Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Demplot Ke-2 Gelar Teknologi Jagung Hibrida di Oepura Terus Tumbuh, Pemeliharaan Diperkuat

September 21, 2026September 21, 2026 Artikel
Demplot Ke-2 Gelar Teknologi Jagung Hibrida di Oepura Terus Tumbuh, Pemeliharaan Diperkuat

Kupang – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mengawal perkembangan Demplot Ke-2 Gelar Teknologi Budidaya Jagung Hibrida di Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Setelah penanaman dilakukan secara bertahap mulai 28 Agustus 2026, kegiatan hingga 20 September 2026 telah memasuki tahapan pemeliharaan melalui pengairan, penyulaman, pemupukan, pengamatan tanaman hingga pengendalian ulat grayak.

Demplot ini menjadi ruang pembelajaran lapangan untuk melihat perkembangan sejumlah varietas jagung hibrida dalam kondisi budidaya yang sama sekaligus mempertemukan pemerintah, petani, produsen benih dan mitra pertanian dalam penerapan teknologi budidaya secara langsung.

Pelaksanaan di Oepura merupakan kelanjutan dari rangkaian Gelar Teknologi Jagung Hibrida yang sebelumnya dikembangkan di Balai Benih Induk (BBI) Tarus, Kabupaten Kupang. Pada demplot pertama tersebut, kolaborasi melibatkan pemerintah daerah, produsen benih, penyedia pupuk, penyuluh, perguruan tinggi dan petani sebagai bagian dari upaya mengenalkan teknologi budidaya yang dapat diamati langsung sejak tanam hingga panen.

Penanaman Dilakukan Bertahap Sesuai Kondisi Lahan

Penanaman Dilakukan Bertahap Sesuai Kondisi Lahan

Penanaman pada Demplot Ke-2 dimulai Jumat, 28 Agustus 2026. Pada hari pertama, penanaman dilakukan pada petak BTS, Jafran, Soebandi dan Tondano. Penanaman kemudian dilanjutkan pada hari-hari berikutnya dengan menyesuaikan kesiapan dan kondisi pengairan masing-masing petak.

Sejumlah varietas yang tercatat dalam rangkaian kegiatan antara lain BTS 7, Jafran 1, Jafran 8, Kanaka, Nusa RIKUB, KH 1, Thunder 101, Maxxi 2 Cuan, TKS 234, Jenderal, Sage 01, Dewo 99, Protani 1, Bioseed B54, B59 dan B89, R1 Nusantara serta R3 Semesta. Penanaman juga dilakukan pada petak produsen lain yang terlibat dalam demplot.

Rangkaian dokumentasi lapangan memperlihatkan keterlibatan tim teknis dan petani sejak penyiapan petak hingga penanaman. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT juga melakukan monitoring pada awal pelaksanaan penanaman untuk melihat secara langsung proses budidaya di lokasi.

Keberadaan demplot memberi kesempatan untuk mengamati respons pertumbuhan berbagai varietas pada kondisi lapangan di Oepura. Pendekatan semacam ini penting karena demonstrasi teknologi memungkinkan petani melihat secara langsung penerapan teknologi dan perkembangan tanaman, bukan hanya menerima informasi secara teoritis. Kementerian Pertanian juga menggunakan pendekatan demplot sebagai sarana pembelajaran dan penerapan teknologi budidaya jagung di berbagai daerah.

Pengairan hingga Pemupukan Dikawal Bertahap

Pengairan hingga Pemupukan Dikawal Bertahap

Ketersediaan air menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan demplot. Untuk mendukung kebutuhan tanaman, tim memasang instalasi pipa pengairan dari sumur, kemudian melakukan pengairan secara bertahap sesuai kondisi masing-masing petak. Kegiatan penyulaman juga dilaksanakan pada tanaman yang membutuhkan penggantian agar populasi tanaman dapat tetap terjaga.

Memasuki pertengahan September, tanaman yang lebih dahulu ditanam mulai mendapatkan pemupukan pertama. Pemupukan menggunakan Urea dan NPK 16-16-16 dengan sistem kocor, dan dilakukan bertahap menyesuaikan umur serta waktu tanam masing-masing petak.

