loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

NTT Fokus Cetak Lahan Pertanian, Anak Muda Diajak Kembali ke Ladang

December 17, 2024December 17, 2024 Artikel
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, SP

Newsdaring-Kupang, 16 Desember 2024 – “Pangan itu harga diri satu bangsa. Kalau kita sonde siapkan pangan di wilayah kita sendiri, nanti orang lain yang bawa dia punya ubi, patatas, jagung, ganggu kita punya desa. Itu lu sonde malu?” kata Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz B. Oemboe Wanda, SP, saat menjawab pertanyaan awak media terkait pembukaan lahan 1 juta hektar yang digalakkan pemerintah pusat.

Dalam wawancara tersebut, Joaz menegaskan pentingnya kemandirian pangan untuk menghadapi tantangan kekurangan produksi nasional. “Kita dari sisi produksi padi dan konversi ke beras itu kurang, jadi kita impor 2 juta ton per tahun. Sekarang Pak Presiden minta kita swasembada pangan, terutama beras dan jagung,” ujarnya.

Joaz menjelaskan bahwa Provinsi NTT memiliki lahan potensial yang besar, tetapi sebagian besar berupa lahan kering (LAKER). Dari total 4,7 juta hektar lahan yang tersedia, hanya 300 ribu hektar lahan basah yang bersertifikasi. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan program cetak lahan kering dengan dukungan infrastruktur air, seperti embung dan irigasi tersier.

“Kita cetak lahan kering, tapi kita harus siapkan air. Kita minta kabupaten-kabupaten buat pemetaan cepat, supaya tahun depan eksekusi bisa segera. Terutama daerah-daerah central yang dekat sama masyarakat. Jadi, kita sonde perlu datangkan orang luar kerja di sini lagi,” jelas Joaz.

Selain itu, Joaz menyoroti krisis regenerasi petani di NTT. “Yang kerja di pertanian sekarang kebanyakan orang tua umur 50 tahun ke atas. Anak-anak muda dong su tinggalkan pertanian. Dia lebih banyak jadi ojek atau bikin video TikTok dan YouTube. Padahal pertanian itu penyedia pangan, termasuk pangan lokal,” katanya.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Pertanian akan menggelar program padat karya dan pelatihan teknis bagi anak muda. “Kita butuh petani milenial. Teknologi sekarang bisa bantu, jadi pertanian itu bisa lebih cepat dan untung besar. Beta harap anak-anak muda sonde cuma jadi penonton di tanah sendiri,” tegas Joaz.

Dengan optimalisasi lahan dan keterlibatan pemuda, pemerintah berharap sektor pertanian NTT dapat memberikan kontribusi besar pada swasembada pangan nasional. “Bosong pikir, kalau kita sonde kerja, ko beta beli? Ini hal-hal sederhana, tapi dampaknya besar bagi petani. Jadi, beta ajak semua anak muda: mari kembali ke ladang. Semua orang butuh makan, dan pertanian itu masa depan bangsa,” tutupnya.

Pemerintah NTT berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan sektor pertanian dengan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.(kl) 

Sumber : NTT Fokus Cetak Lahan Pertanian, Anak Muda Diajak Kembali ke Ladang

Post navigation

Previous Previous
Peningkatan Produktivitas Tembakau di NTT: Dukungan Pemerintah Melalui DBH-CHT
NextContinue
Terobosan Pupuk Subsidi dan Organik: Dinas Pertanian NTT Dorong Swasembada Pangan dan Petani Milenial
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search