Bantuan Benih Jagung Hibrida Jafran 8 Disalurkan Bertahap untuk 5.000 Hektare di Sumba Barat Daya

SUMBA BARAT DAYA – Penyaluran bantuan benih jagung hibrida varietas Jafran 8 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan secara bertahap kepada kelompok tani di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang dialokasikan untuk mendukung penanaman pada lahan seluas 5.000 hektare ini dipersiapkan untuk musim tanam Oktober–Desember 2026.
Program bantuan benih jagung tersebut merupakan bagian dari aspirasi Anggota DPR RI Bambang Purwanto dari Fraksi Partai Demokrat. Penyalurannya dilaksanakan oleh pihak produsen dengan pengawalan penyuluh pertanian dan dinas pertanian kabupaten guna memastikan bantuan sampai ke titik bagi kelompok tani penerima.
Berdasarkan data penyaluran, alokasi bantuan mencakup dua kecamatan, yakni Kecamatan Kodi Utara seluas 3.900 hektare dan Kecamatan Wewewa Barat seluas 1.100 hektare. Pembagian alokasi ini menjadi bagian dari upaya penyediaan benih untuk mendukung kegiatan budidaya jagung pada musim tanam yang telah direncanakan.
Penyaluran Bertahap Menjangkau Kelompok Tani
Dokumentasi kegiatan pada Selasa (13/10/2026) memperlihatkan proses penyaluran bantuan benih jagung hibrida Jafran 8 kepada sejumlah kelompok tani di Kecamatan Kodi Utara.
Kelompok tani yang tercatat dalam dokumentasi penyaluran antara lain Kelompok Tani Pemu Dadi di Desa Magho Linyo, Kelompok Tani Walu Ate dan Suka Membangun di Desa Bila Cenge, serta Kelompok Tani Gollu Wunga di Desa Kadu Eta.
Proses distribusi dilakukan secara bertahap dengan mengangkut benih menuju lokasi kelompok tani penerima. Keterlibatan penyuluh pertanian dan dinas pertanian kabupaten menjadi bagian penting dalam pengawalan distribusi, khususnya untuk mendukung ketepatan sasaran dan kelancaran penyaluran bantuan di lapangan.
Penyaluran langsung ke titik bagi kelompok tani juga diharapkan dapat mempermudah akses petani terhadap benih yang dibutuhkan untuk persiapan penanaman.
Dukung Musim Tanam dan Penguatan Produksi Jagung NTT
Bantuan benih jagung hibrida Jafran 8 diharapkan dapat membantu petani mempersiapkan kegiatan budidaya jagung pada musim tanam Oktober–Desember 2026. Ketersediaan benih menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran proses produksi pertanian, terutama ketika petani mulai mempersiapkan lahan dan menentukan waktu tanam.
Varietas Jafran 8 sendiri turut menjadi salah satu varietas jagung hibrida yang diperkenalkan dalam kegiatan Gelar Teknologi Budidaya Jagung di Balai Benih Induk (BBI) Tarus, Kabupaten Kupang, pada tahun 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan teknologi dan pilihan varietas jagung kepada pelaku pertanian di NTT.
Selain penyediaan benih, keberhasilan budidaya jagung juga memerlukan dukungan pengelolaan lahan, ketersediaan air, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta pendampingan teknis yang sesuai dengan kondisi wilayah.
Melalui penyaluran bantuan yang terkoordinasi, petani di Kabupaten Sumba Barat Daya diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam melaksanakan penanaman jagung sekaligus memanfaatkan potensi lahan pertanian secara produktif.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, produsen benih, penyuluh pertanian, dan kelompok tani menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan pertanian hingga ke tingkat desa. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi jagung, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.




