🌱 Dorong Swasembada Pangan, Kadis Pertanian NTT Paparkan Strategi Penguatan Pangan Lokal di TVRI

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bapak Joaz Billy Oemboe Wanda, tampil dalam wawancara khusus di TVRI NTT bersama Komunitas Bapalok (Baomong Pangan Lokal). Wawancara ini membahas secara komprehensif arah pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan di Provinsi NTT.

Dalam dialog tersebut, Kepala Dinas menekankan pentingnya diversifikasi pangan lokal sebagai fondasi utama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Pangan lokal dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap komoditas pangan dari luar daerah.

Selain itu, dibahas pula upaya penguatan pertanian dari hulu hingga ke hilir, mulai dari peningkatan produksi di tingkat petani, pengolahan hasil pertanian, hingga perluasan akses pasar. Strategi ini diarahkan untuk menciptakan sistem pertanian yang terintegrasi, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah bagi petani.

Kepala Dinas juga menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan melalui pemanfaatan potensi lokal, penguatan kelembagaan petani, serta kolaborasi lintas sektor.

Melalui dialog ini, diharapkan terbangun kesadaran bersama akan pentingnya pangan lokal sebagai identitas sekaligus kekuatan ekonomi daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan di NTT.

Similar Posts

  • Potensi Alga untuk Pertanian Ramah Lingkungan Langkah Nyata Laboratorium Hayati NTT

    Kupang 18 September 2025 —  UPTD Perbenihan, Kebun Dinas, dan Laboratorium Hayati Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT kembali menunjukkan perannya sebagai pusat inovasi dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Melalui Seksi Pengelolaan Laboratorium Hayati dan Biopestisida, tim laboratorium baru-baru ini melakukan kegiatan identifikasi sampel alga yang diserahkan oleh Bapak Hendra Sembiring dari Lembaga Tani Indonesia.
    Kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas analisis laboratorium, tetapi juga sebuah langkah awal yang penting dalam mengungkap potensi besar alga bagi pertanian Nusa Tenggara Timur. Alga dikenal kaya akan senyawa bioaktif, nutrisi, dan metabolit sekunder yang dapat berfungsi sebagai pupuk hayati, stimulan pertumbuhan, bahkan agen pengendali hayati. Dengan penelitian lebih lanjut, alga berpotensi menjadi salah satu alternatif terbaik dalam mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan pestisida sintetis yang selama ini mendominasi praktik budidaya.

  • Gelar Pangan Murah Di BTN Kolhua Dibanjiri 700 Warga

    Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Dinas Paertanian dan Ketahanan Pangan, melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM), di halaman Gereja (GMIT) Kaisarea BTN Kolhua, pada, Jumad (06/12/2024).

    GPM tersebut dibanjiri sekitar 700 orang warga perumahan BTN Kelurahan Kolhua Kota Kupang yang datang berbelanja berbagai kebutuhan bahan pangan pokok yang dijual dengan harga murah oleh produsen, distributor dan UMKM Lokal.

    Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, SP yang diwawancarai media ini dilokasi tersebut  mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pelayanan pemerintah kepada masyarakat yang dilakukan terus menerus untuk membantu masyarakat agar memperoleh bahan pangan pokok yang murah dan berkualitas.

  • Revolusi Sekolah Sawah, Gubernur NTT Ubah Kelas Jadi Kebun

    Di hadapan ratusan siswa SMAN 1 Bajawa, Kabupaten Ngada, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena tak berbicara soal ranking atau nilai ujian nasional. Ia bicara soal cangkul, bibit, laut, dan dapur sekolah.

    “Mulai tahun depan, anak-anak tidak hanya belajar di kelas. Mereka akan turun ke sawah, urus ternak, dan ke laut. Ini masa depan kita,” sebut Gubernur Melki Laka Lena.

    Kunjungan kerja itu bukan basa-basi. Gubernur Melki datang dengan agenda besar: mereformasi total kurikulum pendidikan SMA se-NTT. Tujuannya sederhana namun radikal—mengubah generasi muda dari konsumen pendidikan menjadi produsen pangan.

  • Panen Raya Jagung di Seminari Kisol, Bukti Sukses Kolaborasi Lintas Sektor di Matim

    Dua pejabat dari Kementerian Pangan dan Kementerian Pertanian, yakni Rumaksono dan Nur Saptahidayat, menghadiri panen raya jagung di lahan milik Seminari Pius XII Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur, Kamis (10/4/2025).

    Panen raya ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan produktivitas pertanian jagung di Matim. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Matim Agas Andreas, Bupati Manggarai Hery Nabit, Wakil Bupati Matim Tarsy Sjukur, Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat, serta unsur Forkopimda seperti Dandim Manggarai, Kapolres Matim AKBP Suryanto, perwakilan dari kabupaten se-daratan Flores, tokoh masyarakat, pelaku pertanian, mitra dan off-taker, serta ratusan petani.

  • Pasar Tani “Lokal Itu Hebat” – Beli Lokal, Dukung Petani dan UMKM

    Dalam rangka mendukung program One Village One Product (OVOP) dan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyelenggarakan kegiatan Pasar Tani bertajuk “Lokal Itu Hebat” – Beli Lokal, Dukung Petani dan UMKM. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, tanggal 27–28 Mei 2025, di depan Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT dan sepanjang Jalan El Tari, Kupang.

    Memperkuat UMKM, Petani, dan Produk Lokal

    Kegiatan Pasar Tani ini menjadi bagian integral dari upaya mendorong desa-desa di NTT agar mampu mengembangkan produk unggulan yang berdaya saing, baik di pasar nasional maupun internasional. Melalui kegiatan ini, hasil pertanian dan aneka olahan pangan lokal diperkenalkan lebih dekat ke masyarakat. Selain sebagai sarana promosi, Pasar Tani diharapkan menjadi instrumen untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor, memperkuat keberlanjutan pertanian, serta memberdayakan ekonomi lokal.

  • Sinergi Pembangunan Pertanian di Nusa Tenggara Timur: Kolaborasi Strategis antara Dinas Pertanian, RRI Kupang, dan Masyarakat

    Kupang, 25 Februari 2026 – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), didampingi oleh Plt. Sekretaris, Kasubbag Kepegawaian dan Umum (KUM), serta Koordinator Perencana, menerima kunjungan kerja dari RRI Kupang untuk membahas kerja sama program dan kegiatan antara kedua lembaga. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab ini bertujuan untuk memperkuat sinergi publikasi serta penyebarluasan informasi terkait pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan di NTT.

    Kepala Dinas Pertanian, Joaz Bily Oemboe Wanda, SP, menyampaikan pentingnya peran media, terutama RRI sebagai lembaga penyiaran publik, dalam mendukung program pemerintah daerah. Dalam upaya membangun ketahanan pangan, RRI diharapkan dapat menjadi mitra yang efektif dalam menyebarluaskan informasi terkait ketersediaan pangan, pengendalian inflasi, inovasi pertanian, serta program pemberdayaan petani kepada masyarakat luas. RRI Kupang pun menyambut baik kerja sama ini, siap untuk menjadi platform edukasi yang menginspirasi dan solutif, dengan program siaran, dialog interaktif, serta liputan kegiatan.