Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Pengawas Benih Tanaman Periksa Perbenihan Padi, Jagung dan Mangga di Kambera

September 22, 2026September 22, 2026 Artikel
Pengawas Benih Tanaman Periksa Perbenihan Padi, Jagung dan Mangga di Kambera

Sumba Timur – Pengawas Benih Tanaman (PBT) UPTD Perbenihan dan Sertifikasi Benih, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan pemeriksaan lapangan terhadap sejumlah kegiatan perbenihan di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Selasa (22/9/2026).

Pemeriksaan meliputi pertanaman padi varietas Ciherang seluas 6 hektare di Kelompok Tani Setia Kawan, Kelurahan Mauliru; pertanaman jagung varietas Lamuru seluas 2 hektare di Kelurahan Lambanapu; serta 3.000 anakan mangga Arumanis hasil perbanyakan vegetatif di Balai Benih Hortikultura (BBH) Lambanapu.

Rangkaian kegiatan dilakukan sesuai tahapan pertumbuhan masing-masing komoditas. Padi Ciherang dan jagung Lamuru diperiksa pada fase generatif, sedangkan mangga Arumanis diperiksa pada fase vegetatif.

Pemeriksaan lapangan menjadi bagian penting dalam proses pengawasan perbenihan untuk memastikan pertanaman dan bahan tanam yang dikembangkan tetap memenuhi persyaratan mutu sesuai tahapan produksi benih.

Padi Ciherang 6 Hektare Diperiksa di Mauliru

Pemeriksaan pertama dilakukan pada areal penangkaran benih padi varietas Ciherang milik Kelompok Tani Setia Kawan di Kelurahan Mauliru dengan luas pertanaman mencapai 6 hektare.

Saat pemeriksaan berlangsung, tanaman telah memasuki fase generatif. Pada tahapan ini, PBT melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi pertanaman sebagai bagian dari rangkaian pengawasan produksi benih sebelum memasuki proses berikutnya.

Pemeriksaan lapangan dalam produksi benih memiliki peran penting untuk menjaga kemurnian varietas dan memastikan kondisi pertanaman sesuai dengan persyaratan teknis perbenihan. Pengawasan sejak tanaman masih berada di lapangan juga membantu mengurangi risiko tercampurnya varietas maupun tanaman yang tidak sesuai dengan karakter varietas yang diperbanyak.

Melalui pengawalan tersebut, proses produksi benih tidak hanya berorientasi pada jumlah hasil panen, tetapi juga memastikan kualitas bahan tanam yang nantinya akan digunakan kembali dalam kegiatan budidaya.

Jagung Lamuru 2 Hektare Masuki Fase Generatif

Setelah pemeriksaan padi di Mauliru, PBT melanjutkan pemeriksaan terhadap pertanaman jagung varietas Lamuru seluas 2 hektare di Kelurahan Lambanapu.

Tanaman jagung pada saat pemeriksaan telah memasuki fase generatif. Kondisi tanaman diamati secara langsung sebagai bagian dari tahapan pemeriksaan perbenihan sebelum pertanaman memasuki masa panen.

Lamuru merupakan salah satu varietas jagung bersari bebas yang telah lama dikembangkan di Indonesia. Varietas tersebut juga dikenal memiliki kemampuan adaptasi pada lingkungan lahan kering, sehingga pengembangan benihnya relevan dengan karakter agroekosistem di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur.

Pengawasan pada fase pertumbuhan menjadi bagian penting dalam menghasilkan benih dengan identitas varietas yang terjaga. Dengan demikian, mutu benih sudah dikawal sejak proses produksi di lapangan dan tidak hanya melalui pemeriksaan setelah benih dipanen.

Pemeriksaan 3.000 Anakan Mangga Arumanis

Selain tanaman pangan, pemeriksaan juga dilakukan pada sektor hortikultura. PBT melakukan pemeriksaan fase vegetatif terhadap 3.000 anakan mangga Arumanis hasil perbanyakan vegetatif di BBH Lambanapu, Kelurahan Lambanapu.

Pada tahap pembibitan, pemeriksaan diarahkan pada kondisi pertumbuhan tanaman dan kesesuaian bahan tanam yang diperbanyak. Pengawasan diperlukan karena kualitas bibit merupakan salah satu faktor awal yang menentukan keberhasilan pengembangan tanaman hortikultura di lapangan.

Perbanyakan secara vegetatif pada tanaman buah banyak digunakan untuk mempertahankan karakter unggul dari tanaman induk. Cara ini juga memungkinkan tanaman yang dihasilkan memiliki karakter lebih seragam dibandingkan tanaman yang berasal dari perbanyakan biji.

Keberadaan ribuan anakan mangga Arumanis di BBH Lambanapu menjadi bagian dari upaya penyediaan bahan tanam hortikultura yang dapat mendukung pengembangan tanaman buah di Nusa Tenggara Timur.

Pengawasan Benih Dimulai Sejak dari Lapangan

Rangkaian pemeriksaan di Mauliru dan Lambanapu menunjukkan bahwa pengawasan mutu benih dilakukan sejak tanaman masih berada pada tahap produksi di lapangan.

Peran Pengawas Benih Tanaman menjadi penting dalam memastikan proses produksi, penangkaran dan perbanyakan benih berjalan sesuai ketentuan sehingga bahan tanam yang dihasilkan memiliki mutu serta identitas varietas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Penguatan sistem perbenihan daerah juga menjadi salah satu fondasi pembangunan pertanian. Ketersediaan benih padi dan jagung bermutu mendukung kesinambungan produksi tanaman pangan, sementara penyediaan bibit hortikultura berkualitas membuka peluang pengembangan komoditas bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Pengembangan sumber benih di daerah juga dapat membantu mendekatkan ketersediaan bahan tanam dengan sentra produksi sehingga rantai pasok menjadi lebih efisien.

Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh UPTD Perbenihan dan Sertifikasi Benih bersama petani penangkar dan unit produksi benih, kualitas bahan tanam diharapkan terus terjaga sekaligus memperkuat fondasi produksi pertanian di Nusa Tenggara Timur.

Post navigation

Previous Previous
Gerdal OPT Tikus di Malaka Tengah, Lindungi Pertanaman Padi di Suai dan Umanen Lawalu
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search