loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Prabowo dan Revolusi Pangan: Dari Sawah ke Panggung Dunia

October 10, 2025October 10, 2025 Artikel

Oleh: Entang Sstraatmadja

Presiden Prabowo Subianto menunjukkan tekad luar biasa untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia dan mewujudkan swasembada beras yang berkelanjutan. Dalam pidato perdananya sebagai Presiden Republik Indonesia, ia menegaskan bahwa kemandirian pangan dan energi adalah kunci menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Semangat dan Visi Prabowo

Presiden Prabowo menekankan beberapa poin penting:

  • Mewujudkan bangsa yang mandiri dan tidak bergantung pada impor pangan.
  • Meningkatkan produksi pertanian nasional agar Indonesia dapat menjadi penopang ketahanan pangan dunia.
  • Berbagi hasil produksi kepada negara lain sebagai bentuk solidaritas dan tanggung jawab global.
  • Membangun infrastruktur pendukung pertanian — seperti gudang, sistem pendingin hasil panen, dan jalur distribusi di tiap desa — untuk menjamin efisiensi dan mutu hasil tani.
  • Mengajak seluruh elemen bangsa bekerja keras dan bergotong royong, bukan sekadar mengeluh atau bergantung pada bantuan luar negeri.

Pidato yang Menggetarkan Dunia

Dalam pidato berapi-api di Sidang Umum PBB di New York, Presiden Prabowo berhasil memukau dunia. Tepuk tangan panjang menggema di ruang sidang. Para pemimpin dunia melihat ketegasan Indonesia dalam bersikap terhadap kejahatan kemanusiaan dan dalam membangun ketahanan pangan secara berdaulat.

Selain menyerukan perdamaian dunia, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia kini berada di jalur pasti menuju swasembada beras dan siap menjadi Lumbung Pangan Dunia.

Rahasia di Balik Swasembada Beras 2025

Beberapa capaian penting di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo antara lain:

  • Produksi beras meningkat menjadi 33,8 juta ton, dengan surplus 3,5–4 juta ton, membuat impor beras dihentikan sepenuhnya.
  • Stok nasional kini mencapai lebih dari 4 juta ton — tertinggi dalam 57 tahun terakhir.
  • Nilai Tukar Petani (NTP) naik signifikan menjadi 121 (Mei 2025), dibanding 116 pada Mei 2024.
  • Pemerintah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan jagung, serta menyerap seluruh hasil panen petani.

Keberhasilan ini menjadi berkah bagi Indonesia, meski berdampak pada negara eksportir seperti Thailand, Vietnam, dan Kamboja yang kehilangan pasar ekspor berasnya. Tantangan berikutnya adalah menjaga swasembada beras ini agar berkelanjutan.

Enam Langkah Strategis Prabowo

Rahasia sukses pemerintahan Prabowo dapat dirangkum dalam enam langkah besar:

  1. Menaikkan HPP gabah dan jagung untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
  2. Menjamin penyerapan hasil panen oleh Bulog, sehingga petani memiliki kepastian harga dan pasar.
  3. Menghentikan impor beras, memberi ruang bagi pertanian domestik tumbuh tanpa tekanan dari luar.
  4. Mencetak tiga juta hektare sawah baru dalam lima tahun, memperkuat basis produksi pangan.
  5. Modernisasi pertanian dengan mekanisasi dan teknologi canggih (Alsintan) di tingkat kelompok tani.
  6. Kemitraan erat dengan petani dan organisasi tani seperti KTNA, HKTI, dan SPI untuk memastikan kebijakan berjalan tepat sasaran.

Swasembada: Harga Mati

Dalam setiap kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan—khususnya beras—adalah harga mati. Ia tidak ingin ketahanan pangan bangsa ini digadaikan demi kepentingan jangka pendek. Kebijakan pangan di bawah pemerintahannya bukan sekadar slogan, tetapi wujud nyata dari keberpihakan terhadap petani dan kemandirian bangsa.

Kini, dengan capaian yang telah diraih, Indonesia berdiri tegak sebagai bangsa yang mampu memberi makan dirinya sendiri—bahkan membantu bangsa lain. Dan untuk itu, Presiden Prabowo pantas dihormati.

Sumber : https://fusilatnews.com/prabowo-dan-revolusi-pangan-dari-sawah-ke-panggung-dunia/

Post navigation

Previous Previous
Peringatan Dini Cuaca Wilayah Nusa Tenggara Timur NTT Tanggal 09 – 11 Oktober 2025
NextContinue
Pemprov NTT Siap Kolaborasi dengan BPDP Kembangkan Program Hulu–Hilir Kakao Mulai 2026
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search