Peta Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur

Sumber : BMKG
Kontak Kami:
WA: 081139404264;
Tlp: (0380) 881613
IG/FB/TikTok: @infobmkgeltari
unduh aplikasi Info BMKG melalui playstore/appstore

Sumber : BMKG
Kontak Kami:
WA: 081139404264;
Tlp: (0380) 881613
IG/FB/TikTok: @infobmkgeltari
unduh aplikasi Info BMKG melalui playstore/appstore
BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II NTT – RINGKASAN Buletin Klimatologi BMKG Edisi Oktober 2024 Sumber : BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II NTT
Sumber : BMKG Kontak Kami:WA: 081139404264;Tlp: (0380) 881613IG/FB/TikTok: @infobmkgeltariunduh aplikasi Info BMKG melalui playstore/appstore
Melemahnya Monsoon Timur yang disebabkan adanya pertemuan massa udara panas
( Front Panas ) dan massa udara dingin ( Front Dingin ) di wilayah selatan benua Australia
sehingga menyebabkan penguatan faktor lokal dan regional di wilayah NTT, yang
menyebabkan peningkatan aktivitas pertumbuhan Awan Hujan di sebagian wilayah NTT.
Beberapa wilayah di NTT memiliki kelembaban udara di lapisan atas (700mb – 500mb) yang
cukup basah serta hangatnya suhu muka laut menunjukan adanya potensi penambahan masa
uap air yang dapat meningkatkan aktifitas pertumbuhan Awan Hujan.
Suhu muka laut di wilayah NTT umumnya berkisar antara 27 °C – 32 °C dengan anomali suhu
muka laut di wilayah NTT berkisar antara -0.5 °C hingga +1.5 °C.
Tekanan udara di wilayah Indonesia pada umumnya berkisar antara 1010 hPa – 1014 hPa.
Tekanan udara di wilayah Asia berkisar antara 998 hPa – 1010 hPa, sedangkan di wilayah
Australia berkisar antara 1014 hPa – 1028 hPa.
Kondisi cuaca umumnya Cerah Berawan – Berawan Tebal, berpotensi Hujan Sedang yang dapat
disertai petir/kilat dan angin kencang berdurasi singkat di Pulau Flores. Suhu udara berkisar
dari 15 – 32 °C, kelembaban udara rata – rata berkisar antara 50 – 98%.
Pada umumnya angin di wilayah NTT bergerak dari arah Timur – Barat dengan kecepatan
angin berkisar 10 – 50 km/jam.
Pasar adalah salah satu tempat yang memiliki peranan penting dalam perekonomian sehari-hari, terlebih lagi dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Setiap harinya, harga-harga barang di pasar mengalami fluktuasi tergantung pada berbagai faktor seperti musim, cuaca, dan permintaan pasar. Berikut ini informasi harga pasar di kota Kupang yang tercatat pada tanggal 20 Februari 2026, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai harga beberapa komoditi yang sering digunakan oleh masyarakat dalam kegiatan sehari-hari. Harga beras premium yang berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) disebabkan oleh tingginya harga jual dari distributor. Kenaikan harga telur ayam ras juga terjadi, akibat kurangnya pasokan yang disebabkan oleh hambatan dalam distribusi dari Surabaya dan tingginya permintaan dari pihak MBG. Sementara itu, harga cabai rawit merah tetap tinggi di Rp.80.000/kg, disebabkan oleh distribusi yang terganggu oleh kondisi cuaca yang tidak mendukung, serta terbatasnya pasokan cabai lokal. Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga komoditi sangat dipengaruhi oleh masalah distribusi dan ketersediaan barang.
BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II NTT – RINGKASAN Buletin Klimatologi BMKG Edisi Mei 2025 Sumber : BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II NTT
Bencana alam seperti angin kencang dan banjir sering kali menyebabkan kerusakan besar pada sektor pertanian, terutama tanaman pangan yang merupakan sumber kehidupan utama bagi masyarakat. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), kerusakan yang terjadi pada tanaman padi, pisang, dan jagung diakibatkan oleh bencana angin kencang dan banjir yang dapat mengganggu ketahanan pangan. Peta kerusakan tanaman akibat angin kencang dan banjir di NTT, yang diperbarui pada 3 Februari 2026, menunjukkan distribusi kerusakan pada tanaman di berbagai wilayah.
Bencana alam seperti angin kencang dan banjir memiliki dampak yang besar pada sektor pertanian di NTT, terutama pada tanaman padi, pisang, dan jagung. Meski sebagian besar wilayah belum mengalami kerusakan besar, tetap diperlukan upaya mitigasi untuk mencegah dan mengurangi dampak bencana alam terhadap pertanian. Pemerintah dan petani harus bekerjasama untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengoptimalkan sistem pertanian yang lebih tahan terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem.