Demokrat NTT Uji Keseriusan Hilirisasi Pertanian Lewat Kebun Contoh di Kupang

Jajaran pengurus DPD Partai Demokrat NTT serta DPC Demokrat Kabupaten Kupang meninjau kebun contoh Kelompok Tani (Poktan) Mercy Kupang Ayo Bangun NTT di kelurahan Naibonat Kabupaten Kupang, Jumat 9 Januari 2026. Poktan Mercy Kupang Ayo Bangun NTT merupakan kolaborasi Partai Demokrat dengan Pemprov NTT sebagai wujud dukungan nyata Demokrat terhadap program unggulan Pemerintah Provinsi NTT, One Commodity One Product (OCOP). //foto: Hermen

Di tengah terik matahari Oelamasi, Jumat (9/1/2026), jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur meninjau kebun percontohan hortikultura milik Kelompok Tani (Poktan) Mercy Kupang Ayo Bangun NTT di Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Kunjungan ini diklaim sebagai wujud dukungan nyata Demokrat terhadap program unggulan Pemerintah Provinsi NTT, One Commodity One Product (OCOP). Rombongan DPD Demokrat NTT dipimpin Sekretaris DPD Daniel Samuel, didampingi pengurus DPD lainya antara lain: Apolonaris Gai, Ignas Hapul Karanjawa, Hermenegildus Jawa. Hadir juga anggota Fraksi Demokrat DPRD NTT, yaitu Winston Neil Ronda dan Simon Guido Seran.

Dari tingkat kabupaten, hadir Ketua DPC Demokrat Kabupaten Kupang Winston Neil Rondo bersama jajaran pengurus, serta anggota DPRD Kabupaten Kupang Felisiano Amaral dan Yohanis Munah.

Di lahan seluas sekitar 1,6 hingga 2 hektar tersebut, Demokrat melalui Poktan Mercy mengembangkan kebun contoh tanaman pangan dan hortikultura. Komoditas yang ditanam meliputi sekitar 10.000 anakan cabai, 500 pohon pepaya California, terong, mentimun, serta sayuran cepat panen seperti kangkung. Sebagian tanaman dilaporkan telah memasuki masa panen, seperti Pepaya California, cabe, Terong  dan kangkung.

Ketua Poktan Mercy Kupang Ayo Bangun NTT, Yos Marsel Titus, mengatakan kelompok tani ini beranggotakan 23 orang. Pembentukannya merupakan hasil kolaborasi antara Partai Demokrat dengan Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

“Dukungan yang kami terima antara lain berupa sumur bor, alat bajak, bibit, dan pupuk. Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah serta kepada DPD dan DPC Demokrat yang berinisiatif membentuk kelompok tani ini,” ujar Yos.

Dari Dukungan Politik ke Praktik Lapangan

Kunjungan tersebut menandai upaya Demokrat untuk menempatkan diri tidak hanya sebagai pendukung kebijakan, tetapi juga pelaku langsung di lapangan. Partai berlambang bintang mercy itu menyebut kebun di Naibonat sebagai pilot project hilirisasi pertanian, sejalan dengan agenda OCOP yang mendorong penguatan komoditas unggulan daerah.

Ketua DPD Partai Demokrat NTT Leonardus Lelo menjelaskan, gagasan kebun contoh ini berangkat dari proposal konsep hilirisasi pertanian yang sebelumnya disampaikan kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena. Konsep tersebut, menurut dia, disambut positif karena sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menekankan hilirisasi sektor primer.

“Gubernur mendorong agar konsep itu tidak berhenti di atas kertas, tetapi dibuktikan melalui kebun percontohan,” kata Leonardus.

Sementara itu Ketua DPC Demokrat Kabupaten Kupang menilai langkah nyata partai membentuk Kelompok tani sangat  penting untuk mengubah pola keterlibatan partai politik di sektor pertanian. Selama ini, kata dia, partai kerap hadir secara seremonial—menanam bibit saat acara berlangsung—namun minim keterlibatan ketika petani menghadapi persoalan mendasar seperti harga pupuk, akses pasar, dan fluktuasi harga.

Antara Keteladanan dan Keberlanjutan

Meski demikian, Winston mengakui bahwa kebun contoh ini masih menyisakan tantangan. Dari sisi skala, lahan seluas dua hektar dinilai baru sebatas memberikan contoh teknis, belum menjawab persoalan struktural pertanian NTT, seperti irigasi berkelanjutan, rantai pasok, pascapanen, hingga keterhubungan dengan industri pengolahan.

“Hilirisasi tidak berhenti pada panen. Harus jelas ke mana hasil itu dipasarkan, diolah, dan siapa yang menikmati nilai tambahnya,” ujarnya.

Persoalan lain adalah keberlanjutan. Publik akan menilai apakah kebun ini dapat terus berjalan tanpa sorotan politik dan agenda jangka pendek, atau justru bernasib seperti banyak proyek percontohan lain yang berkembang di awal, lalu perlahan ditinggalkan.

Politik Demokrat, menurut Winston harus terlibat bersama petani. Untuk itu kebun  di Naibonat sebagai cikal bakal replikasi di daerah lain. Namun, rencana tersebut baru akan bermakna jika diikuti desain yang jelas, mulai dari pendanaan, pendampingan teknis, hingga integrasi dengan kebijakan pemerintah daerah.

Ujian bagi Politik Pertanian

Kehadiran Demokrat di kebun Poktan Mercy Kupang Ayo Bangun NTT menandai upaya partai politik memasuki ruang yang selama ini identik dengan kerja teknokratis pemerintah. Langkah ini dapat dibaca sebagai eksperimen politik pembangunan, sekaligus strategi membangun kedekatan dengan basis pemilih petani.

Apakah kebun contoh ini akan berkembang menjadi simpul hilirisasi yang menghubungkan petani, pasar, dan industri, atau berhenti pada simbol politik, masih menunggu waktu untuk membuktikannya.

Bagi Nusa Tenggara Timur yang menggantungkan perekonomian pada sektor pertanian, inisiatif semacam ini layak diuji secara kritis. Sebab, di ladang-ladang itulah janji politik akhirnya harus berbuah.

Peduli Lingkungan

Pada kesempatan yang sama jajaran pengurus DPD partai Demokrat NTT bersama jajaran pengurus DPC Demokrat Kabupaten Kupang melakukan penanaman pohon jambu kristal di lingkungan Kantor DPC partai Demokrat di Naibonat.

Kegiatan itu menurut Ketua DPC Demokrat Kabupaten Kupang, Winston Neil Rondo menjelaskan bahwa Kegiatan itu merupakan salah satu bentuk kepedulian Partai Demokrat  terhadap lingkungan. Bibit Jambu Kristal yang disiapkan sebanyak 100 anakan. Selai. ditanam di lingkungan kantor,  sebagainya di agikan kepada jajaran pengurus baik tingkat DPC maupun DPD Untuk ditanam di Kebun atau pekarangan rumah masing masing.

Sumber : Demokrat NTT Uji Keseriusan Hilirisasi Pertanian Lewat Kebun Contoh di Kupang | Delegasi

Similar Posts