Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Peringati Hari Pangan Sedunia 2026, DistanKP NTT dan TP PKK Gelar Gerakan Menanam

October 16, 2026October 16, 2026 Artikel
Peringati Hari Pangan Sedunia 2026, DistanKP NTT dan TP PKK Gelar Gerakan Menanam

KUPANG – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-46 Tahun 2026, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DistanKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi NTT melaksanakan Gerakan Menanam di pekarangan Kantor TP PKK Provinsi NTT, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan yang mengusung semangat Inovasi Masa Kini, Ketahanan Pangan Nanti ini ditandai dengan penanaman cabai, jahe, dan mangga secara simbolis. Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kemandirian pangan.

Gerakan Menanam melibatkan jajaran TP PKK Provinsi NTT, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi NTT.

Pekarangan Produktif Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

Ketua TP PKK Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas perangkat daerah dalam mengembangkan Kebun Hatinya PKK sebagai lokasi percontohan pemanfaatan pekarangan produktif.

Melalui gerakan ini, masyarakat didorong untuk memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah dengan menanam berbagai komoditas yang dibutuhkan sehari-hari, khususnya cabai, sayuran, tanaman rempah, dan tanaman obat keluarga.

Budidaya cabai menjadi salah satu perhatian karena komoditas tersebut memiliki peran penting dalam konsumsi rumah tangga dan kerap mengalami fluktuasi harga. Dengan menanam cabai secara mandiri, keluarga berpeluang mengurangi ketergantungan terhadap pembelian di pasar sekaligus membantu menjaga pengeluaran rumah tangga.

Potensi pemanfaatan pekarangan telah ditunjukkan melalui pengelolaan Kebun Hatinya PKK. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan, penanaman pakcoy pada periode sebelumnya menghasilkan panen lebih dari 200 kilogram. Hasil tersebut disalurkan melalui koperasi untuk mendukung penyediaan bahan pangan bagi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan pekarangan tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga berpotensi menghasilkan nilai ekonomi dan mendukung penyediaan pangan bergizi.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan potensi kekeringan di NTT, pemanfaatan pekarangan menjadi salah satu langkah adaptasi yang dapat diterapkan masyarakat. Penanaman dapat dilakukan secara langsung di lahan maupun menggunakan polybag untuk rumah tangga yang memiliki keterbatasan ruang.

Selain tanaman pangan dan hortikultura, pengembangan peternakan rumah tangga serta budidaya ikan air tawar juga menjadi alternatif yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan protein keluarga dan perbaikan gizi masyarakat, termasuk upaya pencegahan stunting.

DistanKP NTT Dorong Pengembangan Dapur Hidup dan Apotek Hidup

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, S.P., menekankan pentingnya keberlanjutan Gerakan Menanam melalui pengelolaan pekarangan secara terencana dan produktif.

Salah satu langkah yang direncanakan adalah optimalisasi lahan di lingkungan Kantor TP PKK Provinsi NTT menjadi kawasan percontohan tanaman pangan dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Pengembangan tersebut diarahkan melalui konsep dapur hidup dan apotek hidup, dengan memanfaatkan pekarangan untuk membudidayakan cabai, jahe, kunyit, sayuran, tanaman buah, dan berbagai tanaman bermanfaat lainnya.

Penanaman cabai, jahe, dan mangga dalam kegiatan ini juga menggambarkan pentingnya diversifikasi tanaman, mulai dari komoditas yang dapat memenuhi kebutuhan konsumsi harian hingga tanaman buah yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Meski demikian, ketersediaan air masih menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan kawasan percontohan tersebut. Karena itu, diperlukan koordinasi lintas perangkat daerah untuk mendukung penyediaan sarana air, termasuk melalui kemungkinan pemanfaatan sumur bor agar kegiatan budidaya dapat berlangsung secara berkelanjutan.

DistanKP NTT juga mendorong pemanfaatan musim tanam Oktober hingga Maret (Okmar) sebagai momentum untuk meningkatkan aktivitas budidaya tanaman pangan dan hortikultura, dengan tetap memperhatikan kondisi iklim serta ketersediaan air di masing-masing wilayah.

Melalui pendampingan dan kerja sama lintas sektor, pengembangan Kebun Hatinya PKK diharapkan dapat menjadi contoh yang dapat diterapkan masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-46 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penguatan ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga. Pemanfaatan pekarangan secara produktif berpotensi memperpendek rantai penyediaan pangan dari tempat produksi ke meja makan, mengurangi pengeluaran rumah tangga, serta memperluas akses terhadap bahan pangan segar.

Melalui kolaborasi DistanKP NTT, TP PKK, dan perangkat daerah terkait, Gerakan Menanam diharapkan terus berkembang menjadi kebiasaan masyarakat dalam membangun keluarga yang mandiri pangan, sehat, dan tangguh menghadapi tantangan iklim, sekaligus mendukung pembangunan pertanian dan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.

Post navigation

Previous Previous
Pemprov NTT Bahas Pergeseran Anggaran BTT untuk Percepatan Pemulihan Pascagempa Flores
NextContinue
BMKG: NTT Masih Dilanda Musim Kemarau, Waspadai Potensi Kebakaran Lahan pada 16–18 Oktober 2026
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search