loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Menyelamatkan Pisang Kapuk NTT dari Kepunahan: Langkah Strategis melalui Inovasi Kultur Jaringan

September 19, 2025September 20, 2025 Artikel

Kupang, NTT – Ancaman penyakit darah yang melanda tanaman pisang kapuk, salah satu komoditas unggulan dan plasma nutfah khas Nusa Tenggara Timur (NTT), mendorong para ahli dan praktisi pertanian untuk bergerak cepat. Jawabannya hadir dari dalam negeri sendiri, melalui sebuah inovasi berbasis sains: teknik kultur jaringan.

Inisiatif strategis ini dipelopori oleh UPTD Perbenihan, Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut nyata dari Kegiatan Praktisi Mengajar Kelas Bioteknologi Pertanian yang sebelumnya digelar pada akhir September 2022 silam, bekerja sama dengan Pakar Bioteknologi dari P4S V&M, Ir. Pranowo Singgihsandjojo.

Acara pelatihan yang berlangsung via Zoom dan praktik langsung di Laboratorium Hayati Kupang itu rupanya telah membuka wawasan dan membangkitkan semangat baru. Tidak berhenti pada teori, tim Laboratorium Hayati yang berada di bawah pimpinan Ir. Maria I. R. Manek, M.Sc (Kepala UPTD) dan Corry Nai Ulu, SP., M.Si (Penanggung Jawab Laboratorium), bersama dengan CPNS POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan), langsung mempraktikkan ilmu yang didapat.

Pisang Kapuk sebagai Fokus Utama

pengambilan material pisang

Mengapa pisang kapuk? Varietas pisang ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merupakan bagian dari warisan biodiversitas (plasma nutfah) NTT yang sangat berharga. Serangan penyakit darah, yang menyebabkan tanaman layu dan mati, telah mengancam kelestariannya. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin pisang kapuk akan menuju kepunahan.

Kultur jaringan menawarkan solusi yang elegan. Teknik ini memungkinkan perbanyakan tanaman dalam jumlah besar, seragam, dan bebas penyakit dalam waktu yang relatif singkat. Dengan mengambil sedikit bagian jaringan (eksplan) dari tanaman induk yang sehat, para peneliti dapat menumbuhkannya dalam media steril di laboratorium untuk menghasilkan ratusan bahkan ribuan bibit baru.

pembuatan media kultur

Langkah Awal untuk Masa Depan yang Berkelanjutan

“Ini adalah langkah awal yang sangat penting. Kami belajar, mempraktikkan, dan berkomitmen untuk terus mengembangkan teknik ini,” ujar Ibu Dewi. Proses yang dimulai dengan pisang kapuk ini diharapkan dapat menjadi pilot project untuk menyelamatkan berbagai plasma nutfah pertanian dan perkebunan lain khas NTT yang juga terancam.

Dukungan dari seluruh pihak, termasuk tenaga muda seperti CPNS POPT, menunjukkan adanya regenerasi dan transfer ilmu yang berkesinambungan. Kolaborasi antara akademisi, praktisi ahli (P4S V&M Biotech), dan pemerintah (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT) melalui UPTD PKDLHP ini menjadi formula sukses untuk menghadapi tantangan pertanian modern.

Dengan semangat “belajar dan seterusnya”, Laboratorium Hayati Kupang tidak hanya sekadar menjalankan tugas, tetapi sedang menorehkan sejarah untuk menjaga warisan alam NTT agar tetap hidup dan menghidupi generasi mendatang. Upaya ini adalah bukti nyata bahwa sains dan teknologi, ketika diterapkan dengan tepat, dapat menjadi senjata ampuh untuk melestarikan kekayaan biodiversitas Indonesia.

#KulturJaringanNTT#SelamatkanPisangKapuk#BioteknologiUntukNTT#PlasmaNutfahNTT
#PertanianModernNTT#InovasiPertanian#LaboratoriumHayatiKupang#PisangKapokNTT#PertanianBerkelanjutan#DistanpangNTT#POPTNTT#P4SVMBiotech#KedaulatanPanganNTT#LestarikanBudidaya#CPNSHebatNTT

Post navigation

Previous Previous
Potensi Alga untuk Pertanian Ramah Lingkungan Langkah Nyata Laboratorium Hayati NTT
NextContinue
Mentan Amran Siapkan Hampir Rp10 T Demi Dukung Hilirisasi Pangan
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search