Pemprov NTT Perkuat Dukungan Pompanisasi Hadapi Dampak Kekeringan Lahan Padi di Kabupaten Kupang

Kabupaten Kupang— Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyalurkan bantuan mesin pompa air kepada petani terdampak kekeringan di Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, pada Rabu, 9 September 2026. Bantuan diberikan setelah tim menerima laporan mengenai berkurangnya pasokan air pada lahan padi dan melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Berdasarkan laporan yang diterima, kekeringan berdampak pada sekitar delapan hektare lahan sawah milik lebih dari 60 petani. Mereka tergabung dalam tiga kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Tokneno, Kelompok Tani Naotabua, dan Kelompok Tani Monames.
Informasi penanganan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Pengolahan Pascapanen, dan Pemasaran Hasil Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Tomi Johanis.
Delapan Hektare Sawah Mengalami Kekurangan Air
Tanaman padi di kawasan tersebut baru ditanam sekitar satu bulan. Namun, berkurangnya debit sumber air menyebabkan pasokan menuju lahan tidak mampu menjangkau seluruh areal persawahan.
Kondisi itu membuat sebagian permukaan tanah mulai mengering dan retak. Apabila tidak segera memperoleh pasokan air yang memadai, tanaman padi yang masih berada pada fase awal pertumbuhan berisiko mengalami kerusakan hingga gagal panen.
Rincian laporan menyebutkan sekitar tiga hektare lahan terdampak berada pada hamparan yang dikelola Kelompok Tani Tokneno dan Naotabua. Sementara itu, sekitar lima hektare lainnya dilaporkan berada di kawasan Fatukanutu. Secara keseluruhan, lahan tersebut merupakan sumber penghidupan bagi lebih dari 60 petani dari tiga kelompok tani.
Hingga laporan tersebut ditindaklanjuti, informasi dampak kekeringan yang diterima bidang terkait pada periode pelaporan berasal dari Kabupaten Kupang. Kondisi di kabupaten dan kota lainnya tetap perlu dipantau mengikuti perkembangan ketersediaan air dan laporan petugas di lapangan.
Pompa Air Membantu Mengoptimalkan Sumber yang Tersedia
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menurunkan tim ke lokasi serta menyalurkan mesin pompa air kepada petani. Pompa tersebut digunakan untuk membantu mengangkat air dari sumber yang masih tersedia dan menyalurkannya menuju lahan melalui jaringan atau saluran irigasi.
Sebelum menerima bantuan, petani di kawasan tersebut harus meminjam mesin pompa milik kelompok tani lain. Kondisi itu membuat pemanfaatan air belum dapat dilakukan secara optimal karena penggunaan mesin harus disesuaikan dengan kebutuhan kelompok pemiliknya.
Kehadiran pompa air memberi petani akses yang lebih baik terhadap sarana pengairan. Para petani turut terlibat dalam penerimaan bantuan, pemeriksaan kondisi lahan, serta pengaturan pemanfaatan air untuk sawah yang membutuhkan penanganan.
Pengoperasian pompa tetap harus disesuaikan dengan ketersediaan air di lokasi. Pemeliharaan mesin, pengaturan jadwal penggunaan, dan pembagian air secara tertib diperlukan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh anggota kelompok tani.
Menekan Risiko Gagal Panen dan Menjaga Produksi Pangan
Bantuan pompa air diharapkan dapat membantu mempertahankan pertumbuhan tanaman padi yang masih berumur sekitar satu bulan. Pasokan air yang lebih baik akan memberikan kesempatan bagi petani untuk melanjutkan pemeliharaan tanaman sekaligus menekan risiko kerugian akibat kekeringan.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi dan alat mesin pertanian untuk merespons persoalan petani secara cepat dan tepat sasaran. Penggunaan alsintan melalui pola pelayanan bersama memungkinkan sarana pemerintah dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan.
Menjaga tanaman sejak tahap produksi merupakan bagian penting dalam mempertahankan ketersediaan pangan lokal. Produksi yang tetap berlangsung juga membantu mengurangi potensi gangguan pada rantai pasok pangan dari tingkat petani hingga masyarakat sebagai konsumen.
Penanganan kekeringan memerlukan kerja bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, petugas lapangan, kelompok tani, dan pihak yang mengelola sumber daya air. Pelaporan yang cepat, pemetaan sumber air, pengelolaan jaringan irigasi, serta pemanfaatan teknologi menjadi unsur penting dalam melindungi usaha tani masyarakat.
Melalui bantuan pompa air dan keterlibatan kelompok tani, penanganan kekeringan di Amabi Oefeto diharapkan memberikan manfaat nyata bagi petani sekaligus mendukung pembangunan pertanian NTT yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan.
