loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Menko Pangan Dorong Nilai Tambah Perkebunan Kopi, Coklat, hingga Lada

May 15, 2025May 20, 2025 Artikel
Menko Pangan, Zulkifli Hasan, usai membuka World of Coffee Jakarta 2025 di Jakarta International Convention Center, Kamis (15/5).
(Foto: Arsip Kemenko Pangan)

Pemerintah Indonesia terus memperkuat sektor pertanian dengan mengarahkan perhatian pada pengembangan perkebunan rakyat, khususnya komoditas unggulan seperti kopi, coklat, kelapa, cengkih, dan lada. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan bahwa langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi ketahanan pangan dan peningkatan nilai tambah produk perkebunan nasional.

Usai membuka kegiatan World of Coffee Jakarta 2025, di Jakarta International Convention Center, Kamis (15/5), ia mengatakan hal ini menjadi perhatian pemerintah setelah berhasil mengembangkan beras yang kini stoknya sudah mencapai 3,7 juta ton.

“Maka fokus kita sekarang untuk mengembangkan perkebunan rakyat seperti kopi, coklat, kelapa, cengkih, dan lada. Karena ini harganya sekarang lagi bagus-bagusnya. Agar produktivitasnya naik. Paling tidak bibitnya yang bagus,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (15/5).

Pada kesempatan tersebut, Zulhas memaparkan beberapa strategi yang telah disiapkan untuk mengembangkan perkebunan rakyat. Salah satu fokus utamanya adalah mendorong para petani untuk melakukan pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Menurutnya, pengelolaan keuangan yang kurang optimal dapat berdampak pada penurunan produktivitas lahan, yang pada akhirnya memengaruhi pendapatan petani.

Ia pun membandingkan dengan petani di Vietnam yang memiliki kebiasaan menginvestasikan kembali hasil panen untuk pengembangan lahan mereka.

“Nah kalau petani Vietnam lain itu, kalau dapat uang banyak, uangnya itu dikembalikan kebunnya agar lebih bagus. Pengolahannya lebih bagus, penataannya lebih bagus,” imbuh Zulhas.

Sementara di Indonesia, lanjut dia, ketika petani mendapat penghasilan besar, sering kali dana tersebut tidak kembali ke kebun, melainkan digunakan untuk kebutuhan konsumtif seperti membeli rumah, motor, atau mobil. Akibatnya, produktivitas kebun lama-kelamaan menurun.

Untuk mewujudkan pengembangan perkebunan rakyat, dirinya menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa upaya ini tidak dapat dilakukan oleh satu kementerian atau lembaga saja.

“Nggak mungkin sendiri. Harus seluruh, mulai pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kementerian lembaga, sama-sama kita untuk mendukung petani kita saatnya sekarang yang selama ini perkebunan rakyat ini kan ketinggalan,” terangnya.

Terkait dengan penyelenggaraan World of Coffee Jakarta 2025, Zulhas mengapresiasi acara tersebut sebagai pengakuan terhadap kualitas kopi Indonesia di kancah global. Ia mencatat bahwa ini merupakan pertama kalinya pameran kopi dunia diselenggarakan di Jakarta.

“Ini pertama kali di tempat kita sini. Tentu ini artinya pengakuan terhadap kopi Indonesia,” pungkas dia.

Sumber : Menko Pangan Dorong Nilai Tambah Perkebunan Kopi, Coklat, hingga Lada

Post navigation

Previous Previous
Hasil Panen Padi Meningkat, Kadis Pertanian Belu: Kami Optimis Dengan Kolaborasi Petani
NextContinue
Buku Saku Data Penyuluhan Pertanian Edisi April 2025
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search