Pada 16 September 2026, kegiatan di lapangan diperkuat melalui sosialisasi pemupukan dan pengambilan sampel tanah pada Demplot Ke-2 di lahan Poktan Nekamese yang difasilitasi PT Pupuk Indonesia. Pengambilan sampel tersebut menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran kondisi tanah sebagai dasar dalam mendukung pengelolaan pemupukan yang lebih tepat.

Pendekatan ini sejalan dengan arah pengembangan teknologi budidaya jagung yang tidak berhenti pada penggunaan benih unggul. Pengelolaan lahan, air, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman serta pemantauan pertumbuhan merupakan satu rangkaian budidaya yang saling berkaitan. Kementerian Pertanian juga menempatkan tahapan tersebut sebagai bagian penting dalam teknologi budidaya jagung hibrida.

Pengendalian Ulat Grayak Dilakukan pada Petak Demplot

Pemantauan tanaman juga menemukan perlunya pengendalian ulat grayak. Hingga 20 September 2026, tindakan pengendalian telah dilakukan pada sejumlah petak, antara lain BTS, Soebandi, Restu R3, Jafran, Tondano, Maxxi, Winmar, Asian Hybrid, Protani, Bioseed B54 serta Sage/Jenderal.

Pengamatan dan respons sejak fase awal pertumbuhan menjadi bagian penting dalam pemeliharaan jagung. BRMP Kementerian Pertanian menyebut ulat grayak jagung (Spodoptera frugiperda) sebagai hama yang perlu mendapat perhatian karena serangannya dapat menurunkan produktivitas. Pengelolaannya perlu dilakukan melalui rangkaian tindakan budidaya, antara lain pengolahan lahan, penggunaan benih unggul, tanam serentak, rotasi tanaman dan pemupukan berimbang, disertai tindakan pengendalian sesuai kondisi di lapangan.

Karena waktu tanam antarpetak tidak seluruhnya bersamaan, perkembangan maupun jadwal perlakuan tanaman juga berbeda. Tim lapangan karena itu melakukan pengairan, pemupukan dan pengendalian secara bertahap sesuai kebutuhan masing-masing petak.

Demplot Menjadi Ruang Belajar Bersama

Ruang belajar bersama di demplot 2 gerakan teknologi

Lebih dari sekadar hamparan pertanaman, Demplot Ke-2 Gelar Teknologi Jagung Hibrida di Oepura diarahkan menjadi ruang belajar bersama. Beragam varietas yang ditanam memungkinkan perkembangan tanaman diamati secara langsung dari fase awal pertumbuhan hingga nantinya memasuki fase generatif dan panen.

Kegiatan ini juga memperkuat komunikasi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, produsen benih, petani serta mitra pendukung. Untuk monitoring, Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura membagi penanggung jawab pada masing-masing petak sehingga kebutuhan teknis maupun perkembangan tanaman dapat dikoordinasikan secara berkelanjutan dengan produsen.

Pola kolaborasi tersebut telah dibangun sejak Gelar Teknologi pertama di BBI Tarus. Pemerintah Provinsi NTT mendorong peningkatan produksi jagung melalui penggunaan benih unggul, penerapan teknologi budidaya dan pembangunan kemitraan dari hulu hingga hilir. Dengan pendekatan tersebut, peningkatan produktivitas diharapkan tidak berdiri sendiri, tetapi dapat dihubungkan dengan penguatan hasil pertanian lokal dan peningkatan manfaat ekonomi bagi petani.

Ke depan, perkembangan setiap petak Demplot Ke-2 akan terus menjadi bagian penting dari proses pembelajaran lapangan. Hasil pengamatan sejak pertumbuhan, pemeliharaan hingga panen nantinya dapat memberikan gambaran lebih nyata mengenai performa varietas serta praktik budidaya yang sesuai dengan kondisi setempat.

Melalui kerja bersama pemerintah, petani, produsen benih dan mitra pertanian, Gelar Teknologi diharapkan memperluas akses terhadap pengetahuan dan teknologi sekaligus memperkuat pengembangan jagung sebagai salah satu komoditas strategis pertanian NTT.

Post navigation

Previous Previous
Kementan Target Revitalisasi 247 Ribu Hektare Kebun Kakao hingga 2027
NextContinue
Distankp NTT Terima Audiensi IRID dan Yayasan PIKUL, Bahas Peran Daerah dalam Aksi Iklim dan Ketahanan Pertanian
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search