Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Cuaca NTT 28–30 Oktober 2026 Relatif Aman dari Hujan Ekstrem, Waspadai Kebakaran Lahan

October 28, 2026October 28, 2026 Informasi

Powered By EmbedPress

KUPANG, 28 Oktober 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang merilis informasi peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku pada 28–30 Oktober 2026. Berdasarkan informasi tersebut, tidak terdapat wilayah di NTT yang masuk kategori peringatan dini hujan sedang hingga ekstrem maupun angin kencang selama periode tersebut. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca kering yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

Informasi yang diterbitkan pada Rabu (28/10/2026) tersebut menjelaskan bahwa angin monsun timur masih aktif sehingga musim kemarau masih berlangsung di wilayah NTT. Kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha pertanian, dalam menjaga ketersediaan air serta mengantisipasi risiko kebakaran pada lahan pertanian dan perkebunan.

Tidak Ada Wilayah NTT Masuk Kategori Peringatan Dini Hujan Ekstrem

Dalam laporan peringatan dini cuaca tiga harian, BMKG mencatat seluruh kategori peringatan hujan berada pada status nihil (NIL), mulai dari kategori Waspada, Siaga, hingga Awas.

Kategori Waspada mencakup potensi hujan sedang hingga lebat, kategori Siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat, sedangkan kategori Awas menunjukkan potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem.

Selain itu, BMKG tidak menetapkan wilayah dengan potensi angin kencang dalam laporan peringatan dini tersebut.

Informasi ini berlaku mulai pukul 08.00 WITA hingga pukul 08.00 WITA pada hari berikutnya untuk masing-masing tanggal peringatan.

Meskipun tidak terdapat wilayah yang masuk kategori peringatan dini, kondisi tersebut tidak berarti seluruh wilayah NTT akan mengalami cuaca cerah sepanjang hari. Perubahan cuaca secara lokal tetap dapat terjadi sehingga masyarakat perlu mengikuti perkembangan informasi terbaru dari BMKG.

Musim Kemarau Masih Berlangsung, Risiko Kebakaran Lahan Perlu Diantisipasi

BMKG menjelaskan bahwa angin monsun timur masih aktif dan menyebabkan musim kemarau tetap berlangsung di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Kondisi udara yang relatif kering perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan kerentanan vegetasi terhadap kebakaran, terutama pada kawasan yang memiliki rumput kering, semak belukar, serta sisa tanaman hasil panen.

Dalam informasi tersebut, BMKG secara khusus mengingatkan masyarakat agar mewaspadai angin yang bersifat kering karena berpotensi memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan.

Kewaspadaan ini juga sejalan dengan prakiraan cuaca nasional BMKG periode 23–29 Oktober 2026 yang menyoroti kondisi panas dan kering di sejumlah wilayah Indonesia serta perlunya langkah pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan. BMKG

Bagi sektor pertanian NTT, kondisi ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan lahan secara hati-hati, terutama menjelang persiapan musim tanam berikutnya.

Petani diharapkan menghindari pembakaran terbuka saat membersihkan lahan, mengingat api dapat menyebar dengan cepat apabila terdapat bahan tanaman kering dan hembusan angin.

Petani Diimbau Menjaga Ketersediaan Air dan Menghindari Pembakaran Lahan

Menghadapi kondisi kemarau yang masih berlangsung, langkah antisipasi perlu dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan terhadap aktivitas pertanian.

Pengelolaan sumber air secara efisien menjadi salah satu upaya penting, terutama bagi petani yang masih melakukan kegiatan budidaya tanaman pada lahan dengan ketersediaan air terbatas.

Pemanfaatan air irigasi sesuai kebutuhan tanaman, pemeliharaan saluran air, serta penggunaan bahan organik atau mulsa untuk membantu menjaga kelembapan tanah dapat menjadi pilihan dalam menghadapi kondisi kering.

Selain itu, kegiatan pembersihan lahan pertanian perlu dilakukan tanpa pembakaran terbuka. Sisa tanaman yang memungkinkan untuk dimanfaatkan kembali dapat diolah menjadi kompos atau bahan organik untuk memperbaiki kondisi tanah.

Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di sekitar kawasan pertanian, perkebunan, maupun permukiman.

Langkah pencegahan tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian sekaligus melindungi sumber daya lahan yang menjadi penopang kehidupan masyarakat NTT.

Informasi Cuaca Jadi Dasar Antisipasi Kegiatan Pertanian

Pemantauan informasi cuaca secara berkala memiliki peran penting dalam mendukung perencanaan kegiatan pertanian, mulai dari persiapan lahan, penentuan waktu tanam, hingga pengelolaan kebutuhan air.

Dinamika cuaca yang masih dipengaruhi musim kemarau memerlukan kesiapan petani, penyuluh pertanian, serta pemerintah daerah dalam mengantisipasi kemungkinan dampak terhadap produksi pangan.

Melalui pemanfaatan informasi meteorologi yang akurat dan koordinasi lintas sektor, berbagai risiko akibat kondisi cuaca dapat diantisipasi lebih awal.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT mengajak masyarakat pertanian untuk terus memperhatikan informasi resmi BMKG sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menjalankan aktivitas budidaya secara aman dan berkelanjutan.

Masyarakat dapat mengakses pembaruan prakiraan cuaca melalui situs resmi BMKG maupun aplikasi InfoBMKG.

Dengan meningkatnya kesadaran terhadap kondisi cuaca, pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien, serta pencegahan kebakaran lahan, diharapkan aktivitas pertanian di Nusa Tenggara Timur dapat terus berjalan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Post navigation

Previous Previous
BBU Ogi Ngada Lakukan Penyiangan Gulma untuk Jaga Kualitas Benih Padi
NextContinue
Ubinan Padi Ciherang di Malaka, Poktan Tunas Harapan Bersama PPL dan POPT Pantau Potensi Hasil Panen
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search