Pesta Pangan Lokal dan Budaya, Momentum Kebangkitan UMKM di TTU

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan secara resmi menggelar pesta Pangan Lokal dan Budaya Zona I di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).Pegelaran pesta pangan lokal dan budaya ini berlangsung semarak di alun – alun Kantor Bupati TTU, dengan menghadirkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai Kabupaten di NTT seperti Kabupaten TTU, TTS, Kabupaten Malaka, Kota Kupang dan Kabupaten Sabu Raijua.
Pesta pangan lokal dan budaya ini berlangsung selama 2 hari, terhitung sejak Jumat, 1 Agustus sampai dengan Sabtu, 2 Agustus 2025. Acara pembukaan pesta pangan lokal dan budaya ini semakin semarak dengan aneka pertunjukan tarian daerah TTU yang dibawakan oleh kelompok sanggar seni dari sejumlah sekolah di Kabupaten TTU.
Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.I.P. M.A., pada kesempatan tersebut mengatakan, pegelaran pesta pangan lokal dan budaya ini bukan sekedar sebuah perayaan meriah tapi merupakan sebuah perayaan penuh makna tentang keberlanjutan identitas dan kedaulatan kita sebagai masyarakat Timor yang kaya akan budaya dan pangan lokal.
Ia juga mengungkapkan bahwa pesta pangan lokal dan budaya ini, bukan merupakan ajang pamer dan bukan juga sekedar tontonan hiburan.
“Ini adalah ruang kontemplasi yang hidup, bahwa kita harus menjaga apa yang telah diwariskan oleh leluhur, yakni tanah yang subur, resep yang turun temurun dan adat yang mendewasakan kita sebagai manusia Timor,” ungkapnya.
Bupati Falen menyampaikan, dengan tema besar “Melestarikan Rasa, Menjaga Keberagaman Budaya melalui kuliner dan produk lokal”, merupakan manifestasi pernyataan sikap bahwa kita tidak sedang bergerak mundur namun sedang melangkah maju dengan membawa kekayaan masa lalu ke dalam kesadaran masa kini.
“Kita sedang menunjukan bahwa pembangunan tidak selalu berarti beton dan baja, tetapi juga jagung, ubi, daun marungga dan anyaman lontar yang diberi nilai lebih,” ujarnya.
Ia menyampaikan, kegiatan pesta pangan lokal dan budaya ini menjadi momentum kebangkitan UMKM dalam memperkenalkan berbagai produk lokal daerah yang dikemas dalam design produk dengan nilai ekonomis yang tinggi. Iapun berharap, agar para pelaku UMKM di berbagai daerah terus mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan berbagai potensi yang ada di wilayah masing – masing, sehingga taraf kesejahteraan masyarakat terus berkembang ke arah yang lebih baik dan maju.
“Kedaulatan pangan dimulai dari kecintaan terhadap pangan lokal kita. Jika kita tidak menghargai hasil bumi kita sendiri, siapa lagi yang akan melakukannya. Jika kita tidak menjaga kearifan kuliner kita sendiri, siapa lagi yang akan melestarikannya. Kemandirian pangan dan ekonomi lokal hanya bisa dicapai jika kita bisa mulai dari yang paling dekat yaitu lahan kita sendiri, budaya kita sendiri dan rasa kita sendiri. Mari kita terus kembangkan produk – produk lokal kita menjadi produk bergizi yang bernilai ekonomis tinggi, yang darinya bisa mendongkrak kehidupan ekonomi kita menjadi lebih baik dan maju,” tandasnya.
Sumber : Pesta Pangan Lokal dan Budaya, Momentum Kebangkitan UMKM di TTU – Realitas TTU
