Laporan Peta Kerusakan Tanaman Padi dan Jagung Akibat DPI Banjir dan Bencana Alam di NTT (Update per 5 Februari 2026)

Laporan ini menyajikan peta kerusakan tanaman padi dan jagung yang disebabkan oleh bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk angin kencang, erupsi abu vulkanik Gunung Ile Lewotolok, dan dampak banjir. Kerusakan yang terjadi mempengaruhi beberapa kabupaten di wilayah tersebut, dan peta berikut memberikan informasi terkini mengenai luas kerusakan dan area yang terdampak.

1. Kerusakan Tanaman Padi Akibat Angin Kencang

Peta Kerusakan tanaman padi akibat angin kencang di sikka dan manggarai barat

Pada periode Januari-Februari 2026, beberapa daerah mengalami kerusakan tanaman padi akibat angin kencang. Peta menunjukkan bahwa daerah-daerah seperti Manggarai Barat dan Sikka mengalami kerusakan signifikan.

  • Manggarai Barat: Terdapat kerusakan pada 3 ha tanaman padi, dengan sebagian pulih namun sebagian lainnya masih dalam proses pemulihan.
  • Sikka: Tanaman padi yang terkena kerusakan mencapai 10 ha, dengan kondisi yang sebagian besar pulih.
  • Sikka dan Manggarai Barat: Sebagian besar daerah ini mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi antara 0 hingga 30 ha per wilayah.

2. Kerusakan Tanaman Jagung Akibat Angin Kencang

Peta Kerusakan tanaman Jagung akibat angin kencang

Peta kerusakan tanaman jagung akibat angin kencang menunjukkan dampak pada wilayah tertentu, dengan beberapa daerah menunjukkan tingkat kerusakan rendah.

  • Lembata: Kerusakan pada tanaman jagung mencapai 8,15 ha, dengan kondisi sebagian besar tanaman pulih.

Peta ini menunjukkan bagaimana angin kencang telah merusak beberapa tanaman jagung, namun kerusakan yang terdeteksi masih terbilang rendah.

3. Kerusakan Tanaman Jagung Akibat Erupsi Abu Vulkanik Gunung Ile Lewotolok

PETA BENCANA ALAM ABU VULKANIK PADA TANAMAN JAGUNG gunung lewotowok lembata

Erupsi Gunung Ile Lewotolok memberikan dampak besar pada tanaman jagung di Lembata. Peta yang disajikan menunjukkan bahwa kerusakan akibat abu vulkanik mencapai 8 ha tanaman jagung yang terkena.

  • Lembata: Kerusakan yang terjadi mempengaruhi area seluas 8 ha, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi tergantung pada posisi dan kedekatannya dengan pusat erupsi.

4. Bencana Alam Erupsi Abu Vulkanik pada Tanaman Padi di Lembata

Peta Kerusakan tanaman Jagung akibat angin kencang

Selain kerusakan akibat angin kencang, erupsi Gunung Ile Lewotolok juga berdampak pada tanaman padi. Peta menunjukkan area yang terdampak di Lembata, dengan 8 ha tanaman padi yang terkena erupsi abu vulkanik.

  • Lembata: Kerusakan pada tanaman padi mencapai 8 ha, namun sebagian tanaman berhasil pulih meskipun terdapat kerusakan yang signifikan.

5. Bencana Alam Banjir pada Tanaman Padi

PETA DPI BANJIR TANAMAN PADI Manggarai Barat, Manggarai, Kupang

Peta kerusakan akibat banjir pada tanaman padi di Manggarai Barat, Manggarai, dan Kupang menunjukkan kerusakan yang cukup besar.

  • Manggarai Barat: Terkena banjir pada 132 ha tanaman padi, dengan kondisi sebagian besar tanaman yang terdampak mengalami kerusakan parah.
  • Kupang: Kerusakan pada tanaman padi mencapai 1 ha, namun kondisi tanaman sebagian besar pulih setelah banjir.

Peta ini menunjukkan bagaimana kerusakan akibat banjir terjadi di berbagai daerah dan mempengaruhi sejumlah besar tanaman padi.


Kesimpulan:
Kerusakan tanaman padi dan jagung akibat angin kencang, erupsi abu vulkanik Gunung Ile Lewotolok, dan bencana alam banjir di Provinsi Nusa Tenggara Timur memberikan dampak signifikan terhadap hasil pertanian. Meski beberapa wilayah mengalami pemulihan, perlu adanya upaya mitigasi dan pemulihan yang lebih lanjut untuk mengurangi kerusakan di masa mendatang.

Sumber data yang digunakan dalam peta ini berasal dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan UPTD Proteksi TPHP Provinsi Nusa Tenggara Timur dan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT).

Similar Posts