loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

NTT Optimis Wujudkan Swasembada Pangan; Joaz Beberkan Alasannya

July 25, 2025July 28, 2025 Artikel

Kita butuh kerja kolektif, bukan sekadar program seremonial. Dengan itu kita yakin mampu mewujudkan swasembada pangan NTT sesuai terget nasional

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Joaz Willy Oemboe saat memberikan keterangan pada jumpa pers di Aston Hotel, Jumat (25/7/2025)

KUPANG, terasntt.co — Salah satu agenda nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto adalah swasembada pangan. NTT adalah salah satu daerah yang sedang giat menuju agenda tersebut dengan berbagai terobosan dan optimisme.

Optimisme sangat beralasan untuk mendukung agenda nasional Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menyelaraskan program prioritas Gubernur Melki Laka Lena dari Ladang ke Laut Menuju Pasar, dengan semangat gotong royong dan kolaborasi bersama lembaga mitra Badan Pusat Statistik (BPS) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Baperinda) dan Pupuk Indonesia.

“ Kita butuh kerja kolektif, bukan sekadar program seremonial. Dengan itu kita yakin mampu mewujudkan swasembada pangan NTT sesuai terget nasional,” tegas Joaz dalam jumpa pers usai rapat koordinasi lintas kabupaten dan kota di Aston Hotel, Kupang, Jumat (25/7/2025). Walau banyak tantangan dihadapinya, Joaz meyakini mampu mengatasi bersama mitra dan masyarakat. Berdasarkan data yang dipaparkannya, hasil produksi beberapa komoditas hortikultura masih fluktuatif seperti produksi bawang merah pada 2025 tercatat hanya 874 ton, turun sekitar 161 ton dari tahun sebelumnya.

Hal ini menurutnya tidak terlepas dari menyusutnya luas lahan tanam. Sebagian besar petani bawang merah di NTT masih beroperasi dalam skala kecil dan menghadapi keterbatasan akses terhadap benih yang harganya mahal.

“Daya beli masyarakat juga menentukan keberanian dan kesungguhan petani untuk menanam,” tandasnya.

Sementara tren positif justru terjadi pada komoditas bawang putih, hasil produksinya meningkat akibat intervensi program pemerintah. Walau masih terbatas pada skala kecil, Kadis Pertanian mengklaim kualitas benih bawang putih lokal NTT sangat menjanjikan. Dan juga diuntungkan dengan curah hujan yang relatif stabil sepanjang semester pertama tahun 2025.

“ Kalau kita bandingkan produksi dari Januari sampai Juli tahun ini, angkanya sudah mendekati capaian sepanjang 2024. Artinya, ada harapan besar dari sisi cuaca,” ujarnya. Walau demikian, lanjut Joaz harapan utama pemerintah provinsi adalah meningkatnya produksi padi sebagai komoditas pokok. “Impian kita sederhana: jangan lagi tergantung pada impor,” tegasnya

Pada kesempatan yang sama Ketua Tim Statistik Produksi BPS NTT, Nurani Vita Christiani, membeberkan data
produksi padi pada 2025 mengalami peningkatan sebesar 39,38 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi luas panen, tercatat sekitar 50,44 ribu hektare pada Januari hingga April 2025.

Peningkatan juga terjadi pada komoditas jagung. Data BPS mencatat bahwa luas panen jagung sepanjang Januari – Desember 2024 mengalami peningkatan sebesar 7,2 persen. Bahkan jika dibandingkan antara Januari-April 2024 dan 2025, peningkatannya mencapai 24,76 persen.

Meski demikian, Kadis Joaz tak menampik akan tantangan struktural masih membayangi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah ketersediaan infrastruktur pertanian seperti irigasi dan sistem pengairan yang merata. Tanpa perbaikan sistemik, target swasembada bisa saja terhambat.

“Yang kita kejar bukan sekadar angka produksi. Ini tentang kemandirian pangan dan kesejahteraan petani. Itu sebabnya, kolaborasi lintas sektor harus jadi fondasi,” ungkapnya.(to3)

Sumber: https://www.terasntt.co/ntt-optimis-wujudkan-swasembada-pangan-joaz-beberkan-alasannya/

Post navigation

Previous Previous
Peningkatan Kapasitas Petugas Data Statistik Tahun 2025
NextContinue
Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Mendukung Swasembada Pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur: Analisis Data Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Tahun 2024 serta Prognosa Target Capaian Tahun 2025
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search