama ini dibangun secara mandiri dengan memanfaatkan modal pribadi.

Meski demikian, ia mengapresiasi perhatian pemerintah yang terus membuka akses dan jaringan dengan berbagai lembaga perbankan guna mendukung pengembangan usaha para petani muda.

“Selama ini kami membangun usaha secara mandiri dengan dana sendiri. Bantuan langsung untuk pertanian memang belum kami terima, tetapi pemerintah selalu membantu membuka jaringan dengan perbankan agar petani memiliki akses terhadap permodalan,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa kebutuhan bibit selama ini dipenuhi secara mandiri karena varietas yang dikembangkan di lahannya memerlukan jenis bibit yang berbeda dengan yang tersedia melalui program pemerintah.

Ke depan, kawasan pertanian melon tersebut tidak hanya difokuskan sebagai sentra produksi hortikultura, tetapi juga akan dikembangkan menjadi destinasi agrowisata yang dapat menarik kunjungan masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi pertanian.

Menurut Jhote, konsep agrowisata akan memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian, membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar, serta mendorong generasi muda untuk melihat pertanian sebagai sektor yang modern dan menjanjikan.

“Melalui konsep agrowisata, masyarakat dapat melihat langsung proses budidaya pertanian modern. Ini juga menjadi peluang usaha baru bagi warga sekitar sekaligus mengubah cara pandang generasi muda terhadap sektor pertanian,” katanya.

Sumber : Petani Milenial Sulap Bukit Batu Baumata Jadi Sentra Melon – DeteksiNTT.Com

Post navigation

Previous Previous
BULOG Pecah Rekor Serapan Gabah Nasional, NTT Sumbang Hampir 4.000 Ton untuk Ketahanan Pangan
NextContinue
Dukung OVOP dan Tingkatkan PAD, Dinas Pertanian NTT Mulai Pasarkan Kopi De Roma Produk Asli Kebun Dinas
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search