loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Perbaikan dan Rehab Jaringan Irigasi Pertanian tahun 2025 Pacu Swasembada Pangan Nasional

January 1, 2026January 5, 2026 Artikel
Kementerian Pertanian terus memperkuat upaya pencapaian swasembada pangan nasional, khususnya beras, melalui dukungan kegiatan Pembangunan. /Dok.Kementan

Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian terus memperkuat upaya pencapaian swasembada pangan nasional, khususnya beras, melalui dukungan kegiatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi pertanian.

 Pengelolaan air yang tepat bukan sekadar teknis semata, tetapi juga berdampak langsung pada ketahanan pangan. Dengan perhitungan yang akurat, petani dapat memaksimalkan penggunaan air, menekan risiko kekurangan pasokan di musim kemarau, dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Ditjen LIP terus menerapkan prinsip pengelolaan irigasi pertanian yang berkelanjutan melalui koordinasi dan sinkronisasi yang intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Ditjen SDA dan BBWS/BWS di daerah. Melalui perbaikan jaringan irigasi tersier, dan koordinasi dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), distribusi air ke lahan pertanian dapat dijaga dengan baik. Upaya ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan Nasional, yang ditetapkan pada 30 Januari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Dr. Ir. Hermanto, M.P menegaskan “Dengan adanya Inpres No. 2/ 2025, pemerintah akan mempercepat perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi pada Daerah Irigasi (DI) yang 60% kondisinya kurang optimal dalam menyediakan air irigasi untuk persawahan.

Dikatakan Dirjen Hermanto bahwa perkembangan realisasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2024 pada tahap 1 yang ditargetkan sebesar 280.880 hektare mencapai realisasi 99,93 persen, dan hal ini sekaligus memenuhi target yang ditetapkan.

Sementara itu, Inpres pada tahap 2 dengan target seluas 225.775 hektare, dengan capaian pengerjaan meliputi 83,46 persen pada jaringan irigasi utama; 98,66 persen pada jaringan irigasi tersier; serta 92,25 persen pada pembangunan dan rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).

Sedangkan untuk Inpres pada kegiatan tahap 3, dengan target luasan mencapai 146.503 hektar dengan realisasi pelaksanaan jaringan irigasi utama mencapai 67,67 persen; realisasi pelaksanaan jaringan irigasi tersier mencapai 87,57 persen dan untuk pembangunan dan rehab JIAT mencapai 93,91 persen.

“Ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi bersama dengan Kementerian PU, termasuk dukungan kuat dari pemerintah daerah,” tambah Hermanto.

Sebagaimana data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,77 juta ton, meningkat 13,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh pertambahan luas panen hampir 13 persen, dengan potensi produksi padi mencapai 60,34 juta ton gabah kering giling (GKG).

Pencapaian ini menegaskan bahwa peran dan kontribusi penguatan irigasi pertanian menjadi fondasi penting dalam menyediakan air untuk pertanian sehingga pada akhirnya berpengaruh besar dalam peningkatan produksi beras untuk ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada beras nasional secara berkelanjutan.

 “Tahun ini dan Tahun-tahun berikutnya implementasi Inpres 2/2025 akan dilanjutkan yang juga diperkuat dengan kegiatan strategis lain seperti Optimasi Lahan (Opla) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Kegiatan-kegiatan tersebut akan terus di implementasikan di seluruh wilayah Indonesia sebagai wujud komitmen Kementerian Pertanian untuk swasembada pangan,” jelasnya.***

Sumber : Perbaikan dan Rehab Jaringan Irigasi Pertanian tahun 2025 Pacu Swasembada Pangan Nasional

Post navigation

Previous Previous
Kelompok Tani Setia Hati Kalisuk Apresiasi Bantuan Bibit Pertanian Pemprov NTT
NextContinue
Polda NTT Catat Produksi Jagung Puluhan Ribu Ton Sepanjang 2025
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search